Resensi: Pengertian, Contoh, Struktur, Tujuan, dan Unsur-Unsur

7. Struktur Teks

Struktur teks resensi terdiri dari beberapa bagian.

1. Identitas

Identitas pada ulasan ini meliputi judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, ukuran buku, dan tebal halaman.

Bagian ini biasanya tidak dinyatakan secara langsung.

2. Orientasi

Orientasi terletak pada paragraf pertama teks.

Bagian ini berisi ulasan tentang kelebihan buku termasuk riwayat penghargaan yang diperoleh buku.

3. Sinopsis

Sinopsis berisi tentang ringkasan isi buku berdasarkan pemahaman penulisnya.

4. Analisis

Bagian analisis merupakan bagian yang berisi paparan ada atau tidaknya unsur-unsur cerita, seperti tema, alur, serta penokohan.

5. Evaluasi

Bagian evaluasi berisi ulasan tentang kelebihan dan kekurangan buku yang dibuat ulasan.

8. Tahapan Pembuatan Resensi

Tahapan pembuatan resensi adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Buku

Menentukan atau memilih buku yang akan dibuat ulasan serta melakukan penjajakan buku yang akan dibuat ulasan.

Penjajakan yang dilakukan terkait tema, deskripsi buku, penerbit, tahun dan tempat buku tersebut diterbitkan, format, jumlah halaman, jumlah bab, harga buku, serta bidang kajian buku tersebut, seperti ekonomi, filsafat, sastra, atau lainnya.

2. Membaca dan Memahami

Membaca dan memahami isi buku secara keseluruhan, teliti, dan cermat serta memahami permasalahan dalam buku tersebut dengan tepat.

3. Menandai Buku yang Perlu Pemahaman Lebih Lanjut

Menentukan dan menandai bagian-bagian buku yang memerlukan pemahaman lebih lanjut serta bagian-bagian buku yang akan dijadikan kutipan pada teks resensi yang akan ditulis.

4. Membuat Sinopsis

Membuat sinopsis atau ringkasan isi buku yang akan dibuat ulasan.

5. Membuat Outline

Membuat outline atau garis besar resensi yang akan ditulis.

6. Memberikan Penilaian

Memberikan penilaian terhadap beberapa hal, yaitu kerangka penulisan, isi pernyataan, bahasa, dan aspek teknis.

Kerangka penulisan terkait kohesi dan koherensi antar bagian, dinamika dan sistematikanya.

Isi pernyataan terkait bagaimana kualitas ide yang dipaparkan, bagaimana ketajaman analisisnya, kelengkapan data serta kreativitas yang disajikan dalam buku tersebut.

Bahasa terkait dengan penerapan ejaan yang disempurnakan (EYD), efektivitas kalimat dan ketepatan diksi yang digunakan.

Sementara, aspek teknis berkaitan dengan penampilan buku secara fisik, misalnya kerapian cetakan dan kebersihan buku.

7. Menyusun Ulasan

Menyusun ulasan dan menulisnya sesuai dengan hasil penilaian dan outline yang telah dibuat sebelumnya.

8. Melakukan Koreksi

Melakukan koreksi dan melakukan revisi hasil ulasan menggunakan kriteria-kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Selain tahapan-tahapan di atas, diperlukan juga pengetahuan dan pemahaman tentang teknik pembuatan resensi.

9. Teknik Pembuatan

Teknik pembuatan resensi dibagi menjadi tiga macam, yaitu teknik cutting and glueing, teknik focusing, dan teknik comparing.

9.1 Teknik Cutting and Glueing

Teknik cuting and glueing dilakukan dengan merekatkan atau menggabungkan potongan-potongan tulisan.

Potongan-potongan tulisan yang digabungkan adalah bagian-bagian yang menarik dan juga bagian-bagian yang menggambarkan gagasan yang disampaikan oleh penulis buku.

Potongan-potongan tersebut kemudian dirangkai dalam suatu kesatuan yang logis yang biasa disebut dengan istilah pelekatan atau penempelan.

Pada tahap pelekatan harus memperhatikan kepaduan gagasan dan kesatuan antar potongan tulisan agar mudah dipahami dan gagasan penulis buku tersampaikan dengan jelas dalam ulasan yang dibuat.

Peran penulis ulasan dalam hal ini hanya merangkai atau mengaitkan gagasan agar saling menyambung satu sama lainnya.

Pembuat ulasan hanya boleh merefleksikan pandangan atau kesan terhadap buku yang dibuat ulasan pada bagian judul resensi dan bagian kesimpulan saja.

Teknik ini merupakan teknik yang paling cocok bagi pemula yang ingin belajar menulis resensi karena teknik ini merupakan teknik penulisan resensi yang paling sederhana.