Ringkasan: Pengertian, Fungsi, Sistematika, dan Contoh Lengkap

Sebelum memublikasikan sebuah karya tulis, penulis perlu melakukan reproduksi berupa penyajian kembali sebuah karya tulis secara singkat. Kegiatan reproduksi tersebut dapat berupa ringkasan, abstrak, dan menyusun sintesis. Ketiga jenis tersebut merupakan salah satu bagian penting bagi penulis dan pembaca dalam memenuhi persyaratan kelengkapan penulisan.

Dalam artikel ini akan dibahas terlebih dahulu mengenai ringkasan.

Ringkasan Tulisan

1. Pengertian Ringkasan

Ringkasan adalah salah satu bentuk penyajian ulang atau reproduksi karya secara singkat. Penulisan ringkasan ini dapat berasal dari sebuah bab buku ataupun artikel. Definisi ringkasan yang lainnya adalah sebuah tulisan singkat yang memiliki tujuan agar pembaca dapat memahami gagasan sebuah karya tulis serta pikiran penulis secara sistematis.

2. Fungsi Ringkasan

Ada beberapa fungsi dibuatnya ringkasan. Berikut ini beberapa fungsi ringkasan, yaitu memudahkan dalam membaca gagasan utama karya tulis, mudah dalam mengingat gagasan utama karya tulis, mudah dalam memahami gagasan utama karya tulis, cepat dalam mengingat kembali gagasan utama karya tulis, dan melatih kreativitas pembuat ringkasan.

2.1. Memudahkan dalam Membaca Gagasan Utama Karya Tulis

Uraian yang dibuat dalam ringkasan merupakan intisari atau ringkasan dari naskah asli. Dengan adanya karya tulis ini, maka pembaca dapat dengan mudah dalam membaca isi naskah aslinya secara menyeluruh tanpa pembaca harus membaca keseluruhan isi suatu karya tulis. Hal ini disebabkan oleh karya tulis ini hanya berisikan kalimat penting saja.

2.2. Mudah dalam Mengingat Gagasan Utama Karya Tulis

Dengan adanya ringkasan dari suatu karya tulis, pembaca dapat dengan mudah dalam mengingat isi atau gagasan utama dari suatu karya tulis. Karya tulis ini disusun secara teratur (mengikuti alur yang ada di dalam naskah asli) dan memuat kalimat penting yang lebih ringkas sehingga pembaca dapat dengan mudah dalam mengingat gagasan utama karya tulis.

2.3. Mudah dalam Memahami Gagasan Utama Karya Tulis

Ringkasan dapat membantu pembaca dalam memahami gagasan utama dalam suatu karya tulis. Hal ini dapat disebabkan oleh bentuknya yang lebih ringkas dibandingkan dengan naskah asli sehingga pembaca dapat dengan cepat memahami isi dari karya tulis.

2.4. Cepat dalam Mengingat Kembali Gagasan Utama Karya Tulis

Ringkasan dapat menjadi suatu alat yang dapat membatu pembaca dalam mengingat dengan cepat terhadap isi atau gagasan utama dari suatu karya tulis. Gagasan utama atau isi karya tulis dibuat secara ringkas dan padat tanpa mengubah alur tulisan yang dibuat dalam naskah asli dan menambahkan opini penulis. Penulis dapat menambahkan ilustrasi, seperti gambar ataupun grafik di dalam tulisannya.

2.5. Melatih Kreativitas Pembuat Ringkasan

Dalam membuat ringkasan dapat melatih atau merangsang kreativitas penulis. Setiap pembuatannya dapat memicu kreativitas penulis agar karya tulis yang dibuatnya menjadi lebih ringkas dibanding naskah asli, mudah untuk dibaca, dipahami, cepat mengingat kembali isi atau gagasan utama tanpa harus kehilangan intisari dan alur dari naskah aslinya.

3. Tujuan Pembuatan Ringkasan

Ringkasan merupakan suatu karangan atau karya tulis yang berisikan intisari atau gagasan utama dari suatu naskah (karya tulis). Tujuan pembuatan ringkasan adalah untuk membantu pembaca dalam membaca isi karya tulis, memahami isi karya tulis, dan mengingat isi karya tulis tanpa harus merubah alur dari naskah asli.

Selain itu, karya tulis ini dapat digunakan sebagai alat untuk memahami atau mendapatkan gambaran secara cepat terhadap isi karya tulis tanpa harus membaca keseluruhan isi dari naskah aslinya.

4. Ciri-Ciri Ringkasan

Ada pun beberapa ciri-ciri ringkasan, antara lain:

  • Tetap mempertahankan urutan pokok pikiran tulisan penulis;
  • Kerangka karangan atau karya tulis tetap dipertahankan oleh penulis;
  • Meringkas atau memangkas gagasan utama dalam paragraf menjadi bentuk yang lebih sederhana.

5. Persyaratan Pembuatan Ringkasan

Menurut Alek dan Achmad (2011), menyatakan bahwa terdapat tiga persyaratan pembuatan ringkasan, antara lain:

  • Mempertahankan urutan pikiran (sistematis atau berurutan) penulis naskah asli.
  • Tidak mengandung hal baru, seperti pikiran atau opini dari penulis.
  • Sesuai dengan pandangan penulis naskah asli.

6. Sistematika Ringkasan

Sistematika yang digunakan dalam menyusun ringkasan karya ilmiah berupa penyajian hasil penelitian terdiri atas pendahuluan, metode penelitian, dan hasil penelitian.

Bagian penduhuluan terdiri atas uraian latar belakang dan teori yang digunakan dalam penelitian.

Metode penelitian yang disajikan dapat dibedakan menjadi dua menurut jenis penelitian, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Bagian metode yang disajikan pada penelitian kuantitatif, yaitu menjelaskan metode yang digunakan, instrumen dan hasil pengujian data, serta teknik analisis yang digunakan dalam penelitian.

Sedangkan bagian metode yang disajikan pada penelitian kualitatif, yaitu menjelaskan prosedur pengumpulan data dan teknik pengujian atau analisis data.

Bagian terakhir dalam menyusun karya tulis ini adalah menyajikan hasil penelitian. Penyajian hasil dibedakan berdasarkan jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Penyajian hasil untuk penelitian kualitatif, yaitu menguraikan prosedur analisis data, pembahasan, simpulan, dan rekomendasi.

Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, penyajian hasil dapat berupa menguraikan pengujian hipotesis, pembahasan, simpulan, dan implikasi.

7. Kegiatan Meringkas

Saat kita hendak membuat sebuah ringkasan, hendaknya penulis melakukan kegiatan berikut.

Pertama, penulis harus membaca naskah asli yang akan diringkas.

Selanjutnya, penulis dapat mencatat pokok pikiran atau gagasan utama dari penulis naskah asli dengan menekankan pada kalimat utama setiap paragraf.

Kegiatan meringkas dapat dilakukan dalam berbagai karya tulis, seperti:

  • Karya ilmiah yang belum dipublikasikan, seperti skripsi, tesis, dan disertasi;
  • Artikel jurnal, yaitu karya ilmiah pada bidang ilmu tertentu yang diterbitkan dalam buku bidang kajian ilmu tertentu. Artikel ini dapat berupa artikel ilmiah yang bertujuan untuk membuka forum diskusi atau artikel hasil penelitian yang bertujuan untuk menguraikan hasil pengamatan terhadap variabel-variabel yang diteliti; dan
  • Buku teks yang berisi teori atau narasi.

8. Contoh Ringkasan

Setelah kita membahas mengenai berbagai komponen ringkasan, mari kita perhatikan contoh di bawah ini.

Kematian kuda secara mendadak setelah diberi makan kemudian latihan lari terjadi dengan frekuensi tinggi. Kajian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kasus kematian mendadak yang terjadi pada kuda setelah latihan lari dan sebelumnya telah diberi makan. Tingkat kerusakan jaringan yang terjadi diamati melalui pemeriksaan patologi makroskopi dengan cara nekropsi, dilanjutkan dengan pemeriksaan patologi mikroskopi terhadap sediaan organ internal dengan mikroskop cahaya. Berdasarkan pengamatan morfologi ditemukan penyakit steatosis miokardium kronis; kolesterol granuloma pada serebrum yang meluas; edema difus pada serebrum; kongesti pada limpa, hati, dan paru; nekrosa papilari dan isekmia tubular nefron pada ginjal; hemoragi pada mesenterium dan miokardium; dan kista ovari yang meluas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kuda betina tersebut menderita kerusakan jantung kronis dan berisiko mengalami gagal jantung yang dipicu oleh faktor stres akibat pelatihan. Keadaan inilah yang memicu adanya syok, kolaps sirkulasi, dan kehilangan kesadaran. Kejadian kolesterol granuloma pada otak yang meningkatkan tekanan intracranial dapat lebih menimbulkan kondisi kekurangan darah dan oksigen pada otak.

 

Sekian materi mengenai ringkasan. Semoga dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda.