Karya Ilmiah: Pengertian, Jenis, Fungsi, Struktur, dan Contoh

Banyak orang yang mungkin sudah akrab dengan karya ilmiah atau karya tulis ilmiah, apalagi para mahasiswa yang dituntut untuk bisa menyusun karya tulis ilmiah untuk mencapai gelar sarjananya dengan menulis hasil penelitian yang dikenal dengan nama skripsi. Untuk menyusun skripsi, tesis, atau disertasi pun seorang mahasiswa membutuhkan teknik dan aturan. Hal ini sangat penting karena karya tulis ilmiah yang dihasilkan harus dapat dipertanggungjawabkan keasliannya dan kelogisannya.

Bukan hanya tekniknya saja yang harus diketahui, namun apa itu karya ilmiah, bagaimana bagian dan urutannya, apa fungsinya, serta apa yang harus diperhatikan dan dipersiapkan untuk menyusunnya. Pertanyaan-pertanyaan di atas akan dijawab dalam tulisan ini.

Karya Ilmiah

 

1. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah karangan yang memaparkan pendapat, hasil pengamatan, tinjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan, bersantun bahasa, dan isi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Definisi karya ilmiah menurut Sudjiman dan Sugono (1991) adalah karya tulis dengan penyusunan berdasarkan kajian ilmiah. Sedangkan menurut Suriasumantri (1995) dalam Finoza (2010), karya tulis ilmiah adalah tulisan yang memuat argumentasi penalaran keilmuan serta dikomunikasikan lewat bahasa tulisan yang baku dengan sistematis-metodis dan sintesis analitis.

Pengertian karya ilmiah menurut para ahli:

  1. Menurut Eko Susilo (1995) karya ilmiah adalah salah satu karangan atau tulisan yang didapat sesuai sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, pemantauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu serta sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.
  2. Menurut Dwiloka dan Riana, karya ilmiah atau artikel ilmiah merupakan karya seorang ilmuwan (pembangunan) yang hendak membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang didapat melalui literatur, pengalaman, serta penelitian.

Pengertian karya tulis ilmiah menurut KBBI merupakan karya tulis yang dibuat menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dan berdasarkan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka).

Pengertian karya tulis ilmiah menurut wikipedia adalah laporan tertulis diterbitkan yang mengungkapkan hasil penelitian atau pengkajian yang dilakukan oleh seseorang atau tim dengan memenuhi kaidah serta etika keilmuan yang ditaati oleh masyarakat keilmuan.

2. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

Arifin (2003) mengatakan bahwa ada beberapa jenis karangan ilmiah yang biasa ditulis orang. Selain makalah dan skripsi, ada pula nama lain, seperti kertas kerja, laporan penelitian, tesis dan disertasi. Berikut jenis-jenis karya ilmiah menurut Arifin (2003):

2.1 Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang mengutarakan suatu masalah dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.

Menurut KBBI, makalah adalah tulisan resmi suatu pokok dengan tujuan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan serta disusun untuk diterbitkan dan juga merupakan karya tulis pelajar atau mahasiswa untuk laporan hasil pengerjaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

2.2 Kertas kerja

Kertas kerja hampir sama dengan makalah, namun penjabaran untuk kertas kerja lebih mendetail daripada makalah.

Menurut KBBI kertas kerja adalah karangan tertulis yang membahas masalah tertentu yang disampaikan dalam suatu seminar untuk mendapat jawaban lebih lanjut.

2.3 Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis menurut pendapat orang lain dan diri sendiri. Data diperoleh melalui observasi lapangan atau percobaan laboratorium.

Menurut KBBI skripsi ialah tulisan saintifik yang wajib dibuat oleh mahasiswa sebagai persyaratan akhir pendidikannya.

2.4 Tesis

Tesis adalah karya ilmiah yang menyajikan temuan baru dengan melakukan penelitian sendiri. Tesis ini juga adalah tulisan yang lebih mendetail daripada skripsi.

Menurut KBBI tesis merupakan pernyataan yang didukung oleh argumen yang disajikan dalam bentuk karangan untuk memperoleh gelar sarjana pada perguruan tinggi dan merupakan karangan ilmiah yang dibuat untuk mendapatkan gelar sarjana pada suatu universitas (perguruan tinggi).

2.5 Disertasi

Disertasi adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu dalil dan dibuktikan sendiri oleh penulis. Disertasi ini disusun sebagai tugas akhir untuk meraih gelar doktor.

Menurut KBBI disertasi merupakan karangan ilmiah yang dibuat guna mendapatkan gelar doktor.

3. Fungsi Karya Tulis Ilmiah

Fungsi karya ilmiah adalah sebagai media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hal ini berkaitan dengan hakikat karya tulis ilmiah yaitu menyampaikan kebenaran melalui metode yang sistematis, metodologis, dan konsisten.

Jika dihubungkan dengan hakikatnya maka fungsi karya ilmiah adalah sebagai berikut:

3.1 Penjelasan (explanation)

Tulisan ini dapat dijelaskan sebagai suatu hal yang sebelumnya tidak diketahui, tidak jelas, dan tidak pasti.

3.2 Ramalan (prediction)

Tulisan ini dapat membantu mengantisipasi hal yang kemungkinan akan datang di masa yang akan datang.

3.3 Kontrol (control)

Tulisan ini dapat berfungsi untuk mengontrol atau mengawasi benar tidaknya suatu pernyataan.

4. Sistematika dan Struktur Karya Ilmiah

Dalam pembuatan karya ilmiah yang memenuhi kaidah penulisan terdapat sistematika atau struktur yang menjadi poin penting. Tidak hanya menyusun sebuah berita yang memiliki sistematika, namun karya tulis ilmiah pun memiliki sistematika atau urutan. Menurut Finoza (2010), karya ilmiah menaati kaidah atau aturan penulisan secara ketat dan sistematis.

Kemudian, tulisan saintifik ini memiliki tata bentuk yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. halaman-halaman awal (preliminaries) yang mencakup judul, kata pengantar, aneka daftar seperti daftar isi, dan daftar tabel/bagan/lampiran,
  2. isi utama (main body) yang mencakup pendahuluan, isi dan penutup, serta
  3. halaman-halaman akhir (reference-matter) yang mencakup daftar pustaka, lampiran, dan biodata penulis.

Pengelompokkan tiga bagian karya ilmiah juga diungkapkan oleh Arifin (2003) antara lain, bagian pembuka karangan ilmiah, bagian inti karangan ilmiah, dan bagian penutup karangan ilmiah. Tiga bagian tersebut dirinci lagi menjadi sebagai berikut.

Bagian pembuka terdiri atas 9 bagian yaitu:

  1. Kulit luar
  2. Halaman judul
  3. Halaman pengesahan (jika perlu)
  4. Halaman penerimaan (jika perlu)
  5. Prakata
  6. Daftar isi
  7. Daftar tabel (jika ada)
  8. Daftar gambar (jika ada)
  9. Daftar singkatan dan lambang (jika ada)

Untuk bagian inti terdapat tiga bagian, antara lain:

  1. Bab pendahuluan
  2. Bab analisis atau pembahasan
  3. Bab simpulan

Bagian penutup juga terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  1. Daftar pustaka
  2. Indeks (jika perlu)
  3. Lampiran (jika perlu)

5. Tahap-Tahap Penulisan

Ada beberapa tahap dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Seperti yang dikatakan Kalidjernih (2010), karya ilmiah tidak ditulis serta merta dan tidak hanya selesai dalam satu kali penulisan. Akan tetapi, sebuah karya tulis ilmiah dihasilkan melalui suatu proses. Proses tersebut dimulai dari perencanaan, penulisan, penyuntingan (pengeditan) sampai perevisian.

Sedangkan Arifin (2003) membagi tahapan pembuatan tulisan ini menjadi lima bagian, yaitu:

  1. Persiapan
  2. Pengumpulan data
  3. Pengorganisasian dan pengonsepan
  4. Pemeriksaan atau penyuntingan konsep
  5. Penyajian atau pengetikan

Dari lima tahapan pembuatan karya ilmiah menurut Arifin di atas, dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga tahapan. Tahap yang pertama adalah prapenulisan atau tahap persiapan (tahap 1 dan 2). Tahap yang kedua adalah tahap penulisan (tahap 3, 4, dan 5). Dan yang terakhir ialah tahap revisi, yang merupakan merevisi atau membenahi kesalahan ketikan maupun kesalahan isi.

Hal-hal yang harus dilakukan pada tahap prapenulisan atau tahap persiapan ini antara lain, pemilihan topik atau masalah untuk karya ilmiah, menentukan judul karangan, membuat kerangka karangan, dan mencari referensi atau data-data yang diperlukan untuk pembuatan tulisan ini.

1. Penentuan atau pemilihan topik

Definisi topik menurut Arifin (2003) adalah pokok pembicaraan. Sedangkan menurut Sudjiman dan Sugono (1991) topik adalah pokok yang akan diperikan atau masalah yang hendak ditemukan di dalam karya ilmiah. Jadi, topik adalah hal yang dibahas dalam karya ilmiah dan berfungsi sebagai pengikat uraian.

Arifin (2003) mengemukakan enam syarat untuk memilih topik, antara lain:

  1. Topik yang dipilih harus terletak di sekeliling penulis
  2. Menarik perhatian penulis
  3. Terpusat pada suatu segi lingkup dan terbatas
  4. Memiliki fakta dan data yang objektif
  5. Diketahui prinsip-prinsip ilmiah atau tidak terlalu baru
  6. Memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan

2. Tema tulisan

Tema ialah pokok atau buah pikiran yang sudah mulai dipersempit dari sebuah topik. Menurut pendapat Finoza (2010), tema mempunyai arti pokok pemikiran, konsep,  ide, atau buah pikiran tertentu yang akan dimasukkan oleh penulis dalam karangannya. Tema lah yang akan melatarbelakangi dan mendesak seseorang untuk menuliskan karangannya.

3. Judul karangan

Judul karangan akan dibuat setelah topik ditentukan. Setelah itu penulis dapat langsung memilih judul karangan atau pemilihan judul karangan setelah tulisan selesai disusun. Hal ini dilakukan agar judul sesuai dengan topik yang dibahas.

Menurut Sudjiman dan Sugono (1991), pada umumnya judul karangan dipikirkan penulis setelah karangan selesai ditulis dan judul karangan haruslah menarik perhatian pembaca.

Ada lima syarat penulisan judul menurut Widjono HS (2005), antara lain:

  1. Sesuai dengan topik
  2. Sesuai dengan isi karangan
  3. Berbentuk frasa bukan kalimat
  4. Singkat (tidak lebih dari 9 kata yang tidak termasuk kata tugas)
  5. Jelas (tidak menggunakan kata kias, tetapi bahasa lugas)

4. Membuat kerangka karangan

Kerangka karangan atau ragangan (outline) disusun setelah penulis menentukan topik yang akan ditulis. Penyusunan kerangka karangan mempunyai tujuan untuk mempermudah penulis dalam mengembangkan karangan atau tulisan serta memudahkan penulis untuk mencari referensi.

Menurut Arifin (2003), penulisan karangan ilmiah harus menentukan terlebih dulu judul-judul bab dan judul-judul anak bab.

Judul anak bab merupakan bagian masalah dari judul karangan ilmiah yang telah ditentukan. Untuk menentukan judul bab dan judul subbab dapat dilakukan dengan membuat pertanyaan-pertanyaan berdasarkan judul karangan ilmiah. Seperti, apa yang hendak dilakukan dengan judul ini, akan diapakan judul ini atau masalah apa sajakah yang bisa dibahas dari judul ini.

Contoh kerangka penyusunan makalah

Upaya Peningkatan Produksi Singkong di Indonesia: Studi Kasus Jawa Timur Tahun 2005-2008

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang: berisi alasan mengapa memilih topik produksi singkong di Indonesia, siapa saja yang pernah membahas tema tersebut (produksi singkong di Indonesia) dan apa kesimpulan yang diperoleh mereka.

1.2 Rumusan masalah: (sebaiknya, rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan dengan membuat penomoran jika itu lebih dari satu).

  1. Bagaimana produksi singkong di Jawa Timur dalam empat tahun terakhir (2005-2008)?
  2. Apakah petani singkong di Jawa Timur menghadapi masalah dalam bercocok tanam?
  3. Apa saja upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah Jawa Timur dalam meningkatkan produksi singkong di daerahnya?

1.3 Tujuan penulisan: sesuai dengan masalah yang dipertanyakan sebaiknya dengan membuat penomoran jika itu lebih dari satu.

  1. Tulisan ini akan dideskripsikan produksi singkong di Jawa Timur dalam empat tahun terakhir (2005-2008).
  2. Tulisan ini akan dideskripsikan juga kendala yang dihadapi petani singkong di Jawa Timur dalam empat tahun terakhir (2005-2008).
  3. Tulisan ini akan dideskripsikan upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah Jawa Timur dalam meningkatkan produksi singkong di daerahnya.

1.4 Metode pengumpulan data

1.5 Kerangka teori

Bab II Pembahasan

2.1 Produksi singkong di Jawa Timur pada tahun 2005-2008

2.2 Kendala yang dihadapi petani singkong di Jawa Timur pada tahun 2005-2008

2.3 Upaya peningkatan produksi singkong di Jawa Timur pada tahun 2005-2008

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

5. Referensi atau sumber data-data

Menurut Arifin (2003) ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengumpulan data, langkah pertama yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data adalah mencari informasi dari kepustakaan (jurnal, buku, majalah, dan koran).

Langkah kedua adalah pengumpulan data dengan menggunakan cara terjun langsung ke lapangan dan data dapat dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, atau eksperimen. Pencarian informasi melalui kepustakaan ini memiliki tujuan untuk memperkuat teori, metode penelitian, dan sebagai data pembuka.

Selain itu, penelusuran informasi melalui kepustakaan juga bertujuan sebagai data yang dicari dalam riset pustaka. Hal ini sesuai dengan pendapat Zed (2008) yaitu hampir semua jenis penelitian membutuhkan studi pustaka. Walaupun orang sering membeda-bedakan antara riset kepustakaan (library research) dan riset lapangan (field research), keduanya tentu membutuhkan penelusuran pustaka. Perbedaan yang paling menonjol hanyalah ada pada tujuan, fungsi dan atau kedudukan studi pustaka dalam masing-masing studi.

Sugiyono (2006) mengatakan bahwa pengumpulan data dapat dilakukan dalam beraneka latar, sumber dan cara. Dilihat dari latar, data dapat dikumpulkan melalui latar alamiah, laboratorium, rumah, seminar, dan diskusi. Berdasarkan sumber datanya, pengumpulan data dapat diperoleh dengan menggunakan sumber primer dan sekunder. Dilihat dari teknik pengumpulan data, data dapat diperoleh dengan cara wawancara (interview), angket (kuesioner), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya.

6. Etika Penulisan

Etika Penulisan berdasarkan Setiawan (2011) mengemukakan bahwa etika adalah konsep yang memusat pada karakter yang baik dan layak berdasarkan nilai-nilai norma, moralitas, adat, baik kemanusiaan maupun agama.

Terdapat dua prinsip dasar dalam etika penulisan, yaitu prinsip penghormatan atau kehormatan dan prinsip pengakuan.

Prinsip penghormatan mengandung tuntutan moral bahwa jika kita menulis karya tulis ilmiah harus mempunyai suatu keinginan atau sikap untuk menghormati orang lain seperti menghormati pembaca dan menghormati hak-hak orang lain.

Prinsip pengakuan adalah prinsip yang mengandung tuntutan bahwa kita harus memiliki sifat bersedia mengakui gagasan yang sudah tertuang dalam suatu publikasi adalah milik di penulis.

Kemudian ada juga prinsip penataan merupakan prinsip-prinsip yang menata, menuntun, atau mengatur para pelaku bagaimana seharusnya berkelakuan. Dalam hal tulis-menulis, prinsip ini mengatur para penulis bagaimana seharusnya mereka menulis. Serta menurut Wiradi (1996) ada prinsip pengutipan merupakan asas yang mengatur bagaimana caranya mewujudkan dasar moral bahwa kita mengakui sekaligus menghormati gagasan milik orang lain.

Kegiatan penelitian ilmiah dibangun atas dasar kepercayaan, baik itu kepercayaan dari peneliti maupun kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan itu akan terjaga dan terpelihara jika perilaku komunitas ilmiah atau seseorang mengikuti etika ilmiah yang tercermin dalam karya tulis ilmiahnya. Sebagai pegangan untuk mengikuti etika penulisan ilmiah, setiap instansi ilmiah biasanya mengeluarkan peraturan dan petunjuk etika penulisan ilmiah.

Berikut merupakan beberapa etika penulisan ilmiah:

  1. Penulis mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran
  2. Mempunyai komitmen serta bertanggung jawab kepada pembacanya
  3. Menghormati hak orang lain untuk menyampaikan pendapatnya
  4. Menghormati karya orang lain, dan tidak melakukan plagiarisme yang merupakan permasalahan etika penulisan ilmiah
  5. Tidak menuliskan sesuatu yang mendiskriminasi seseorang
  6. Tidak mengunggah tulisan yang sama dengan media atau orang lain

Permasalahan etika penulisan ilmiah dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

1. Fabrikasi (fabrication)

Fabrikasi (fabrication) Fabrikasi merupakan kegiatan mengarang (making up) data, dan informasi yang signifikan untuk mengusulkan, melakukan serta melaporkan penelitian.

Pada KBBI fabrikasi merupakan pernyataan atau cerita yang dibuat-buat untuk menipu.

2. Falsifikasi (falsification)

Falsifikasi (falsification) merupakan kegiatan mengganti atau memudarkan data dan eksperimen atau memudarkan sesuatu yang signifikan atau bermakna.

3. Plagiarisme (plagiarism)

Plagiarisme merupakan kegiatan menyalin sesuatu yang merupakan gagasan milik orang lain. Plagiarisme menurut KBBI adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta.

7. Contoh Lengkap Karya Tulis Ilmiah

Berikut adalah beberapa contoh karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai sehari-hari.

7.1 Karya Ilmiah berupa PKM

Menurut Wikipedia PKM atau Program Kreativitas Mahasiswa adalah suatu media bentukan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam memfasilitasi kemampuan yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mempelajari, membangun, serta mengaplikasikan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari saat kuliah kepada masyarakat luas.

Berikut adalah contoh mengenai PKM atau program Kreativitas Mahasiswa tentang “Penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus melalui pengembangan obat herbal dengan teknik ekstraksi daun kenitu“.

7.2 Karya Tulis Ilmiah berupa Tugas akhir

Tugas akhir adalah salah satu karya ilmiah yang dibuat oleh setiap mahasiswa masing-masing program studi dari hasil penelitian suatu masalah dan dilakukan secara seksama dengan pengarahan dari dosen pembimbing.

Berikut ini merupakan contoh dari Tugas Akhir jurusan Teknik Elektro tentang “Realisasi Bandpass Filter Menggunakan Metoda Cross Coupled Berbasis Square Split Ring Resonator Pada Frekuensi 1930MHz-1990MHz“.

7.3 Skripsi

Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan pendapat rekan peneliti lain yang sebidang dengan topik penelitian kita. Menurut KBBI skripsi adalah karya tulis ilmiah yang wajib dibuat oleh mahasiswa sebagai persyaratan akhir pendidikannya.

Di bawah ini merupakan contoh skripsi dari jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB mengenai “Manfaat dan Skema Perlindungan Mata Air Cijabon di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor“.

7.4 Tesis

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan temuan baru dengan melakukan penelitian sendiri. Tesis ini juga adalah tulisan yang lebih mendetail daripada skripsi.

Berikut adalah contoh dari tesis tentang “Model Pendugaan dan Pola Sebaran Spasial Biomassa di Areal Revegetasi Bekas Tambang Nikel“.

7.5 Disertasi

Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu dalil dan dibuktikan sendiri oleh penulis.

Berikut ini merupakan contoh dari disertasi tentang “Gerak Penduduk dan Persistensi Kemiskinan Agraria di Pedesaan Jawa“.

7.6 Jurnal

Secara harfiah jurnal dikatakan seperti catatan harian yang dibuat secara kronologis serta sistematis.

Berikut merupakan contoh jurnal tentang “Regional body fat distribution assessment by bioelectrical impedance analysis and its correlation with anthropometric indices“.

 

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa karya tulis ilmiah sangatlah penting untuk menambah wawasan yang bermanfaat. Dan banyak juga peraturan yang harus dipahami untuk membuat satu karya tulis ilmiah.

Itulah beberapa informasi tentang karya tulis ilmiah, semoga dengan membaca artikel ini dapat membantu anda terutama untuk menumbuhkan semangat membaca karya ilmiah.

Comments are closed.