Tesis: Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Jenis, dan Contoh Lengkap

“Tesis adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh seorang mahasiswa tingkat strata 2 untuk menyelesaikan studinya.”

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan impian banyak orang. Setelah mendapatkan gelar sarjana, sebagian orang akan melanjutkan lagi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S-2 untuk mendapatkan gelar magister.

Setelah mendapatkan gelar magister, dilanjutkan lagi ke jenjang S-3 untuk mendapatkan gelar doktor.

Bagi para penempuh pendidikan di perguruan tinggi, istilah tesis bukan lagi hal yang baru.

Namun, istilah ini akan terdengar asing bagi orang awam.

Bahkan, terkadang kalangan akademisi pun hanya sekedar tahu secara istilah saja.

Oleh karena itu, berikut akan dipaparkan pembahasannya.

Ilustrasi Karya Tulis Ilmiah Tesis

1. Pengertian

Menurut KBBI, pengertian tesis adalah tugas akhir mahasiswa dalam bentuk dokumen tertulis yang dalam pembuatannya menggunakan metode ilmiah, mengikuti kaidah penulisan yang baku dan sistematis, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada dosen pembimbing dan penguji.

Tesis merupakan tugas akhir mahasiswa tingkat S-2 atau magister.

Pendapat lain menyatakan definisi tesis sebagai pernyataan ataupun sebuah teori yang didukung oleh argumen dan dikemukakan dalam sebuah karangan ilmiah dalam rangka mendapatkan gelar kesarjanaan di perguruan tinggi.

Tesis juga dapat berarti sebuah bukti kemampuan seorang pelajar yang dibuktikan dalam bentuk penelitian dan pengembangan ilmu pada suatu bidang keilmuan.

2. Karakteristik

Apabila dikaji lebih lanjut, sebuah tesis memiliki 4 karakteristik dasar sebagai berikut.

  1. Biasanya topik dipilih mengikuti program studi dari mahasiswa yang membuatnya. Topik tesis biasanya terfokus pada salah satu isu utama dari sebuah disiplin ilmu.
  2. Disusun berlandaskan pengujian empiris terhadap suatu teori tertentu.
  3. Dalam penyusunannya, tesis selalu menggunakan data primer sebagai data utama. Adapun data sekunder digunakan sebagai tambahan atau pembanding.
  4. Menggunakan tata bahasa yang baik dan benar.

3. Tujuan Pembuatan

Apabila dibandingkan dengan tugas akhir lain di perguruan tinggi, tesis berada satu tingkat diatas skripsi dan satu tingkat di bawah disertasi.

Karya tulis ilmiah ini dibuat dengan tujuan untuk menggambarkan fenomena ilmu pengetahuan secara komprehensif, merumuskan hipotesis yang didasarkan dari keilmuan dan teori serta mendapatkan jawaban dari hipotesis yang telah dirumuskan.

4. Penulisan

Seperti halnya skripsi, tesis juga memiliki sistematika penulisannya tersendiri.

Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut.

4.1 Judul

Judul penelitian pada tesis berisi pernyataan yang mencerminkan isi penelitian yang akan dilakukan secara spesifik.

Pada umumnya, judul mencerminkan konsep atau gagasan dari fenomena yang diteliti.

4.2 Lembar Pengesahan

Lembar pengesahan berisi tanda tangan persetujuan dari komisi pembimbing yang menyatakan bahwa tesis yang diajukan layak untuk diteliti.

4.3 Lembar Pernyataan

Lembar pernyataan ini berisi pernyataan yang menyatakan bahwa tesis yang diajukan adalah asli, belum pernah digunakan untuk mendapatkan gelar akademik di perguruan tinggi manapun, memuat gagasan, ide, rumusan masalah dan penelitian yang secara murni hasil pemikirian penulis sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan dan bimbingan dari komisi pembimbing.

