Paragraf: Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri-Ciri, dan Contoh Lengkap

Suatu karya tulis dibagun dari serangkaian paragraf atau alinea. Rangkaian paragraf dapat menciptakan sebuah kesatuan tema yang memaparkan isi dan materi karya tulis. Sebuah paragraf terdiri dari susunan kalimat. Susunan kalimat dalam paragraf tersebut saling berkaitan dan koheren (padu).

Perencanaan dalam menyusun kalimat yang padu dan saling berkaitan sangatlah diperlukan.

Perencanaan tersebut dapat dimulai dari menentukan gagasan yang akan disampaikan penulis dan metode pengembangan gagasan.

Dengan demikian keberadaan paragraf dalam sebuah karya tulis menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan.

Pengertian Paragraf

1. Pengertian Paragraf

Paragraf adalah kesatuan pokok pikiran yang terdiri atas beberapa kalimat. Sebuah paragraf terdiri atas satu pokok pikiran atau satu gagasan utama.

Menurut Chaer (2011), paragraf adalah satuan bahasa yang terdiri atas dua buah kalimat atau lebih yang saling berkaitan, memiliki satu kesatuan yang utuh, dan padu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan, biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru.

2. Tujuan Membentuk Paragraf

Penulisan paragraf sering ditandai dengan penulisan kalimat yang menjorok ke dalam. Selain itu, penulis dapat menentukan spasi untuk membedakan jarak antar paragraf.

Tujuan membentuk paragraf, yaitu:

  • membedakan penulisan dalam merinci ide pokok;
  • membedakan pembaca dalam memahami pokok pikiran suatu karya tulis, dan
  • memberikan perhentian yang formal sehingga pembaca dapat beristirahat.

3. Fungsi Paragraf

Menurut Alek dan Achmad (2011), fungsi paragraf antara lain:

  • Mengekspresikan gagasan tertulis ke dalam kalimat yang tersusun secara logis;
  • Menandai pergantian gagasan baru setiap paragraf;
  • Memudahkan penulis dalam mengatur gagasan, dan
  • Memudahkan pembaca dalam memahami tulisan.

4. Jenis-Jenis Paragraf

Menurut Finoza (2009), paragraf dikelompokkan menjadi tiga. Ketiga kelompok paragraf tersbut, antara lain paragraf menurut posisi kalimat topik, menurut isinya, dan fungsinya.

4.1  Jenis-Jenis Paragraf berdasarkan Posisi Kalimat Topik

Kelompok paragraf menurut posisi kalimat topiknya dibedakan menjadi empat, yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif induktif, dan paragraf penuh kalimat topik.

4.1.1 Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang memiliki kalimat topik atau kalimat utama di awal paragraf. Paragraf ini menyajikan permasalahan di awal para paragraf dan kemudian menyajikan rincian atau uraian masalah.

4.1.2 Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang memiliki kalimat topik atau kalimat utama di akhir kalimat. Teknik penyajian ini dilakukan dengan cara menyajikan penjelasan terlebih dahulu dan kemudian menyajikan kalimat topik atau kalimat utama.

4.1.3 Paragraf Deduktif Induktif

Paragraf deduktif induktif merupakan paragraf yang memiliki kalimat topik atau kalimat utama yang terletak di awal dan akhir kalimat. Kalimat di akhir paragraf merupakan penegasan kembali dari gagasan utama yang terdapat di awal paragraf.

4.1.4 Paragraf Penuh Kalimat Topik

Paragraf penuh kalimat topik memiliki kalimat topik atau kalimat utama di seluruh paragraf. Jenis paragraf ini terbentuk dari kalimat topik atau kalimat utama dari seluruh paragraf. Hal ini menyebabkan tidak ada satu pun kalimat dalam paragraf yang tidak termasuk ke dalam kalimat topik atau kalimat utama.

4.2 Jenis-Jenis Paragraf menurut Isinya

Menurut isinya, paragraf dibedakan menjadi lima, yaitu:

  • Paragraf Persuasif;
  • Paragraf Argumentatif;
  • Paragraf Naratif;
  • Paragraf Deskriptif; dan
  • Paragraf Ekspositoris.

4.3 Jenis-Jenis Paragraf menurut Fungsinya

Menurut fungsinya, paragraf dibedakan menjadi tiga, yaitu paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup.

4.3.1 Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka bertujuan untuk mengawali atau membuka sebuah karya tulis.