Definisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Syarat, dan Contoh Lengkap

Lahir di Indonesia, hidup di Indonesia, orang Indonesia asli, menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, tapi nilai ujian Bahasa Indonesia tidak pernah mencapai angka maksimal. Apakah Anda salah satu yang mengalami hal itu? Tenang, Anda tidak sendirian. Terlihat mudah, ternyata bahasa ibu kita ini terbilang gampang-gampang susah oleh karena itu sebaiknya kita lebih mendalami materi-materi Bahasa Indonesia dan dalam kesempatan kali ini, kita akan kupas habis seputar definisi.

Kita sering mendengar dan mengucapkan istilah tersebut. Tetapi apakah Anda tahu apa makna dari kata ini secara harfiah?

Jika belum, mari kita belajar bersama.

Berikut adalah panduan lengkapnya yang meliputi pengertian, tujuan, ciri, syarat, serta contohnya.

Pengertian Definisi

1. Pengertian Definisi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi diartikan sebagai kata, frasa, atau kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); dan rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau studi.

Pengertian definisi berbeda-beda menurut para ahli, namun di Indonesia pengertian dari KBBI merupakan acuan tertinggi. Selain karena terlengkap dan paling akurat, KBBI juga dirumuskan oleh lembaga resmi pemerintah Republik Indonesia tepatnya di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Pada intinya, definisi adalah upaya memberikan sebuah arti pada kata atau istilah.

2. Tujuan

Tujuan utama mendefinisikan adalah untuk memberi batasan atau makna pada sebuah istilah sehingga menghasilkan kesepakatan untuk masyarakat secara global.

3. Ciri-Ciri Definisi

Tidak semua arti kata maupun makna kata bisa disebut dengan definisi, sebab hal ini memiliki karakteristik tertentu. Ada dua istilah penting untuk memahami ciri-cirinya yakni definiendum dan definiens.

Definiendum adalah unsur istilah atau kata yang dijabarkan. Sementara definiens adalah unsur rangkaian kata maupun frasa atau kalimat yang berfungsi menguraikan pengertian.

Definiens yang dimulai dengan kata benda, didahului kata “adalah”.

Contoh: Teh adalah sejenis pohon berukuran kecil yang tumbuh di alam bebas yang memiliki daun berbentuk bulat telur atau jorong, berwarna hijau segar, dan pucuknya seringkali dilayukan kemudian dikeringkan untuk dibuat minuman atau campuran olahan makanan.

Definiens yang dimulai dengan selain kata benda, didahului kata “yaitu”.

Contoh: Minum yaitu memasukkan air atau benda cair ke dalam mulut dan meneguknya.

Definiens yang merupakan sinonim didahului kata “ialah”.

Contoh: Dahaga ialah haus.

4. Syarat

Tugas pemaknaan ini adalah untuk memberikan batas dan menentukan suatu pengertian yang dapat diterima secara universal dengan tepat, jelas, dan singkat. Batasan suatu istilah perlu dijelaskan agar tidak kabur dan tidak tumpang tindih dengan pengertian lain. Untuk itu, sebuah pemaknaan yang baik harus memenuhi syarat sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Adapun syarat-syarat pembuatannya menurut Bakry dalam bukunya Logika Praktis Dasar Filsafat dan Sarana Ilmu adalah sebagai berikut:

  1. Harus menyatakan ciri-ciri secara hakiki dari apa yang akan dijabarkan atau dideskripsikan, yaitu menunjukkan pengertian atau pemaknaan umum yang meliputinya beserta ciri pembedanya yang khas atau penting.
  2. Harus merupakan suatu kesetaraan arti dengan hal yang diberi makna, maksudnya lingkup artian tidak terlampau sempit dan tidak terlampau luas.
  3. Harus menghindarkan pernyataan yang memuat syarat yang diberi makna, artinya tidak boleh berputar-putar, tidak boleh berbelit-belit baik secara langsung atau tidak langsung pada subyek yang didefinisikan.
  4. Harus sedapat mungkin dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif, yaitu sebisa mungkin dihindari dari pernyataan negatif. Adapun yang dimaksudkan negatif di sini bukanlah kontennya melainkan konteks dalam perumusannya.
  5. Harus dinyatakan secara tepat, singkat, dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur, ambigu, tidak boleh menggunakan bahasa kiasan. Sebab, maksud membuatnya dari suatu istilah adalah untuk memberi penjelasan serta menghilangkan makna ganda, maka dengan dipakainya istilah-istilah yang kabur atau ambigu dapat menghalangi maksud tersebut.

