Puan Maharani, Ketua DPR Wanita Pertama di Indonesia

Pada 1 Oktober 2019, seorang wanita cantik dan berprestasi dilantik menjadi Ketua DPR Republik Indonesia.

Selain menjadi wanita pertama, ia juga menjadi ketua DPR yang paling muda urutan ketiga setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Ade Subamia.

Wanita tersebut bernama Puan Maharani Nakshatra Kusyala Dewi atau lebih sering dipanggil Puan Maharani.

Penasaran dengan kisah hidupnya? Baca ulasan ini sampai habis ya!

Biografi Puan Maharani

Nama LengkapPuan Maharani Nakshatra Kusyala Devi
KebangsaanIndonesia
Tempat LahirJakarta
Tanggal Lahir6 September 1973
Profesi UtamaPolitikus
Prestasi
  • Menjadi Wakil Pengarah Asian Games tahun 2018
  • Menjadi Menteri Koordinator Perempuan Termuda dan Pertama
  • Berhasil Memimpin Penciptaan Situs Web Pemerintah dengan Pengembangan Paling Pesat
  • Menjadi Wanita Pertama yang Menjabat sebagai Ketua DPR
  • Sukses Menurunan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
  • Dan masih banyak lagi

Puan Maharani adalah seorang politikus Indonesia wanita pertama yang menjabat sebagai ketua DPR RI untuk periode 2019-2024.

Puan merupakan anak tunggal dari presiden kelima Indonesia yaitu Megawati Soekarnoputri buah hasil pernikahan dengan Taufiq Kiemas yang berarti juga merupakan cucu dari presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno.

Sejak lahir sampai sekolah dasar, Puan menjalani kehidupan normal dan biasa meskipun merupakan cucu Soekarno yang mana merupakan orang paling berjasa di Indonesia.

Namun sejak Puan kecil menginjak usia siswi SMP, sang ibu yaitu Megawati mulai aktif kembali di dunia perpolitikan Indonesia dan mengharuskannya untuk berkeliling Indonesia untuk mengurus beberapa pekerjaan sehingga saat itu juga Puan Maharani kecil mulai melihat bagaimana seorang politisi bekerja.

Saat duduk di bangku SMA, Puan Maharani mulai mendampingi langsung sang ibu dalam berkegiatan di dunia politik.

Bahkan Puan Maharani sempat melihat saat ibunya dilarang masuk dalam struktur PDI oleh utusan penguasa sehingga saat itu pula ia mulai memahami bagaimana cara menghadapi tekanan politik.

Setelah lulus SMA, Puan Maharani melanjutkan studinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia jurusan Komunikasi Massa.

Ia menjalani masa-masa perkuliahan sama seperti mahasiswa lainnya.

Ia juga pernah berkesempatan untuk kerja magang di majalah Forum Keadilan.

Setelah itu, akhirnya Puan Maharani memutuskan untuk terus mendampingi dan belajar langsung dari ibunya yang telah melewati banyak peristiwa politik demi melahirkan partai PDI Perjuangan.

Saat para pejuang reformasi dan aktivis berkumpul di rumah, Puan Maharani juga ikut mendengarkan banyak pembicaraan mereka termasuk dengan cara membantu di dapur umum.

Meskipun sudah sibuk menjalankan bisnis keluarga, Puan Maharani tetap ikut dan mendampingi sang ibu di berbagai acara politik yang secara tidak langsung dan tanpa disadari hal tersebut telah memperkenalkan Puan Maharani ke panggung politik.

Setelah disibukkan dengan mengurus dan mendampingi dua anaknya, akhirnya pada tahun 2006 Puan Maharani masuk serta aktif dalam organisasi politik yaitu menjadi anggota dari DPP KNPI Bidang Luar Negeri.

Kemudian ia mencalonkan diri menjadi anggota legislatif pada Pemilu tahun 2009 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V (Sukoharjo, Boyolali, Klaten, dan Surakarta).

Pada pemilu tersebut ia terpillih dan meraih suara terbanyak urutan kedua tingkat nasional yaitu 242.504 suara.

Di PDI Perjuangan pun kemudian Puan Maharani telah dipercaya menjadi Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga yang mempunyai peran penting.

 

Demikian biografi Puan Maharani yang merupakan seorang politisi wanita pertama dan termuda yang menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Semoga menginspirasi kita semua agar bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.