Pernyataan pada tesis tersebut tidak terdapat pendapat atau karya-karya yang ditulis dan dipublikasikan oleh orang lain, kecuali memang ditulis sumber pustaka yang dijadikan acuan dan menuliskannya dalam daftar pustaka serta pernyataan tentang persetujuan dari komisi etik penelitian.

4.4 Abstrak

Abstrak berisi cakupan isi tesis yang mengemukakan intisari dari kerangka berpikir penulis, permasalahan penelitian, pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian, temuan-temuan penelitian, dan simpulan.

Uraian abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang masing-masing tulisan tidak boleh lebih dari 500 kata.

4.5 Kata Pengantar

Bagian ini menuliskan pokok permasalahan yang diteliti.

Dalam kata pengantar diungkapkan pula hal-hal yang mendorong tercapainya pelaksanaan penelitian dan penulisan tesis, serta ungkapan terima kasih kepada berbagai pihak atas kerja sama dan bantuannya selama proses penyusunan tesis maupun penelitian berlangsung.

4.6 Daftar Isi

Daftar isi berisi susunan isi sesuai dengan sistematika penulisan tesis serta halamannya.

Daftar isi hanya memuat bagian-bagian setelah halaman daftar isi.

Selain itu, ditulis juga daftar gambar, daftar tabel, daftar lampiran serta daftar-daftar lainnya yang menunjang penulisan tesis.

4.7  BAB I Pendahuluan

4.7.1 Latar Belakang Penelitian

Bagian ini memuat uraian ringkas mengenai hal yang menjadi latar belakang pemilihan topik penelitian. Selain itu, pada bagian ini juga dikemukakan hasil penelitian serupa yang relevan dengan penelitian.

Latar belakang juga mengemukakan hal-hal yang membuat peneliti tertarik melakukan penelitian pada topik tersebut.

4.7.2 Rumusan Masalah

Bagian ini mengemukakan pernyataan-pernyataan masalah penelitian yang akan diteliti secara spesifik dalam bentuk kalimat pernyataan.

Terdapat dua pilihan gaya penulisan rumusan masalah.

Anda dapat menulisnya dengan menggunakan bentuk “pernyataan masalah” atau “fokus penelitian”.

a. Pernyataan Masalah

Peneliti dapat menggunakan bentuk ini apabila ingin mengungkapkan kalimat pernyataan untuk menunjukkan bahwa penelitian tersebut mengarah pada pemecahan suatu masalah.

Dengan bentuk ini, peneliti dapat menjelaskan identifikasi masalah penelitian atau hipotesis kerja  untuk menguraikan rincian masalah sebagai panduan penelitian dalam menemukan suatu solusi.

b. Fokus Penelitian

Bentuk ini dapat digunakan apabila peneliti ingin mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan mengarah pada satu fenomena saja.

Peneliti dapat menjelaskan rumusan masalah melalui pertanyaan-pertanyaan penelitian untuk menguraikan lebih spesifik dan rinci fenomena yang diteliti.

4.7.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berisi maksud-maksud yang hendak dicapai pada penelitian.

Bagian ini juga memuat sasaran-sasaran penelitian yang sesuai dengan topik yang dikaji.

4.7.4 Kegunaan Penelitian atau Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian memuat manfaat praktis dan manfaat teoritis dari penelitian yang dilakukan.

Dari segi manfaat praktis, hasil penelitian diharapkan mampu bermanfaat dan dapat diterapkan di masyarakat, sedangkan dari segi manfaat teoritis, penelitian diharapkan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang menjadi dasar penelitian.

4.8 BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

Bab ini berisi kajian pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis.

Berikut adalah penjelasannya.

4.8.1 Kajian Pustaka

Kajian pustaka berisi uraian hasil studi literatur yang telah dilakukan peneliti.

Tinjauan kepustakaan yang diuraikan tersebut harus relevan dengan permasalahan penelitian.

Bagian ini juga membahas teori atau konsep dari hasil penelitian serupa sebelumnya yang telah dilakukan peneliti lain.

4.8.2 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan salah satu unsur yang diturunkan atau dirumuskan berdasarkan teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti.

Kerangka pemikiran dapat memunculkan berbagai asumsi maupun proposisi yang umumnya dipaparkan dalam bentuk diagram alur pemikiran.

Diagram alur pemikiran tersebut selanjutnya dapat disusun menjadi hipotesis operasional.

Hipotesis operasional yang dimaksud dalam hal ini adalah hipotesis yang dapat diuji.

4.8.3 Hipotesis

Hipotesis adalah suatu pernyataan yang secara tentatif menyatakan hubungan antara satu atau lebih variabel.

Jika penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif, hipotesis umumnya dituliskan dalam sub-bab tertentu (sub-bab khusus).

4.9 BAB III Metodologi

Bagian metodologi berisi uraian metode atau tata cara yang digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan data penelitian.

Uraian tersebut terbatas pada beberapa hal antara lain sebagai berikut.

  1. Penjelasan atau deskripsi tentang rancangan penelitian yang telah dipilih.
  2. Prosedur atau tata cara pengambilan sampel serta tata cara pemilihan atau penentuan unit yang akan dianalisis (unit analisis).
  3. Instrumen penelitian, sumber data, dan teknik pengumpulan atau teknik pengambilan data.
  4. Uji validitas data yang disesuaikan dengan grand design rancangan penelitian yang telah ditentukan.
  5. Waktu dan lokasi penelitian.
  6. Pengolahan dan analisis data.

Bagian metodologi biasanya diberikan judul “BAHAN/METODE DAN METODE PENELITIAN” pada beberapa disiplin ilmu eksakta.

Dalam bidang eksakta, bagian ini dimulai dengan ulasan tentang subjek, objek, dan bahan yang digunakan dalam penelitian.

Bagian tersebut kemudian diberikan subjudul “Bahan/Objek Penelitian”.

Subjudul selanjutnya adalah “Metode Penelitian” yang memuat metode atau langkah kerja.

Metode tersebut biasanya disajikan dalam bentuk butir-butir secara berurutan.

Bagian metodologi umumnya menguraikan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Metode penelitian yang digunakan serta alasan-alasan memilih metode tersebut.
  2. Ulasan tentang pandangan peneliti terhadap suatu fenomena (aspek epistemologi dan ontologi). Ulasan ini disebut juga dengan istilah paradigma penelitian.
  3. Penjelasan atau ulasan tentang jenis-jenis studi yang sudah dilaksanakan (metode penelitian dalam arti sempit).
  4. Uraian tentang tata cara memilih sumber informasi atau sumber data, pemilihan lokasi penelitian, waktu, dan beberapa hal lainnya.
  5. Prosedur pengumpulan data, misalnya studi literatur, wawancara, telaah dokumen, observasi, dan sebagainya.
  6. Uraian tentang cara menjaga validitas data.
  7. Uraian mengenai analisis data.

4.10 BAB IV Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian yang dilakukan serta pembahasannya.

Meskipun begitu, hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan haruslah sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Bagian ini disajikan ke dalam beberapa bab.

Oleh karena itu, jumlah bab, judul bab harus sesuai dengan kebutuhan peneliti.

Hasil dan pembahasan ini dapat disajikan pada sub-bab yang berbeda, dapat pula disajikan dalam bab yang sama.

Jadi, satu bab mencakup hasil dan pembahasan.

Hasil dan pembahasan juga dapat disajikan secara berseling, misalnya hasil kemudian pembahasan kemudian hasil dilanjutkan pembahasan, begitupun seterusnya.

Hal pertama yang harus dideskripsikan pada saat menyajikan hasil dan pembahasan adalah lokasi atau objek penelitian yang relevan dengan permasalahan yang diteliti.

Bagian hasil dan pembahasan dapat disajikan dalam subbab khusus (tersendiri) jika bab ini menyajikan hasil penelitian dan pembahasan.

Pada praktiknya, hasil dan pembahasan dapat disajikan dalam beberapa bab sesuai kebutuhan.

Jumlah dan judul bab disesuaikan pula dengan kebutuhan.

Uraian hasil dan pembahasan dapat disajikan dalam bab atau subbab terpisah atau setiap bab atau subbab dapat sekaligus menyajikan data dan pembahasan sesuai dengan topik/pokok persoalan bab/subbab.

Dalam menyajikan hasil dan pembahasan, uraian dapat didahului dengan gambaran tentang lokasi/setting/objek penelitian yang relevan dengan permasalahan penelitian.

Uraian ini dapat disajikan dalam bab atau subbab tersendiri sebagai berikut.

  1. Uraian hasil dan pembahasan disajikan hanya dalam satu bab, subbab 4.1 memaparkan hasil penelitian. Pemaparan tersebut diawali dengan penjelasan mengenai gambaran umum lokasi penelitian, sementara uraian berikutnya disajikan dalam subbab 4.2 dan seterusnya.
  2. Uraian hasil dan pembahasan disajikan dalam lebih dari satu bab, bab IV memaparkan hasil penelitian. Pemaparan tersebut dapat diawali dengan penjelasan tentang gambaran umum lokasi penelitian, sementara uraian tentang pembahasan selanjutnya disajikan dalam bab V dan seterusnya.

4.11 BAB V Simpulan dan Saran

Bagian ini memaparkan pemahaman peneliti terkait permasalahan yang diteliti dalam bentuk simpulan dan saran.

4.11.1 Simpulan

Bagian simpulan umumnya menguraikan secara singkat benang merah hasil penelitian.

Bagian ini juga memuat ringkasan hal-hal penting yang ditemukan oleh peneliti dari hasil penelitian.

4.11.2 Saran

Bagian ini merupakan bagian yang berisi saran terkait pengembangan ilmu pengetahuan yang sedang diteliti termasuk jenis penelitian yang diperlukan selanjutnya untuk menunjang pengembangan ilmu pengetahuan tersebut.

Selain itu, pada bagian ini penulis juga menyampaikan saran praktis yang berkaitan dengan penerapan ilmu pengetahuan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.

Jika bagian hasil dan pembahasan disajikan dalam lebih dari satu bab, maka penomoran bab simpulan dan saran disesuaikan dengan jumlah bab yang ditulis sebelumnya (bab simpulan dan saran adalah bab terakhir dari Tesis/Disertasi).

4.12 Daftar Pustaka

Bagian ini merupakan bagian yang berisi seluruh pustaka yang digunakan dalam penyusunan tesis.

4.13 Lampiran

Bagian ini merupakan bagian yang berisi lampiran terkait hal-hal yang memperjelas pembahasan yang telah dipaparkan dalam tesis.

Lampiran juga dapat berupa hal-hal penting yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti atau hal yang dirasa penting dan perlu disertakan seperti perhitungan statistik, foto, kuesioner, pedoman wawancara, lampiran data dasar, dan lain-lain.

5. Jenis-Jenis Tesis

Berdasarkan jenisnya, tesis terbagi menjadi dua bagian.

  1. Tesis kuantitatif, merupakan tesis yang membangun pernyataan atau kerangka hipotektikal atau bisa juga disebut Tesis Nalar Deduktif – Hipotektikal. Tulisan ini biasanya bertemakan sains.
  2. Tesis kualitatif, tidak membangun pernyataan atau kerangka hipotektikal atau biasa disebut Tesis Nalar Infuktif – Nonhipotektikal. Tulisan ini biasanya bertemakan sastra.

6. Tahapan Pembuatan

Menyusun sebuah tesis memerlukan proses yang tidak mudah dan memerlukan waktu yang tidak singkat.

Berikut adalah langkah-langkah penyusunannya.

6.1 Memilih Topik untuk Tesis

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah memilih topik.

Dalam memilih topik perlu ditentukan terlebih dahulu tujuan dari tesis yang akan Anda garap.

Yang pertama kali harus dilakukan adalah temukan bidang yang Anda sukai.

Selanjutnya, cobalah cari dan mulailah membaca sumber bacaan ilmiah untuk mencari minat Anda tersebut.