5. Jenis-Jenis Definisi

Bicara tentang jenis-jenisnya, para ahli merumuskan banyak klasifikasi. Jika Anda membuka Wikipedia Ensiklopedia Bebas, Anda akan menemukan ada lima jenis. Pada beberapa buku menurut ahli lain juga disebutkan tiga jenis yakni sinonim, etimologi, dan formal.

Klasifikasi yang paling sering digunakan adalah yang dirumuskan oleh Alex Lanur, Poespoprodjo, dan Nicholas Rescher. Secara garis besar, hal tersebut dibagi menjadi dua sebagai berikut:

5.1 Definisi Nominal

Definisi nominal adalah jenis yang memberikan sebuah arti yang baru pada kata yang sudah lama ada dan ini merupakan suatu cara untuk menjelaskan sesuatu dengan menguraikan arti katanya.

Adapun mengenai definisi nominal dapat dinyatakan dalam tiga cara, yaitu:

  1. Definisi etimologi: dengan melihat asal-usul kata dari pengertian asli sampai yang ada saat ini.
  2. Definisi etimologi dilengkapi keterangan: tentang bagaimana sebuah makna telah digunakan dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Definisi sinonim: mengartikan sebuah kata dengan padanan katanya.

5.2 Definisi Riil

Definisi riil adalah proses atau hasil menyatakan makna kata dengan merincikan unsur-unsur konsepnya.

Terkait hal ini dapat dinyatakan dalam lima cara, yaitu:

  1. Definisi hakiki: suatu pengertian yang hanya mengandung unsur pokok, pengertian yang abstrak yang sangat perlu untuk memahami suatu istilah tertentu dan untuk membedakannya dari istilah yang lain sehingga sifat dari sebuah istilah tersebut tidak termasuk dalam hakikat sesuatu itu.
  2. Definisi deskriptif: menggunakan ciri khas atau karakteristik khusus yang selalu dan tetap terdapat pada suatu benda.
  3. Definisi final: menunjukkan sebuah tujuan atau maksud tertentu.
  4. Definisi kausalitas: menunjukkan adanya sebab akibat yang kemudian dituangkan dalam sebuah kalimat.
  5. Loaded definition: tidak menjelaskan arti atau makna dari suatu kata secara mudah atau sederhana, namun dalam memberikan pemaknaan ditambahkan suatu pernyataan yang mengevaluasi, menilai, atau menimbang pernyataan sebelumnya.

6. Contoh

Berikut adalah contoh dari masing-masing jenis.

6.1 Contoh Definisi Nominal

Contoh definisi etimologi:

Sosiologi berasal dari kata socius yang berarti kawan, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

Contoh definisi sinonim:

fauna ialah hewan.

6.2 Contoh Definisi Riil

Contoh definisi hakiki:

Ikan koi dan ikan louhan dapat dibedakan.

Contoh definisi deskriptif:

Pernikahan itu janji suci antara dua insan, pernikahan itu komitmen seumur hidup, pernikahan itu tidak sekadar ikatan perkawinan yang diucapkan lisan tapi juga sebuah cara halal untuk bersatu sampai maut memisahkan.

Contoh definisi final:

Helm adalah topi pelindung kepala yang dibuat dari bahan yang tahan benturan, biasa dipakai oleh tentara, anggota barisan pemadam kebakaran, pekerja tambang, penyelam sebagai bagian dari pakaian, pengendara sepeda motor, dan sebagainya sehingga kepala akan terlindungi.

Contoh definisi kausalitas:

Fenomena fatamorgana dapat terjadi karena adanya pembiasan cahaya yang menyebabkan terjadinya ilusi optik.

Contoh loaded definition:

Monarki merupakan suatu ideologi negara yang menganut sistem kerajaan, dipimpin oleh seorang penguasa, dan dalam sistem ini fungsi pemerintahan tidak lagi dibutuhkan dan tidak banyak diinginkan.

 

Panduan lengkap mengenai definisi mulai dari pengertian hingga contoh sudah kami jabarkan. Sekarang Anda sudah paham betul mengenai hal ini, bukan? Semangat terus untuk belajar bahasa ibu kita, Bahasa Indonesia ya. Jangan mudah menyerah!