Cara Membuat Surat Lamaran Pekerjaan yang Benar Beserta Contohnya

Indonesia mempunyai jumlah pengangguran yang cukup tinggi yaitu sekitar 6,88 juta jiwa pada bulan Februari 2020 (menurut BPS) yang mana jumlahnya tidaklah sebanding dengan lowongan yang tersedia.

Saat ini untuk menemukan lowongan pekerjaan memang sangatlah mudah, tetapi untuk diterima memang tidaklah semudah menekan saklar lampu.

Jika Anda yang sudah melamar di beberapa lowongan dan merasa semua syarat sudah terpenuhi, tetapi tidak kunjung mendapat panggilan interview, mungkin ada yang salah dengan surat lamaran pekerjaan yang diajukan.

Jika ingin tahu bagaimana cara dan contoh yang benar dalam membuat surat lamaran pekerjaan, ada baiknya untuk membaca artikel “Cara Membuat Surat Lamaran Pekerjaan yang Benar Beserta Contohnya” sampai habis.

Cara membuat surat lamaran pekerjaan

Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang berisi permohonan untuk bisa bekerja di suatu instasi atau lembaga.

Berikut ini adalah sistematika surat lamaran pekerjaan:

1. Tempat dan tanggal pembuatan surat

Bagian ini ditempatkan pada pojok kanan atas surat dan tanpa titik karena tidak termasuk kalimat.

Contoh:

Malang, 20 Januari 2020

2. Lampiran dan perihal

Kata Lampiran dan hal tidak boleh disingkat misalnya seperti lamp. dan angka yang ada dalam kolom lampiran harus ditulis menggunakan huruf.

Contoh:

Lampiran: Enam lembar
Hal: Pemberitahuan

3. Alamat surat

Ketentuan penulisan alamat surat adalah sebagai berikut.

  1. Pada alamat surat tidak menggunakan kata Kepada.
  2. Alamat yang ditulis lebih baik kurang dari tiga baris.
  3. Jabatan tidak boleh menyebutkan kata sapaan yang menunjukan jenis kelamin seperti Ibu dan Bapak.
  4. Tulisan Jalan tidak boleh disingkat, seperti Jl atau Jln.
  5. Tidak perlu menggunakan titik di masing-masing baris.

Contoh:

Yth. Manager PT Waskita Karya
Jalan M. T. Haryono, Jatinegara
Jakarta

4. Salam pembuka

Pada salam pembuka jika menggunakan kata Dengan hormat maka harus ada tanda koma dibelakangnya.

Begitu pun untuk kata salam pembuka lainnya.

Contoh:

Dengan hormat,

5. Alinea pembuka

Pada bagian ini seharusnya menggunakan bahasa yang sopan supaya pihak yang membacanya tidak sampai tersinggung.

Gunakan diksi kata yang paling baik pada bagian ini karena reaksi pembaca tergantung dari bagian ini.

6. Isi

Pada bagian isi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

a. Identitas

Identitas berisi keterangan seperti nama, tempat tanggal lahir, pendidikan terakhir, alamat, dan apapun yang dibutuhkan atau sesuai dengan keperluan.

Untuk menulis keterangan ini huruf pada awal kata menggunakan huruf kecil.

Contoh:

nama: Pradikta Laksana
tempat tanggal lahir: Jakarta, 10 Januari 1996
pendidikan terakhir: S-1 Manajemen
alamat: Jl. Kembangan Utara RT. 021/32 No.88, Jakarta
nomor telepon: 081234567890

b. Maksud dan tujuan

Bagian ini adalah keterangan mengenai alasan pengirim atau pelamar.

c. Lampiran

Di dalam surat lamaran kerja ada beberapa lampiran mengenai syarat yang diminta instansi atau lembaga.

Maka dari itu pelamar harus melengkapi lampiran yang diminta.

Pada setiap rincian menggunakan tanda baca titik koma dan di akhir menggunakan tanda baca titik.

Contoh:

Fotokopi ijazah legalisir;
Fotokopi KTP;
Pasfoto ukuran 3×4 dua lembar.

7. Penutup

Isi penutup pada surat lamaran kerja harus menunjukkan semangatnya para pelamar pekerjaan kepada instansi atau lembaga yang dimaksud.

Contoh:

Demikian surat lamaran pekerjaan yang saya buat. Besar harapan agar dapat menjadi bagian dari perusahaan…

8. Salam penutup

Salam penutup pada surat lamaran kerja sangatlah penting yaitu sebagai bentuk sopan santun, etika, dan penghormatan.

Contoh:

Hormat saya,

9. Tanda tangan dan nama terang

Biasanya tanda tangan ada di pojok kanan bawah surat yang dibawahkan ditulis nama lengkap.

Contoh:

Hormat saya,
(Ttd)
Pradikta Laksana