Berkonsultasilah dengan dosen pembimbing.

Pertimbangkan pula untuk berkonsultasi dengan partner industri untuk mencari proyek yang dapat dikerjakan sebagai tesis.

Mencari partner industri dapat memberi peluang untuk mendapatkan pendanaan penelitian dan lapangan pekerjaan.

Selanjutnya, pilihlah topik yang terbaik.

Berdasarkan topik yang terpilih, tentukan pertanyaan atau masalah yang nantinya akan dijawab dalam tesis.

Untuk memastikan topik Anda layak untuk diteliti perlu dilakukan survei dengan membaca jurnal-jurnal terkait.

6.2 Memilih Bacaan untuk Referensi Tesis

Setelah memilih topik dengan matang, lakukan tinjauan pustaka secara mendalam tentang topik tesis yang akan dikerjakan.

Pastikan tesis Anda orisinil, yaitu tidak mengulang tesis yang pernah ada.

Selanjutnya pilihlah sumber utama, yaitu berbagai tulisan yang menciptakan ide/teori sebagai sumber utama.

Pilihlah juga tulisan yang membahas sumber utama sebagai sumber kedua.

Sumber kedua ini sangat penting karena bisa menggambarkan sejauh mana pengetahuan Anda.

Selanjutnya kelola rujukan pada bab awal tesis atau menempatkan pada keseluruhan tesis.

6.3 Merencanakan Kerangka Tesis

Pelajari jenis tesis yang akan Anda kerjakan.

Siapkan pernyataan dari pertanyaan yang terkait topik.

Selanjutnya, buat kerangka untuk mengarahkan tulisan.

Pahamilah bagian-bagian yang harus tercakup dalam tulisan.

6.4 Proses Menulis Tesis

Buatlah jadwal dan tentukan target.

Mulailah mencicil pekerjaaan agar terasa lebih ringan dan jangan sering menundanya.

Istirahat yang cukup juga sangat penting agar Anda dapat berpikir dengan jernih.

Temukan waktu produktif Anda, setiap orang mempunyai waktu produktif yang berbeda.

Usulan tesis dapat digunakan sebagai pendahuluan, walaupun selama pengerjaan bisa terjadi revisi terhadap pendahuluan.

Selanjutnya masukkan tinjauan pustaka pada tulisan.

Kaitkan rujukan dengan tesis untuk menjelaskan kontribusi tesis terhadap tulisan yang relevan.

Sisa tulisan tergantung jenis tesis yang dikerjakan.

Tesis kuantitatif akan memerlukan sumber kedua dalam menjelaskan dan menyajikan hasil studi.

Tesis kualitatif akan tetap menggunakan rujukan sumber kedua untuk membangun analisa.

Buatlah kesimpulan yang kuat dengan merincikan pentingnya tesis Anda.

Berikan informasi tambahan seperti tabel dan grafik.

6.5 Menyelesaikan Tesis

Pastikan format tesis dibuat sesuai dengan pedoman penulisan tesis universitas Anda berada.

Baca ulang tesis dan minta bantuan teman untuk menemukan kesalahan.

7. Contoh Tesis

Salah satu contoh tesis adalah tesis yang disusun oleh Ali Akbar Mahasiswa Sekolah Sarjana Institut Pertanian Bogor dengan judul “Dampak Penjarangan dan Tebang Habis terhadap Komunitas Serangga”.

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penjarangan dan tebang habis terhadap komunitas serangga serta menentukan jenis serangga yang berpotensi sebagai bioindiaktor dalam menilai keberhasilan penjarangan dan tebang habis pada hutan tanaman.

Contoh tesis di atas dalam format pdf dapat diunduh pada link berikut.

Contoh Tesis Dampak Penjarangan dan Tebang Habis terhadap Komunitas Serangga

 

Tesis merupakan tugas akhir dari mahasiswa program S-2 atau magister.

Meskipun begitu, penyusunan tesis diharapkan bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan gelar, tetapi juga dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.