Penyajian Tulisan: Pengertian, Teknik, dan Contoh Lengkap

Karya tulis merupakan salah satu bentuk penyajian gagasan atau ide penulis dalam bentuk tulisan. Ada beberapa teknik penyajian karya tulis yang dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuannya. Teknik penyajian sebuah karya tulis yang digunakan untuk menyajikan informasi tentu berbeda dengan teknik penyajian karya tulis yang bertujuan untuk memengaruhi orang lain.

Teknik penyajian karya tulis tersebut dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Teknik penyajian tersebut dapat digunakan dalam satu paragraf. Namun dalam praktiknya, penulis dapat menggunakan kombinasi teknik penyajian dalam satu paragraf.

teknik penyajian tulisan

1. Pengertian Penyajian Tulisan

Penulis dapat menggunakan berbagai teknik penyajian agar gagasan penulis dapat tersampaikan kepada pembaca melalui tulisannya.

Misalnya, ketika Anda membaca sebuah karya tulis, pernahkah Anda merasa tergambarkan suatu hal yang sedang kita baca? Jika Anda pernah merasakan hal tersebut, maka penulis bermaksud untuk menggambarkan atau melukiskan sesuatu dalam tulisan tersebut.

Pengertian penyajian tulisan adalah teknik menyampaikan tulisan agar maksud yang ingin disampaikan penulis dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

Jenis tulisan dengan maksud untuk menggambarkan atau melukiskan sesuatu seperti di atas dapat disebut dengan deskripsi. Berdasarkan hal tersebut, jenis tulisan dapat dikelompokkan berdasarkan maksud dan tujuan penulis.

2. Jenis-Jenis Tulisan

Berdasarkan teknik penyajian sebuah karya tulis, jenis tulisan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu narasi (narasi dibedakan menjadi narasi sugesti dan narasi ekspositoris), deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi (Kuntaro 2011).

Berdasarkan cara penyajian dan tujuan penulisan karya tulis dapat dibedakan menjadi enam, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi, dan campuran (Finoza 2010).

Berdasarkan hal tersebut, jenis tulisan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

2.1 Deskripsi

Kata deskripsi berasal dari bahasa Inggris, yaitu description yang berarti gambaran.

Dalam bahasa Indonesia, deskripsi dapat diartikan sebagai sebuah karya tulis yang digunakan untuk menggambarkan suatu objek melalui panca indera.

Berdasarkan objek yang digambarkan, jenis tulisan ini dapat dibedakan menjadi empat, yaitu deskripsi objek, deskripsi tempat, deskripsi peristiwa, dan deskripsi personalitas.

2.1.1 Deskripsi Objek

Deskripsi objek adalah sebuah jenis tulisan yang menggambarkan atau menunjukkan objek aktual dengan ilustrasi, seperti gambar atau lukisan. Dalam jenis tulisan ini, penulis sudah pernah melihat dan mendalami objek yang dia deskripsikan. Berikut ini salah satu contoh tulisan dengan teknik penyajian deskripsi objek.

Lambang IPB berbentuk lingkaran berwarna dasar biru dan terdiri atas tulisan INSTITUT PERTANIAN BOGOR, pohon yang terdiri atas lima helai daun, dan buku terbuka dibawahnya yang seluruhnya berwarna putih. Warna dasar biru melambangkan IPB termasuk dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi; buku terbuka melambangkan IPB sebagai sumber ilmu pengetahuan; bentuk lingkaran melambangkan ilmu pengetahuan selalu berkembang dan bertambah; tiga cabang yang muncul di atas buku terbuka melambangkan Tridarma Perguruan Tinggi; dan lima helai daun melambangkan lima fakultas pertama yang ada pada saat IPB berdiri dan Tridarma dilaksanakan berdasarkan Pancasila.

2.1.2 Deskripsi Tempat

Penyajian tulisan dengan deskripsi tempat dapat digunakan untuk menggambarkan suatu tempat secara faktual. Penulis dapat menggambarkan atau mendeskripsikan suatu tempat secara berurutan. Berikut salah satu contoh tulisan yang menggunakan teknik penyajian deskripsi tempat.

Bangunan tua yang terletak di sudut jalan memiliki kesan menyeramkan bagi setiap orang yang melihatnya. Ketika melewati halaman bangunan tersebut, Anda dapat merasakan suasana sunyi yang mencekam. Anda dapat meliat pot bunga tua yang berada di sebelah kanan dan kiri yang menjadi saksi bahwa bangunan tersebut sudah lama ada. Ketika pandangan Anda lurus ke depan terlihat kusen pintu yang sangat tinggi. Pintu itulah yang dapat mengantarkan kita ke ruang utama bangunan tua tersebut. Ketika Anda membuka pintu itu, Anda dapat langsung mencium aroma terapi yang menyengat di seluruh ruangan itu dan dapat menambah rasa takut. Langit-langit di ruangan tersebut berwarna jingga, seakan melukiskan semburat matahari sore yang ditampali dengan lukisan antik yang tertata rapi di dinding dan seakan memberi kesan pemilik bangunan enggan untuk merubah gaya ruangan tersebut menjadi modern. Terlihat meja besar berbentuk oval di tengah ruangan yang dikelilingi oleh delapan kursi ukiran. Pintu-pintu kamar yang terlihat sudah tertutup rapat, seakan menandakan kamar tersebut sudah tidak dihuni lagi. Suara gemericik air membuat bulu kuduk berdiri dan menambah suasana seram dalam bangunan tua itu.

2.1.3 Deskripsi Peristiwa

Teknik penyajian tulisan dengan deskripsi peristiwa merupakan teknik menggambarkan atau melukiskan berdasarkan urutan kejadian atau peristiwa. Penulis dapat menggambarkan suatu kejadian secara objektif dan tidak menyertakan perasaannya dalam tulisannya. Berikut ini salah satu contoh tulisan yang menggunakan teknik penyajian deskripsi tempat.

Ratusan anak yatim dan tamu undangan yang terdiri dari perwakilan PT Antam, dekan, guru besar, dosen, pimpinan desa lingkar kampus, tokoh masyarakat, dan rektor IPB melakukan launching pembukaan acara Dies Natalis IPB ke 48. Agenda pembuka dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada anak yatim di lingkar kampus IPB sebanyak 800 anak yang berasal dari 17 desa lingkar kampus IPB. Agenda pembuka tersebut dilaksanakan di Graha Widya Wisuda.

2.1.4 Deskripsi Personalitas

Teknik penyajian tulisan dengan deskripsi personalitas adalah teknik yang digunakan untuk menggambarkan seseorang. Seseorang yang akan digambarkan harus sudah dikenal dengan baik oleh penulis. Berikut salah satu contoh tulisan yang menggunakan penyajian dengan deskripsi personalitas.

Lelaki tua berkemeja merah itu adalah seorang yang saya hormati. Orang tersebut selalu kupanggil ayah. Badannya kurus dan renta karena usia yang terus bertambah. Tongkat kayu yang selalu ada didekatnya dan dengan sabar menemani kemanapun lelaki itu pergi. Lelaki  keturunan Sunda asli itu memiliki hidung agak mancung dan kulit sawo matang. Bibirnya selalu tersenyum, seakan memberikan kita isyarat untuk terus semangat dan tanpa henti berdoa untuk anak dan keturunannya.

2.2 Narasi

Kata narasi berasal dari bahasa Inggris “Narration” yang berarti bercerita. Penyajian tulisan dengan narasi merupakan suatu teknik yang berusaha untuk menciptakan, mengisahkan, atau menguraikan perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara berurutan yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Penyajian narasi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu narasi faktual atau nonfiksi dan narasi sugestif atau fiksi.

2.2.1 Narasi Nonfiksi

Narasi nonfiksi adalah sebuah teknik penyajian tulisan yang berisisi peristiwa yang benar-benar terjadi. Peristiwa sejarah atau autobiografi merupakan salah satu bentuk tulisan narasi nonfiksi. Berikut ini salah satu contoh paragraf dengan penyajian narasi nonfiksi.

Pagi itu kabar buruk sudah mulai memenuhi berbagai lini masa. Pesawat Air Asia dengan nomor registrasi PK-AXC hilang dari radar setelah 42 menit lepas landas dari Bandara Djuanda, Surabaya, Jawa Timur. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jendral Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo mengatakan “Pesawat tersebut berangkat pada pukul 5.36 dan mengikuti jalur M635 (jalur yang biasa dilintasi) menuju Singapura. Pukul 6.18 pesawat hilang dari radar.”

2.2.2 Narasi Fiksi

Jenis narasi fiksi merupakan suatu teknik penyajian berupa cerita khayalan atau imajinasi penulis. Jenis narasi ini biasa dijumpai dalam novel atau cerita pendek. Berikut ini salah satu paragraf yang menggunakan penyajian narasi fiksi.

Hasil pembicaraanku dengan Mina, aku jelaskan pada Tuan Mayu dan Lili. Mereka tersenyum lega. Mereka mengajakku ke atas flat mereka, untuk menjelaskan kepada Nira. Di ruang tamu rumah Tuan Mayu, Nira menunduk dengan wajah sedih. Ada bekas lebam di sekitar wajahnya. Matanya memerah karena menangis.

2.3 Eksposisi

Istilah eksposisi berasal dari bahasa Inggris “exposition” yang artinya memulai atau membuka. Jenis tulisan eksposisi adalah salah satu teknik penyajian tulisan yang bermaksud untuk memberitahukan, memberi informasi, menjelaskan, atau menguraikan sesuatu, sehingga pembaca dapat mengetahui suatu hal dan menambah wawasan pembaca. Pada jenis tulisan ini, penulis tidak bermaksud untuk memengaruhi pikiran, perasaan, dan sikap pembaca. Berikut salah satu contoh paragraf yang menggunakan teknik penyajian eksposisi.

Resistensi bakteri terhadap obat antibiotik sudah masuk ke dalam tahap menghkawatirkan. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh peneliti Inggris, mengatakan bahwa akan ada 10 juta kematian setiap tahun akibat resistensi infeksi penyakit pada 2050.

Angka kematian ini lebih besar dibandingkan dengan angka kematian penderita kanker (8,2 juta jiwa), kolera (100 – 200 ribu jiwa), diabetes (1,5 juta jiwa), dan kecelakaan lalu lintas (1,2 juta jiwa). “Dampak buruk dari resistensi antimikroba (AMR) sudah terjadi di seluruh dunia” tulis laporan yang berjudul “Resistance: Tackling a Crisis for the Health and of Wealth Nations.”

2.4 Argumentasi

Jenis tulisan argumentasi merupakan salah satu teknik penyajian tulisan yang digunakan untuk meyakinkan pendapat, baik untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. Jenis ini mengemukakan prinsip logika sebagai alat bantu utama yang berusaha untuk menyelidiki permasalahan yang akan dikemukakan. Ada tiga ciri-ciri karya tulis yang menggunakan teknik penyajian argumentasi, yaitu:

  • Mengemukakan alasan atau bantahan dengan tujuan untuk memengaruhi keyakinan pembaca agar menyetujuinya;
  • Mengusahakan pemecahan masalah; dan
  • Mendiskusikan suatu persoalan tanpa perlu mencapai satu penyelesaian.

Berikut ini salah satu contoh paragraf yang menggunakan teknik penyajian argumentasi.

Rencana PT Pertamina untuk menaikkan harga jual eceran gas elpiji ukuran 12 kg pada Januari 2015 dinilai akan mendorong peralihan konsumen gas elpiji 12 kg ke gas elpiji ukuran 3 kg. Hal ini menyebabkan pemerintah diminta untuk melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan permintaan gas elpiji ukuran 3 kg.

2.5 Persuasi

Jenis tulisan perusasi adalah suatu teknik penyajian tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk pembaca terhadap hal-hal yang disajikan dalam tulisan berupa fakta, pendapat, dan gagasan.

Fakta-fakta tersebut diuraikan sedemikian rupa sehingga pembaca dapat diyakinkan dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap emosi dan perasaan pembaca. Jenis tulisan ini banyak ditemui dalam bentuk iklan. Berikut salah satu contoh tulisan yang menggunakan teknik penyajian persuasi.

Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama dari semua bentuk layanan yang diberikan oleh Toko DWZ. Berbicara soal kepuasan pelanggan bukan hanya produk yang ditawarkan melainkan bentuk pelayanan yang diberikan untuk memuaskan konsumen. Staff Toko DWZ begitu cekatan dan ramah terhadap pelanggannya. Selain itu, toko ini sedang memberikan penawaran khusus berupa potongan harga sebesar 20%. Penawaran khusus ini berlaku untuk seluruh produk di Toko DWZ. Jadi tunggu apa lagi? Segera datang dan buktikan sendiri.

 

Sekian materi mengenai penyajian karya tulis.

Semoga dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda.

1 thought on “Penyajian Tulisan: Pengertian, Teknik, dan Contoh Lengkap”

Comments are closed.