Kok Ujian Bahasa Indonesia Lebih Susah daripada Bahasa Inggris?

Mungkin beberapa dari Anda pernah tahu atau bahkan mengalami sendiri bahwa nilai ujian bahasa Indonesia lebih rendah daripada bahasa asing atau yang umum diajarkan adalah bahasa Inggris.

Menurut Anda, kira-kira apa penyebabnya?

Apakah karena pelajaran bahasa Indonesia bukan lagi pelajaran favorit bagi siswa?

Atau memang bahasa Indonesia itu lebih sulit dibandingkan bahasa Inggris?

Kenapa lebih sulit?

Padahal bahasa Indonesia adalah bahasa ibu atau bahasa yang pertama kali dikenalkan, digunakan setiap hari pula.

Bingung?

Baca artikel ini sampai habis yuk!

Kok ujian bahasa Indonesia lebih sulit

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia yang penggunaannya diresmikan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah dipelajari, ada pula yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sulit dipelajari.

Jadi menurut Anda yang mana nih?

Mudah atau sulit?

Berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai mudah dan sulitnya bahasa Indonesia:

Mudahnya bahasa Indonesia

1. Pelafalannya termasuk konsisten

Bahasa Indonesia mempunyai pelafalan yang tergolong konsisten.

Huruf “a” akan tetap dibaca “a”, huruf “b” akan dibaca “b”, dan begitupun seterusnya.

Tidak seperti bahasa Inggris yang mana huruf “a” dalam beberapa kata seperti “wallet”, “father”, “bag”, dan “barn” akan menghasilkan pelafalan yang berbeda-beda.

2. Tidak mempunyai perubahan bentuk konjungsi dan kata kerja menurut waktu

Dalam bahasa Indonesia, kata kerja “mulai” selamanya atau kapan pun waktunya akan tetap “mulai” sedangkan dalam bahasa Inggris kata kerja “begin” akan mengikuti atau berubah sesuai waktunya menjadi “began” atau “begun”.

3. Kata benda tidak mempunyai bentuk jamak yang khusus

Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata benda yang mempunyai jamak khusus seperti meja-meja, anak-anak, buku-buku, dan lain sebagainya.

Sedangkan bahasa Inggris bentuk jamaknya dengan menambahkan “s” pada kata sifat atau kata benda diubah ke bentuk khusus seperti “child” menjadi “children” dan lain sebagainya.

Sulitnya bahasa Indonesia

Jika seseorang yang bukan penutur bahasa Indonesia maka akan ada beberapa kesulitan dalam mempelajari bahasa Indonesia, misalnya dalam hal aturan penggunaan imbuhan seperti tulis menjadi menulis, penulis, dan tertulis, sendiri menjadi menyendiri, penyendiri, tersendiri, dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Kita sebagai penutur bahasa Indonesia pasti sudah cukup paham dong dengan hal tersebut.

Namun mengapa nilai ujiannya masih lebih rendah daripada bahasa Inggris?

Berikut ini adalah faktor-faktornya:

1. Faktor orang tua

Sangatlah jarang ditemui orang tua yang menyarankan anaknya untuk les bahasa Indonesia karena mereka menganggap bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan sehari-hari sehingga menganggapnya semua anak pasti bisa mengerjakan ujian dan tidak perlu dipelajari lebih mendalam.

Ditambah lagi kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia saat ini yang dinilai gagal karena saat di sekolah kebanyakan mempelajari teks tulis sehingga siswa malas dan bosan.

2. Soal ujian bahasa Indonesia terlalu panjang

Soal pada ujian mata pelajaran bahasa Indonesia terlalu panjang.

Tidak jarang juga dalam soal disisipkan sebuah artikel yang cukup panjang sehingga siswa membutuhkan waktu mengerjakan yang cukup lama dan terkesan lebih membosankan.

Jika siswa tidak teliti dalam membaca bacaan tersebut maka bisa jadi akan terjebak ditambah lagi pilihan jawabannya semuanya hampir sama.

Jadi dalam mengerjakan soal bahasa Indonesia harus teliti dan fokus.

3. Kurangnya minat siswa untuk membaca buku berbahasa Indonesia

Saat ini siswa akan lebih memilih untuk membaca buku atau mempelajari pelajaran lain seperti matematika, biologi, fisika, atau bahasa Inggris daripada membaca buku bahasa Indonesia seperti buku kumpulan cerpen, biografi, dan buku-buku sastra lain karena dinilai kurang menarik dan membosankan.

4. Fakta bahwa bahasa Indonesia hanyalah bahasa yang digunakan di Indonesia saja

Siswa sekaligus orang tua berpikir bahwa bahasa Indonesia hanya digunakan di Indonesia sedangkan bahasa Inggris digunakan di berbagai negara bahkan menjadi bahasa internasional.