Cara Membuat Surat Pengunduran Diri Kerja (Resign) yang Benar

Berencana untuk mengundurkan diri tapi belum tahu cara membuat surat pengunduran diri yang benar?

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara membuat surat pengunduran diri (resign) yang benar beserta contohnya, jadi mungkin akan sangat berguna bagi Anda.

Simak sampai habis ya!

Selamat membaca.

Surat pengunduran diri atau surat resign adalah surat berisi keterangan bersifat formal yang menyatakan bahwa seseorang akan mengundurkan diri dari suatu instansi atau perusahaan.

Untuk membuat surat pengunduran haruslah menyertakan alasan yang logis.

Ada beberapa contoh alasan mengapa karyawan atau pegawai ingin resign kerja yaitu seperti lingkungan kerja yang kurang nyaman, ingin membuka usaha sendiri, upah yang tidak sesuai, jam kerja yang melebihi jam pada umumnya, ingin meneruskan studi, dan masih banyak lagi.

Ada juga beberapa contoh alasan resign kerja yang kurang layak seperti tidak senang dengan rekan kerja, jauh dari air, makanan di tempat kerja kurang enak, bertemu dengan mantan kekasih, dan masih banyak lagi.

Jadi alasannya harus jelas dan professional ya!

Surat pengunduran diri mempunyai bentuk atau format yang sederhana, bahkan lebih sederhana lebih baik, tetapi juga harus tetap memperhatikan etika sopan dan santun.

Membuat surat pengunduran diri dari pekerjaan resign

Format Penulisan Surat Resign

Berikut ini adalah formatnya:

1. Nama Kota dan Tanggal

Nama kota dan tanggal biasanya diletakkan di pojok kanan atas dan keduanya dipisahkan dengan tanda koma.

Contoh:
Jakarta, 10 Februari 2020 atau Jakarta, 10-02-2020

2. Nama dan Alamat Tujuan

Nama dan alamat tujuan biasanya ditujukan kepada HRD atau pimpinan perusahaan/ instansi.

Contoh:
Kepada Yth.
HRD Hotel Indah Sekali
Jalan Diponegoro No. 13A Surabaya

3. Salam Pembuka

Salam pembuka ada di bagian awal surat.

Contoh:
Hormat saya, Salam sejahtera, Assalamualaikum Wr. Wb., dan masih banyak lagi.

4. Maksud Tujuan dan Alasan

Bagian ini sangatlah sensitif dan penting maka dari itu Anda harus menulisnya dengan bahasa yang sopan dan alasan yang logis supaya bisa diterima.

5. Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Setelah itu jangan sampai lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada instansi atau perusahaan atas perlakuan baik yang telah diberikan selama Anda bekerja di sana dan juga ucapan mohon maaf apabila Anda pernah berbuat salah.

Kami sarankan untuk tetap memberikan ucapan mohon maaf meskipun merasa tidak punya salah karena Anda bisa saja berbuat salah tanpa disadari.

6. Salam Penutup dan Nama Terang

Salam penutup sebaiknya sepasang dengan salam pembuka, jika salam pembuka menggunakan “Dengan hormat,” maka salam penutupnya “Hormat saya,”.

Berikan juga nama terang dan tanda tangan di pojok kanan bawah.

Contoh Surat Pengunduran Diri dari Pekerjaan

Berikut ini adalah contoh surat pengunduran diri yang bisa Anda jadikan referensi.