Karmina: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh

“Karmina adalah karya sastra lama yang berupa puisi namun berisi 2 baris dalam setiap baitnya.”

Karya sastra yang berada di indonesia pada zaman dahulu, dipengaruhi oleh sastra melayu serta memiliki jenis yang beragam salah satunya ialah puisi. Puisi yang berkembang juga beragam dari mulai puisi lama dan puisi baru. Salah satu puisi lama yang pernah kita pelajari di bangku sekolah adalah Karmina.

Berikut akan dipaparkan pengertian, struktur, ciri – ciri, fungsi, dan contoh – contoh dari Karmina.

Simak artikel di bawah ini ya!

Karmina

1. Pengertian

Seiring berjalannya perkembangan zaman, berkembang pula dunia sastra yang ada di Indonesia salah satunya adalah jenis puisi. Puisi merupakan ungkapan rasa penulis atau penyair yang memiliki nilai rasa yang tinggi sehingga dapat membuat emosi pembacanya naik turun sebagaimana puisi yang di ungkapkan penulis atau penyairnya.

Puisi yang lahir dan tetap ada sampai sekarang adalah puisi lama dan puisi baru. Puisi lama terdiri dari beberapa jenis yaitu mantra, syair, talibun, gurindam, karmina, seloka, dan pantun. Begitu pula dengan puisi baru memiliki beberapa jenis yaitu balada, himne, epigram, romansa, satire, elegi, dan ode. Karmina merupakan jenis sastra yang termasuk puisi lama.

Istilah karmina memiliki beberapa pengertian yang diungkapkan oleh beberapa ahli juga KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Karmina diartikan sebagai puisi yang terdiri dari dua baris dalam setiap baitnya. Pngertian tersebut dapat dikatakan masuk akal karena karmina sendiri merupakan bagian dari puisi lama.

Karmuddin (2010) menyatakan bahwa karmina merupakan pantun kilat dan disepertikan dengan pantun tetapi lebih pendek dengan baris yang berjumlah 2 baris. Setelah pembaca membaca struktur, isi dan fungsi dari karmina, pembaca dapat mengatakan bahwa karmina dapat dikatakan sebagai pantun karena memiliki pola yang sama seperti pantun yaitu terdiri dari sampiran dan isi. Setelah kita mengetahui struktur, ciri, dan fungsi dari jenis puisi lama ini diharapkan pembaca dapat membedakan kedua  jenis puisi lama tersebut.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah karmina memiliki arti yaitu pantun yang terdiri dari dua baris atau disebut pantun dua seuntai, kedua baris tersebut terdiri dari sampiran dan isi yang mana sampiran merupakan baris pertama serta isi merupakan baris kedua. Setiap pantun memiliki rima, untuk pantun karmina memiliki rima persajakan akhir a – a.

2. Struktur Karmina

Setiap jenis sastra memiliki struktur yang bisa membedakan jenis sastra satu dengan sastra lainnya. Struktur terdapat pada tulisan karena struktur sebuah tulisan merupakan sistematika penulisan agar tulisan menjadi sistematis dan terorganisir.

Berdasarkan pengertian – pengertian yang telah disebutkan di atas, jelas disebutkan bahwa karmina memiliki struktur yang terdiri dari dua baris. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa jenis puisi lama ini pada mulanya terdiri atas 4 baris namun setiap barisnya hanya terdiri dari 4 – 5 suku kata saja, sehingga pembaca seringkali langsung membacanya menjadi seolah – olah merupakan satu kalimat dan pada akhirnya disepakati menjadi dua baris dalam setiap bait.

Dua baris yang disebutkan tersebut merupakan sampiran dan isi. Sampiran berada pada baris pertama dan isi dari karmina berada pada baris kedua. Sampiran dengan isi tidaklah berkaitan satu sama lain, karena yang terpenting adalah makna yang disampaikan yaitu berupa isi. Isi biasanya digunakan untuk menyampaikan, mengungkapkan kepada seseorang atau pembaca yang berupa sindiran atau berupa penyataan lugas mengenai suatu hal.