Kata: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Bentuk, dan Contoh Lengkap

Diposting pada

Pasti Anda sering mendapatkan kondisi di mana Anda harus mengungkapkan suatu kata kepada orang lain atau menceritakan sesuatu kepada orang lain agar orang tersebut mengerti apa yang ingin Anda rasakan. Namun, terkadang mereka tidak mengerti dengan kata yang Anda ucapkan dan akhirnya berujung dengan salah pemaknaan.

Mungkin, Anda perlu mencari dan memilih kata yang tepat untuk mengungkapkannya. Hal ini biasa disebut juga dengan diksi.

Pemilihan unsur ini seringkali menjadi suatu kewajiban dalam berkomunikasi untuk mengurangi kesalahan pemaknaan. Anda juga harus memahami jenis apa yang harus digunakan.

Pada artikel ini akan dijelaskan jenis-jenis kata beserta contohnya sehingga dapat Anda pahami.

Ilustrasi Kata
Ilustrasi Kata

1. Pengertian Kata

Kata memiliki pengertian sebagai sederetan huruf yang berada di antara dua spasi dan memiliki sebuah arti.

Menurut bahasa sansekerta, pada awalnya unsur ini berasal dari kathā yang memiliki arti “bahasa”, “konversasi”, “cerita” atau “dongeng”.

Bahasa melayu tersebut dipersempit lagi sehingga menjadi “Kata”.

Definisi kata merupakan elemen terkecil dalam sebuah struktur bahasa yang dapat dituliskan atau diucapkan dan sebuah bentuk kesatuan pemikiran atau perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

Secara umum, kata adalah sebuah unsur bahasa yang susunannya terdiri dari kumpulan huruf atau unit yang memiliki sebuah arti sehingga dapat berfungsi untuk membentuk kalimat, frasa, dan klausa.

Unsur bahasa ini terdiri dari satu atau lebih morfem. Morfem merupakan satuan gramatikal terkecil yang mempunyai sebuah makna dan digunakan untuk membedakan makna jamak, tunggal, waktu lampau, dan sebagainya.

Bentuknya dapat dengan atau tanpa afiks (imbuhan). Bentuk-bentuk dari afiks adalah prefiks (berada di awal), infiks (berada di tengah), dan sufiks (berada di akhir).

Bahkan ada beberapa kata yang memungkinkan terdapat konfiks yaitu penggabungan imbuhan antara awal dan akhir.

Menurut Noam Chomsky, seorang profesor linguistik dari Amerika, kata adalah dasar analisis kalimat dan disajikan dengan simbol N (nomina), V (verb), A (ajektiv), dan sebagainya.

Sementara itu, dalam buku linguistik Eropa, unsur ini mempunyai susunan fonologis yang stabil, tidak berubah, dan keluar mobilitasnya didalam kalimat.

Kedua batasan tersebut mengartikan dua hal.

Pertama, setiap unsur ini terdiri dari susunan fonem yang urutannya tidak dapat diubah serta tidak dapat diselipi fonem lain. Contohnya kata sapu, urutan fonemnya yaitu /s/, /a/, /p/, dan /u/ tidak dapat diubah maupun diselipi fonem lain.

Kedua, setiap kata memiliki kebebasan berpindah dalam sebuah kalimat atau tempatnya digantikan atau diisi oleh kata lain atau mungkin dipisahkan dari unsur lain.

2. Tujuan

Kata memiliki tujuan sebagai satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna dan arti sehingga dapat disusun menjadi suatu kalimat, klausa, dan frasa.

Unsur bahasa ini menjadi unsur penting dalam kebahasaan karena dapat menerangkan benda, waktu, sifat, dan lain-lain.

3. Fungsi

Sebagai satuan gramatikal terkecil yang membentuk suatu kalimat, kata memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi subjek, fungsi predikat, fungsi objek, fungsi keterangan, dan fungsi pelengkap.

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai fungsi tersebut.

3.1 Fungsi sebagai Subjek

Subjek adalah bagian dari kalimat yang menandakan apa yang sedang dibicarakan.

Namun hal ini tidak selalu sama dengan aktor atau pelaku sebagai subjek, termasuk dalam kalimat pasif.

Fungsinya sebagai subjek dapat ditentukan berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Jawaban dari siapa yang melakukan kegiatan atau aktivitas. Contohnya pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor hingga sore hari.” Jika dibuat kalimat tanya: siapa yang bekerja di kantor hingga sore hari? Maka, jawabannya adalah Ayah. Maka dapat dipastikan bahwa Ayah berfungsi sebagai subjek yang sedang melakukan sebuah aktivitas.
  • Bagian dari kalimat yang dijelaskan oleh predikat. Contoh pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor hingga sore hari.” Ayah sebagai subjek diterangkan dengan tindakan bekerja sebagai predikat.
  • Bagian yang diikuti oleh salah satu kata kerja sambung. Contohnya pada kalimat, “Ayah adalah seorang karyawan.” Adalah merupakan kata kerja sambung sehingga di belakangnya berfungsi sebagai subjek, yaitu Ayah.
  • Diikuti partikel –nya. Contoh pada kalimat, “Mobilnya memiliki roda yang bagus.” Mobil yang diikuti oleh partikel –nya menandakan bahwa kata tersebut berfungsi sebagai subjek.

3.2 Fungsi sebagai Predikat

Predikat merupakan bagian dari kalimat yang menandakan apa yang dibicarakan oleh subjek dan biasanya harus mengandung unsur verba. Setelahnya, dapat diikuti oleh objek atau adverbia. Fungsi kata sebagai predikat memberi keterangan tentang apa yang dilakukan oleh subjek.

Contoh pada kalimat, “Ayah bekerja di kantor hingga sore hari.” Bekerja sebagai predikat menjelaskan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh ayah di kantor hingga sore hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *