Eksposisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contoh

“Eksposisi adalah jenis paragraf atau penyajian tulisan yang dibuat dengan tujuan agar pembaca dapat menerima informasi dari tulisan secara jelas.”

Sejauh ini masih banyak orang yang belum mengetahui mengenai jenis-jenis teks atau paragraf yang selama ini dibaca. Di dalam tata Bahasa Indonesia sendiri, teks atau paragraf memiliki fungsi yang bermacam-macam seperti berargumentasi, menyampaikan pendapat, hingga memberikan informasi. Berbagai macam fungsi dari teks ini dibedakan menjadi beberapa macam, salah satunya adalah jenis teks atau jenis karangan eksposisi.

Eksposisi sendiri merupakan salah satu dari berbagai macam jenis teks dalam struktur tata bahasa Indonesia yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dan juga pengetahuan kepada para pembaca.

Agar pengetahuan Anda mengenai jenis-jenis karangan semakin bertambah, berikut akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian, tujuan, ciri, strukutur, unsur, jenis, dan contoh lengkap eksposisi.

Karangan Eksposisi

1. Pengertian Eksposisi

Untuk memahami pengertian eksposisi memang tidak mudah jika hanya dilihat dari struktur kata yang dihadirkannya saja. Perlu adanya pencarian informasi yang lebih mendalam untuk bisa mengetahui pengertian dari jenis teks yang satu ini.

Eksposisi adalah salah satu dari berbagai macam jenis paragraf, di mana isi dari paragraf yang dikembangkan ini ditujukan untuk memberikan suatu penjelasan dan juga informasi dengan bentuk yang sangat padat, akurat, dan juga singkat.

Definisi eksposisi jika dikaitkan dengan asal bahasa, berasal dari bahasa Inggris yaitu expose yang berarti memaparkan suatu hal. Jadi karangan ini bila diartikan secara bahasa yaitu suatu tulisan atau paragraf yang memaparkan suatu hal berkaitan dengan informasi ataupun topik-topik tertentu yang ditujukan kepada para pembaca agar mereka dapat menerima informasi tersebut dengan sangat jelas.

2. Tujuan Pembuatan Karangan Ekpsosisi

Tujuan pembuatan teks ini adalah untuk memberikan pemaparan dan juga penjelasan terkait informasi suatu hal atau topik yang dibahas dengan sangat jelas kepada para pembacanya.

Adanya informasi yang jelas dari teks ini juga bertujuan agar para pembaca mendapatkan informasi dan juga pengetahuan baru atas infomasi yang telah disampaikan.

3. Ciri-Ciri Eksposisi

Bila dibandingkan dengan jenis paragraf yang lain, ciri-ciri eksposisi memiliki karakteristik yang khas dan berbeda. Ciri-ciri ini penting diperhatikan karena dapat digunakan sebagai patokan untuk membedakan apakah teks tersebut termasuk ke dalam eksposisi atau tidak.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari eksposisi yang bisa Anda ketahui.

  1. Jenis teks yang satu ini bersifat informatif. Artinya tujuan dari adanya teks eksposisi semata-mata hanyalah untuk memberikan informasi kepada para pembacanya.
  2. Adanya data-data akurat yang terdapat di dalam teks. Hadirnya data-data ini semata-mata untuk memberikan penguatan terhadap teks agar informasi yang dihadirkan menjadi lebih valid dan juga terpercaya.
  3. Dapat menjawab berbagai pertanyan 5W+1H yang muncul di benak pembaca sebagai bukti bahwa teks tersebut termasuk ke dalam teks eksposisi yang baik.
  4. Jenis teks ini juga tidak memiliki sifat mengajak dan juga mempengaruhi para pembaca untuk melakukan sesuatu. Namun, teks ini hanya memberikan informasi terkait suatu hal dan mempersilakan para pembaca untuk menilai sendiri informasi tersebut tanpa adanya unsur ajakan.
  5. Bahasa yang digunakan umumnya menggunakan bahasa yang baku dan penyampaiannya dilakukan secara lugas dan tidak bertele-tele.

4. Struktur Eksposisi

Pada umumnya, teks ini memiliki struktur eksposisi yang sangat jelas dan bisa diidentifikasi. Strukturnya sendiri dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu tesis, argumentasi, dan juga penegasan kembali.

Berikut akan dijelaskan tentang ketiga struktur tersebut.

4.1 Tesis

Tesis merupakan salah satu struktur dari teks eksposisi yang termasuk ke dalam bagian pembuka.

Tesis umunya berisi tentang kumpulan pernyataan dan juga pendapat terkait topik pembahasan yang sedang dibahas di dalam teks. Pernyataan-pernyataan ini biasanya dikumpulkan dari orang-orang yang dianggap lebih ahli  dalam membahas topik tersebut.

4.2 Argumentasi

Argumentasi merupakan salah satu strukur dari eksposisi yang memuat berbagai fakta dan juga bukti-bukti konkret yang dapat menunjang tesis.

Berbagai fakta yang dihadirkan di dalam argumentasi ini biasanya berisi bahasan yang berkaitan dengan informasi konkret seperti tanggal, narasumber, latar, dan juga berbagai angka-angka yang relevan.

Argumentasi juga termasuk ke dalam isi teks sehingga informasi atau pendapat yang dituangkan oleh penulis tidak bisa asal-asalan dan harus diperhatikan keakuratan informasinya.

4.3 Penegasan Kembali

Penegasan kembali merupakan salah satu struktur dari eksposisi yang terletak pada bagian akhir. Struktur ini biasanya berisi tentang kesimpulan di mana pembukaan, tesis, dan juga argumentasi dibahas ulang namun lebih singkat dan menghadirkan penyampaian bahasa yang berbeda dibanding sebelumnya.

Di strukutur ini, penulis juga harus memberikan penekanan penting terkait poin-poin apa saja yang telah disampaikan di dalam argumentasi.

5. Unsur Kebahasaan

Di dalam teks eksposisi juga dikenal istilah unsur kebahasaan. Unsur kebahasaan sendiri adalah bagian-bagian yang menyusun teks tersebut. Di dalam teks eksposisi, terdapat tiga jenis unsur kebahasaan, antara lain konjungsi, pronomina, dan juga lesikal.

Berikut adalah penjelasan dari ketiga bagian tersebut.

5.1 Konjungsi

Konjungsi merupakan salah satu unsur kebahasaan teks eksposisi yang termasuk ke dalam kata penghubung. Kata konjungsi ini biasa digunakan untuk memperkuat suatu agumen yang dihadikan di dalam teks. Jenis konjungsi atau kata penghubung juga bemacam-macam.

Beberapa contoh konjungsi yang biasa dipakai di dalam teks yaitu “sebelum dan sesudah” sebagai konjungsi waktu.

Supaya, agar, dan untuk sebagai konjungsi tujuan.

Hanya, apalagi, bahkan sebagai konjungsi penguatan, serta masih banyak lagi contoh-contoh konjungsi yang lain.

5.2 Pronomina

Pronomina dikenal sebagai kata ganti yang biasa digunakan pada saat menyatakan suatu pendapat pribadi di dalam teks.

Pronomina sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu pronomina persona atau kata ganti orang baik tunggal maupun jamak, dan juga pronomina non persona atau kata ganti bukan orang.

Contoh dari pronomina persona antara lain kamu, aku, -mu, -ku, si-, mereka, para, kalian, dan sebagainya. Sedangkan contoh dari pronomina non persona antara lain ini, sini, situ, sana sebagai kata ganti penunjuk dan apa, mana, siapa sebagai kata ganti penanya.

5.3 Leksikal

Leksikal memiliki jenis yang bermacam-macam antara lain nomina, verba, adjektif, dan juga adverbia.

Nomina merupakan kata yang mengacu kepada benda.

Verba adalah kata yang mengacu kepada pekerjaan dan perbuatan.

Adjektif adalah kata yang mengacu kepada gambaran sifat dan keadaan baik untuk orang, binatang, maupun benda.

Adverbia merupakan kata yang mengacu kepada keterangan baik tempat, waktu, suasana, maupun alat.

6. Jenis Eksposisi

Karena tujuan utama eksposisi adalah memberikan informasi kepada para pembaca maka jenis karangan eksposisi sendiri memiliki ragam yang bermacam-macam sesuai dengan informasi seperti apa yang akan disampaikan.

Berikut akan dijabarkan mengenai beberapa jenis eksposisi.

6.1 Eksposisi Definisi

Eksposisi definisi merupakan suatu teks atau paragraf yang memaparkan informasi terkait pengertian suatu hal atau topik tertentu.

Namun ternyata teks eksposisi yang masuk ke dalam jenis definisi ini tidak hanya berkaitan dengan pengertian saja. Di sini, para pembaca juga akan dijelaskan mengenai informasi yang mencakup semua hal yang ada pada topik tersebut.

6.2 Eksposisi Proses

Eksposisi proses merupakan suatu teks atau paragraf yang memaparkan informasi terkait proses atau tahapan-tahapan yang berkaitan dengan topik yang dibahas dari awal hingga akhir.

Jadi di dalam jenis karangan eksposisi yang satu ini, informasi yang dihadirkan berupa langkah-langkah suatu topik yang dijabarkan secara urut dan juga terperinci. Eksposisi proses ini biasa membahas mengenai informasi terkait langkah-langkah membuat sesuatu atau tahapan-tahapan terjadinya sesuatu.

6.3 Eksposisi Ilustrasi

Eksposisi ilustrasi merupakan suatu teks atau paragraf yang memaparkan infomasi berkaitan dengan gambaran suatu topik yang dibahas.

Gambaran topik pada jenis teks atau paragraf yang satu ini akan disampaikan dengan sangat sederhana.

Gambaran ilustrasi ini juga dapat disampaikan dengan topik lain yang dirasa relevan dan berhubungan dengan topik yang sedang dibahas.

6.4 Eksposisi Laporan

Eksposisi laporan merupakan suatu teks atau paragraf yang memaparkan informasi terkait laporan mengenai suatu peristiwa kejadian tertentu. Selain menjelaskan mengenai suatu kejadian atau peristiwa, eksposisi laporan juga dapat digunakan untuk membahas suatu penelitian tertentu.

6.5 Eksposisi Perbandingan

Eksposisi perbandingan merupakan suatu teks atau paragraf yang memaparkan informasi terkait ulasan mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi.

Di dalam teks ini, biasanya penulis tidak hanya menjelaskan mengenai satu topik permasalahan, namun yang dibahas adalah dua topik permasalahan.

Nantinya dua topik permasalahan ini akan dibandingkan satu sama lain dan akan ditulis sesuai dengan pendapat dan juga agumentasi dari sisi penulis.

Dengan menggunakan eksposisi perbandingan maka penulis dapat menyampaikan mengenai hal-hal mana saja yang dianggap lebih baik.

6.6 Eksposisi Pertentangan

Eksposisi pertentangan merupakan suatu teks atau paragraf yang memaparkan informasi terkait suatu pertentangan yang terjadi antara satu hal dengan hal yang lainnya.

7. Contoh Lengkap

Setelah dijelaskan mengenai pengertian, karakteristik, struktur, dan jenis-jenisnya, tak lengkap rasanya jika tidak dipaparkan juga contoh suatu karangan eksposisi. Tanpa berlama-lama lagi, berikut akan dipaparkan beberapa contoh berdasarkan strukturnya.

Tesis:

Pada beberapa waktu kemarin, sistem pendidikan di Indonesia sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Hal yang paling jelas dari sistem perubahan ini adalah adanya sistem perubahan kurikulum. Kurikulum 2013 yang lama yang awalnya digunakan, kini diganti penggunaannya menjadi kurikulum 2013 edisi revisi.

Argumentasi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pelaksana pergantian kurikulum ini memaparkan bahwa penggunaan kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 edisi revisi diutamakan untuk digunakan pada sekolah-sekolah yang memiliki standar A atau standar internasional.

Sedangkan untuk menjalankan kurikulum 2013 edisi revisi sendiri dibutuhkan syarat tetap yaitu terjangkaunya akses buku-buku sekolah berbasis kurikulum 2013. Pihak kementerian sendiri mengatakan bahwa fokus dari pendidikan dengan sistem kurikulum 2013 adalah adanya pembangunan sikap dan karakter serta keterampilan dasar siswa mengenai berbagai kegiatan dan juga pendekatan ilmiah.

Selain itu, wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Musliar Kasim memaparkan bahwa kurikulum 2013 ini sudah tidak lagi memfokuskan kepada kemampuan menghafal namun lebih meningkatan tingkat keativitas yang dimiliki oleh para siswa.

Hal ini juga ditambah dengan pendapat dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Meutia Hatta yang menyatakan bahwa tujuan dari adanya kurikulum 2013 edisi revisi ini adalah untuk membentuk generasi-generasi masa depan yang memiliki karakter berkualitas dan juga memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi terhadap bangsa dan juga negara.

Penegasan Ulang:

Pemberlakuan kurikulum 2013 edisi revisi ini diharapkan membawa angin segar pada sistem pendidikan Indonesia agar tercipta sumber daya manusia unggul, berkualitas, dan berkarakter baik.

 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai eksposisi sebagai salah satu jenis teks paragraf. Dengan mempelajari eksposisi beserta cakupan apa saja yang terkait di dalamnya semoga bisa menjadi tambahan informasi yang berharga untuk Anda.

Anda juga dapat membaca referensi dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas.