Disertasi: Pengertian, Unsur-unsur, dan Contoh

“Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor.”

Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi merupakan idaman bagi setiap orang. Bukan mengejar gelar yang dilakukan, tapi pendalaman ilmu yang menginisiasi kaum terpelajar untuk terus belajar. Bagi beberapa orang, kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan membuatnya perlu menempuh pendidikan yang paling tinggi yaitu gelar doktoral atau S3. Jika pendidikan S1 dikenal skripsi dan pendidikan S2 dikenal tesis untuk tugas akhirnya, pendidikan S3 juga mengenal istilah disertasi.

Bagi beberapa orang, istilah disertasi masih asing ditelinga. Menurut Anda apa disertasi itu? Bedanya dengan skripsi dan tesis apa ya? Mari simak dan baca sampai tuntas!

Disertasi

1. Pengertian Disertasi

Disertasi adalah paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat dan agumen. Pendapat atau argumen sebenarnya juga dapat disebut dengan tesis. Secara umum, istilah tesis dan disertasi digunakan untuk pemaparan diskusi yang bersifat akademis. Beberapa perguruan tinggi menggunakan istilah disertasi spesifik untuk tesis akademik dalam jenjang doktoral.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian disertasi adalah karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Jadi disertasi merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa pada jenjang pendidikan Strata-3 (S3) yang mencoba menciptakan suatu teori baru dan menguji hipotesis yang disusunnya yang didasari oleh teori-teori yang sudah ada sebelumnya.

2. Perbedaan Disertasi dengan Skripsi dan Tesis

Sebelum membahas perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi. Ada baiknya Anda mengetahui juga persamaannya terlebih dahulu ketiga istilah tersebut.

Secara akademik, skripsi, tesis, dan disertasi merupakan sebuah dokumen tertulis yang merupakan tugas akhir bagi mahasiswa. Dokumen tertulis ini harus mengikuti kaidah yang sistematis dan baku serta menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan oleh penggunanya di hadapan dosen pembimbing dan dosen penguji.

Istilah skripsi dikenal oleh masyarakat luas sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar Sarjana (S1) di perguruan tinggi. Skripsi merupakan suatu karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan disusun berdasarkan kaidah aturan dan tata cara tertentu.

Secara umum, skripsi bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang sudah dipelajari di bangku perkuliahan. Selain menjadi syarat kelulusan, skripsi juga berguna bagi mahasiswa untuk memberi pengetahuan dan keterampilannya dalam menganalisi, menggambarkan, dan menjelaskan ilmu yang sedang ditulisnya.

Berbicara tentang tesis, lekat kaitannya dengan tugas akhir yang disusun oleh mahasiswa pasca Sarjana  di jenjang Magister (S2). Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa S2 berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.

Tesis merupakan teori atau pernyataan yang didukung oleh argumen untuk dikemukakan, disusun sistematis atas masalah yang ada, mengandung metode pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, serta menyajikan kesimpulan beserta rekomendasinya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, disertasi merupakan tugas akhir bagi mahasiswa di jenjang Doktor (S3) yang berisikan tentang teori baru dan mengujinya dengan hipotesis yang telah disusun secara sistematis berdasarkan teori-teori sebelumnya yang sudah ada.

Nah, bagaimana sudahkah paham perbedaannya?

3. Ketentuan dan Karakteristik Disertasi

Ada ketentuan dan aturan agar tulisan ilmiah yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai kaidah yang telah ditentukan. Biasanya setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan sendiri. Namun, secara umum ketentuan dari disertasi memuat hal-hal berikut:

  • Permasalahan yang diangkat dari kajian teoretis yang didukung oleh fakta empiris yang bersifat mendalam
  • Proporsi kemandirian penulis 90% serta peran dosen pembimbing 10%
  • Bobot ilmiah yang tinggi
  • Diwajibkan mencari teori dan penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan yang sedang dijalankan
  • Pemaparan dominan secara analitis
  • Model analisis tinggi
  • Jumlah rumusan masalah lebih dari tiga
  • Metode atau uji statistik lebih kompleks dan berbobot guna mencari teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan yang diampu
  • Jenjang pendidikan dari pembimbing dan penguji minimal bergelar Profesor atau Doktor yang sudah berpengalaman
  • Orisinalitas tulisan harus orisinal
  • Penemuan hal-hal yang baru diwajibkan
  • Publikasi hasil penelitian di tingkat nasional maupun internasional
  • Jumlah rujukan atau daftar pustaka minimal 60
  • Metode atau program statistik yang digunakan bersifat kualitatif lanjut yang dapat digunakan dengan peranti lunak seperti SPSS, Lisrel, Eview, Amos dan lain-lain.

Adapun karakteristik dari disertasi secara terdapat empat yaitu:

  • Berfokus pada salah satu disiplin ilmu sesuai dengan bidang yang sedang dipelajari.
  • Kajian berfokus pada penemuan atau teori baru dalam disiplin ilmu yang dijalani secara mendalam.
  • Mengunakan data primer sebagai data utama, ditunjang dengan data-data sekunder apabila dibutuhkan. Ditulis dalam kaidah dan ketentuan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing yang mengharuskan menulis dengan bahasa tertentu.

4. Unsur-unsur Disertasi

Penyusunan disertasi dilakukan secara sistematis berdasarkan kaidah dan ketentuan universitas di masing-masing perguruan tinggi. Format di masing-masing universitas memiliki perbedaan satu sama lain sehingga format di suatu universitas tidak bisa dijadikan acuan untuk universitas lain. Namun, secara umum unsur-unsur yang terdapat dalam disertasi yang terdiri dari bagian awal, bagian isi atau utama, dan bagian akhir.

Berikut disajikan secara terkait unsur-unsur dalam disertasi:

4.1 Bagian Awal

Secara umum, bagian awal disertasi terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:

  • Cover
  • Halaman sampul dalam
  • Halaman pengesahan
  • Halaman pernyataan orisinalitas
  • Halaman riwayat hidup
  • Ucapan terimakasih
  • Abstrak
  • Executive summary/ Ringkasan
  • Daftar isi
  • Daftar table
  • Daftar gambar
  • Daftar lampiran

4.2 Bagian Isi atau Utama

Sistematika penulisan bagian isi dari disertasi, secara umum terdiri dari unsur-unsur atau bagian-bagian berikut:

4.2.1 BAB I Pendahuluan

Latar Belakang

Latar belakang pada umumnya terdiri tiga hal utama, yaitu:

  • Rasa keingintahuan dan alasan peneliti meneliti topik penelitian yang didukung oleh pernyataan-pernyataan dari institusi atau individu yang berkompeten di bidang topik tersebut
  • Fakta dan data sekunder yang relevan
  • Tinjauan normatif sehubungan dengan topik yang diteliti

Rumusan Masalah

Rumusan masalah memuat proses penyederhanaan masalah yang rumit dan kompleks dirumuskan menjadi masalah yang dapat diteliti (researchable problems). Di dalam menyampaikan perumusan masalah harus relevan dengan judul dan perlakuan yang akan diteliti. Rumusan masalah berkaitan dengan:

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Manfaat teoretis
  • Manfaat praktis

4.2.2 BAB II Telaah Pustaka dan Pengembangan Model

Telaah pustaka dan pengembangan model terdiri dari:

Grand Theoretical Model

Pada sub bab ini berisikan terkait telaah pustaka yang melahirkan proporsi untuk menyusun hipotesis dan empirical research model.

Empirical Research Model

Pada subbab ini berisi model operasional tindak lanjut dari munculnya hipotesis berdasarkan sub bab sebelumnya.

Dimensionalisasi Teoretis

Sub bab ini digunakan untuk menghasilkan indikator-indikator atau dimensi-dimensi dari variabel sub bab sebelumnya yaitu empirical research model.

4.2.3 BAB III Metode Penelitian

Pada bab ini terdapat beberapa sub bab antara lain:

Jenis dan Sumber Data

Dalam bagian ini disajikan jenis data yang diperlukan beserta sumber-sumber dalam pengambilan data.

Populasi dan Sampel

Dalam bagian ini disajikan populasi sampel yang dapat merepresentasikan populasi dalam riset.

Metode Pengumpulan Data

Berisi tentang desain instrument, waktu, proses, teknik, dan pelaku dalam pengumpulan data. Dalam bagian ini juga memastikan bahwa instrumen yang digunakan mengandung sifat reliabilitas dan validitas.

Teknik Analisis Data

Bagian ini menjelaskan teknik analisis yang digunakan baik berupa data kuantitatif maupun kualitatif serta alasan mengapa teknik tersebut digunakan.

4.2.4 BAB IV Analisis Data

Bagian analisis data dalam disertasi terdiri dari:

Data Screening

Berisi tentang penjelasan sebelum data dianalisis dalam hal pengujian respons bias, validitas, dan reliabilitas.

Karakteristik Responden

Berisisi tentang karakter diri responden yang ada dalam penelitian.

Statistik Deskriptif

Penyajian, interpretasi, dan penjelasan indeks-indeks deskriptif data seperti mean, modus, median, standard deviasi, dan sebagainya.

Analisis Statistik Inferensial

Berisi proses analisis kesiapan data untuk pengujian berbagai hipotesis yang diajukan.

Pengujian Hipotesis

Berdasarkan hasil sebelumnya yang dilakukan maka hipotesis dapat diuji dan hasil pengujian disajikan.

4.2.5 BAB V Pembahasan dan Temuan Penelitian

Bab ini berisi pembahasan secara konseptual dasar pengetahuan atau teori hasil pengujian hipotesis apakah ditolak atau diterima. Bagian ini juga berisi hasil-hasil riset juga dicantumkan dengan sistematik sehingga dapat menguatkan teori baru yang ditemukan.

4.2.6 BAB VI Kesimpulan dan Implikasi Penelitian

Bagian kesimpulan dan implikasi penelitian  berisi tentang:

  • Ringkasan Peneliti
  • Kesimpulan
  • Implikasi Teoretis
  • Implikasi Praktis
  • Keterbatasan Penelitian
  • Agenda Penelitian Mendatang

4.3 Bagian Akhir

Bagian terakhir dari disertasi berisi daftar pustaka dan lampiran.

Perlu digarisbawahi kembali bahwa format yang disajikan sebelumnya tidak bisa menjadi acuan untuk format disertasi karena masing-masing universitas memiliki formatnya masing-masing.

5. Tips Membuat Disertasi

Menulis tanpa strategi dan taktik bagaikan membangun sesuatu tanpa perencanaan. Perencanaan berupa tahapan-tahapan sistematis dibuat agar hasil disertasi yang dibuat memuaskan bagi penulisnya. Berikut penulis menyajikan beberapa tips agar disertasi yang dihasilkan baik dan benar.

5.1 Membangun Kemampuan yang Diperlukan

Pertama Anda perlu mengembangkan kemampuan berbahasa dan akademik. Sebelum memulai menyusun disertasi, Anda perlu memiliki kemampuan cukup karena tugas akhir ini memang berat dan memerlukan kemampuan berbahasa yang sempurna. Kemampuan untuk mencerna dan menganalisis informasi setingkat penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Kedua, Anda juga perlu mengembangkan kemampuan membagi waktu. Saat menyusun disertasi biasanya banyak kegiatan-kegiatan lain seperti berkuliah, bekerja sebagai asisten, ataupun mengajar mahasiswa S1. Agar penyusunan disertasi tidak terabaikan, mahasiswa dituntut untuk menguasai cara membagi waktu. Waktu tidur yang cukup dan tidak stress dalam menghadapi tugas akhir menjadi salah satu kesuksesan dalam menulis.

5.2 Memulai Menulis

Pahami fungsi disertasi saat Anda menulis tugas akhir ini. Setelah Anda memahami fungsinya, Anda dapat merancang tulisan Anda. Buktikan bahwa Anda pantas mendapatkan gelar Doktor dengan dibuktikan dengan kemampuan Anda membuat penelitian dan ide yang baru.

Setelah membuat rancangan tulisan, tentukan topik disertasi Anda. Anda perlu memutuskan topik menurut pilihan Anda karena Anda pasti berkutat pada riset tersebut dalam jangka panjang dan menghindari kebosanan topik yang Anda kurang sukai.

Setelah mantap dengan topik yang Anda pilih, Anda juga perlu mempersiapkan biaya penelitian. Carilah sumber dana jika diperlukan.

5.3 Memahami Audiens

Anda perlu memahami dosen pembimbing Anda yang akan memandu jalannya proses penulisan tugas akhir Anda. Pastikan Anda berkomunikasi dengan baik dengan dosen pembimbing dan memahami jalan berpikir dari sang dosen. Kesulitan dalam menyampaikan pemikiran yang kompleks kepada dosen pembimbing dapat menyulitkan penulisan disertasi ke tahap selanjutnya.

Bukan hanya mempersiapkan diri untuk menghadapi dosen pembimbing, Anda juga perlu bersiap menghadapi dosen penguji. Pahamilah siapa saja yang menguji Anda nantinya, dari mulai kekuatan dan kelemahan mereka agar penulisan disertasi Anda menyesuaikannya. Anda perlu memahami jenis riset yang dikuasai penguji agar jika nantinya dosen penguji tidak setuju dengan hasil riset Anda, Anda harus mempertahankan disertasi pilihan Anda.

5.4 Menulis Disertasi

Anda perlu merencanakan struktur disertasi menurut disiplin ilmu Anda. Tentukan secara garis besar alur disertasi Anda agar memudahkan mengikutinya. Garis besar ini akan menjadi jalur yang berharga dan tidak dapat diabaikan bagi Anda.

Sebelum menulis terlalu panjang, alangkah baiknya Anda meminta masukan kepada teman atau dosen pembimbing Anda. Hal ini dapat mengembangkan celah-celah cacat logika atau informasi yang terlalu parah. Masukan dari mereka akan memastikan bahwa bukti dan kesimpulan yang akan Anda sajikan tersampaikan dengan baik.

Anda perlu juga membatasi cakupan disertasi Anda agar menghindari kedalaman dalam penulisan. Buanglah hal yang tidak diperlukan dan fokus pada tujuan awal Anda. Kedalaman dalam penulisan dapat menyebabkan hilang arah dan terlalu banyak mengkaji sesuatu sehingga Anda akan tertekan.

Perhatikan juga tata bahasa dan kalimat. Gunakan tata bahasa dan kalimat sesuai kaidah aturan penulisan karya tulis ilmiah. Mengulas disertasi kembali sangat melelahkan sehingga pastikan Anda sudah mengoreksi tata bahasa dari awal penulisan.

5.5 Penyuntingan dan Pertimbangan Terakhir

Anda perlu melakukan penyuntingan dan menemukan kesalahan-kesalahan Anda dalam tata bahasa dan ejaan. Kesalahan tata bahasa dan ejaan akan memperlambat Anda dalam menyusun disertasi maka pastikan Anda menyuntingnya terlebih dahulu sebelum ke konten.

Setelah selesai dalam penyuntingan awal, Anda dapat melanjutkannya dengan memeriksa konten disertasi. Pastikan perpindahan paragraf dimengerti dan argumen logis Anda dapat dipahami dalam setiap kalimatnya.

Setelah Anda mantap dengan tulisan disertasi Anda, mulailah berlatih berpresentasi agar presentasi Anda lancar.

6. Contoh Disertasi

Berikut disajikan contoh dari disertasi beserta ringkasannya yang berjudul “Transisi Hutan dalam  Perubahan Penggunaan Lahan: Studi Kasus Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri, Kampar, Siak, Dan Rokan” oleh Widyananto Basuki Aryono dari Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan, Institut Pertanian Bogor.

Transisi hutan merupakan fenomena perubahan lahan yang mengalami fase penurunan areal luas hutan menuju fase peningkatan dalam waktu lama dan dalam perkembangannya dapat menyebabkan bencana alam dan keberhasilan atau kegagalan dalam melakukan transformasi sosial ekonomi. Dampak dan manajemen perubahan lahan model spasial diperlukan untuk menjelaskan kecenderungan transisi hutan dan pola sistematis dalam mitigasi.

Terdapat tantangan seperti adanya karakteristik perbedaan spasial yang kompleks karena perbedaan letak spasial dalam pembentukan model. Penelitian menitikberatkan proses perubahan lahan atau transisi hutan pada tingkat tapak atau lanskap, dan mendeskripsikan kecenderungan transisi hutan di identifikasi, heterogenitas spasial dikelompokkan, dan model spasial transisi hutan dibangun. Pertimbangan berfokus pada tingkat lanskap adalah oleh karena keseluruhan pengelolaan lahan dapat diintegrasikan pada tingkat ini. Batasan fisik lanskap dalam penelitian ini adalah Daerah Aliran Sungai (DAS).

Tujuan utama dalam penelitian yaitu mengidentifikasi transisi hutan dalam level lanskap, membangun tipologi transisi hutan dan membangun model transisi hutan berdasarkan tipologi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rincian sebagai berikut:

  • Pengidentifikasian transisi hutan menggunakan metode time-series
  • Pembangunan model transisi hutan menggunakan metode peramalan dengan regresi logistic
  • Pembangunan tipologi menggunakan metode clustering dengan Euclidean Distance.

Anda dapat mengakses contoh disertasi tersebut di link dibawah:

https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96165

Nah, begitulah pemaparan singkat terkait disertasi. Tugas akhir apapun itu jika dilaksanakan dengan sabar, berdoa, dan sesuai pilihan Anda pastinya akan diberi kemudahan. Selamat mengerjakan tugas akhir! Semangat!

 

Editor:

Mega Dinda Larasati