Daftar Pustaka: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

Diposting pada

Pernahkah Anda menemukan buku atau karya ilmiah yang isinya sangat bagus dan informatif sehingga membuat Anda mempercayai semua tulisan yang ada di buku tersebut? Tahukah Anda bahwa informasi yang ada di buku tersebut adalah kumpulan dari beberapa buku maupun karya ilmiah orang lain yang mendukung judul atau tema buku terkait? Benar, Anda dapat melihatnya dalam lembar daftar pustaka.

Saat seseorang menulis suatu karya ilmiah atau laporan penelitian, mereka wajib untuk menyajikan informasi yang tepat dengan sumber yang dapat dipercaya.

Sebagian orang, contohnya mahasiswa, diwajibkan untuk mencari buku atau jurnal penelitian untuk mendukung materi yang mereka dalami.

Oleh sebab itu, daftar pustaka menjadi penting dalam sebuah karya ilmiah sehingga penulisannya tidak sembarangan, loh!

Daftar Pustaka
Ilustrasi Daftar Pustaka

1. Pengertian Daftar Pustaka

Daftar pustaka atau sumber pustaka merupakan salah satu bagian penting dalam menyusun sebuah tulisan dan biasanya digunakan oleh orang-orang yang sedang melakukan penelitian atau seorang yang mencari ilmu untuk mendukung bahan belajarnya.

Daftar pustaka biasanya berisi judul-judul buku atau artikel dari berbagai media cetak yang mempunyai keterkaitan dengan bahan yang teliti.

Sebuah penelitian atau tulisan ilmiah yang memiliki sumber rujukan yang salah, maka dapat dikatakan tulisan ilmiah tersebut tidak dapat dipercaya.

Menurut Gorys Keraf, seorang ahli bahasa ternama Indonesia, mengatakan bahwa daftar kepustakaan atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, maupun bahan penerbitan lainnya yang mempunyai hubungan dengan sebuah karangan yang sedang digarap.

Definisi daftar pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

Secara umum, daftar pustaka adalah sebuah rujukan atau referensi dalam menulis sebuah tulisan ilmiah yang masih memiliki keterkaitan dan disusun dengan judul beserta pengarangnya berdasarkan abjad.

Daftar pustaka juga sering disebut sebagai pranala atau sumber pustaka atau bibliografi.

Adanya bibliografi di akhir tulisan dapat digunakan oleh para pembaca untuk melihat dan meninjau kembali pada sumber aslinya.

Penulisan daftar pustaka tidak seperti penulisan catatan kaki.

Penulisan judul buku beserta pengarangnya dibuat di halaman terpisah dari kalimat kutipannya dan biasanya diletakkan di bagian akhir sebuah karya ilmiah.

Untuk lebih memudahkan pencarian sumber rujukan, nama belakang pengarang diurutkan berdasarkan abjad dan diberi jarak antar judul buku.

Pada dewasa ini, tidak hanya buku cetak yang dijadikan sebagai referensi, media lain seperti rekaman, video dan film, website juga dapat dimasukkan ke dalam daftar pustaka.

Namun tentunya seluruh karya yang digunakan sebagai referensi masih memiliki hubungan dengan bahan yang digarap.

Di samping itu, tentunya juga dapat dibuktikan keabsahannya.

2. Tujuan Membuat Daftar Pustaka

Hampir seluruh dosen akan menyuruh mahasiswanya untuk membuat daftar pustaka.

Bahkan ada beberapa dosen yang menyuruh mahasiswanya untuk memasukkan referensi dari jurnal internasional atau buku-buku internasional.

Selain penggambaran di atas, tujuan membuat daftar pustaka tidak hanya sebatas itu.

Tujuan-tujuan tersebut diuraikan di bawah ini.

2.1 Menghindari Tuduhan Penjiplakan

Pertama, menghindari tuduhan penjiplakan atau plagiat.

Kutipan yang Anda gunakan sebagai penguat atau pendukung tulisan ilmiah hendaknya disertai dengan sumber yang tertulis.

Penulisan sumber secara singkat biasanya diketik di akhir kalimat kutipan dan ditulis secara lengkap di daftar pustaka.

Secara tidak langsung, dengan menulis daftar pustaka, Anda menghindari terjadinya konflik pengambilan hak cipta karya seseorang tanpa izin di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *