Biografi Soeharto, The Smiling General Indonesia

“Soeharto merupakan presiden Indonesia ke 2 yang menjabat mulai dari tanggal 12 Maret 1967 hingga 21 Mei 1998.”

The Smiling General adalah julukan Soeharto yang diberikan oleh dunia internasional yang berarti Sang Jenderal yang Tersenyum.

Nama ini diberikan bukanlah tanpa alasan, tetapi karena Soeharto memang mempunyai raut wajah yang selalu tersenyum dan menunjukkan keramahan.

Namun dibalik senyumannya ada berbagai kontroversi yang terjadi dan di bawah ini adalah informasi lengkap mengenai biografi Soeharto.

Biografi Soeharto Presiden Kedua Republik Indonesia

Nama Lengkap Soeharto
Kebangsaan Indonesia
Tempat Lahir Bantul, Yogyakarta
Tanggal Lahir 8 Juni 1921
Profesi Utama Presiden Indonesia ke 2
Prestasi atau Penghargaan
  • Dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Indonesia
  • Berhasil mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pertama di Bali pada tahun 1976
  • Menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menluncurkan Satelit yaitu Satelit Palapa A1 pada tahun 1976

Soeharto lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ibu Soeharto bernama Sukirah sedangkan ayahnya Kertosudiro.

Dalam buku biografinya yang disusun G. Dwipayana, ibu Soeharto adalah seorang ibu muda yang kesulitan mengatasi masalah rumah tangga dan buku sejarah lain mengatakan bahwa sang ibu sedang mengalami masalah mental yang cukup sulit.

Sementara sang ayah merupakan seorang pengatur irigasi miskin yang menurut beberapa biografer, ia bukanlah ayah kandungnya.

Banyak yang menduga bahwa Soeharto adalah anak kandung Padmodipuro yang seorang bangsawan.

Pendidikan Soeharto

Saat kecil, Soeharto tinggal bersama ayahnya yaitu Kertosudiro dan ia diajak mengembala kerbau.

Ketika sudah semakin besar, Soeharto kemudian tinggal bersama kakeknya dan disekolahkan di sebuah Sekolah Dasar di Desa Puluhan lalu pindah ke SD Pedes lantaran orang tuanya pindah rumah ke Kemusuk Kidul.

Setelah itu, Soeharto pun dititipkan di rumah bibinya dan disekolahkan serta diajari pendidikan agama yang cukup kuat.

Saat SMP, Soeharto bersekolah di SMP Muhammadiyah yang mana membolehkan siswanya untuk menggunakan sarung dan tanpa alas kaki berupa sepatu.

Setamat SMP sebenarnya Soeharto ingin melanjutkan pendidikanya, tetapi keluarganya tidak mampu untuk membiayai sehingga ia mencari pekerjaan dan diterima sebagai pembantu klerek di Bank Desa.

Pada tahun 1942, Soeharto menemukan pengumuman penerimaan anggota KNIL yang merupakan tentara kerajaan Belanda.

Ia pun mendaftarkan diri dan berhasil lolos menjadi tentara.

Namun, ia hanya sempat bertugas dengan pangkat sersan selama 7 hari saja karena saat itu Belanda menyerah kepada Jepang.

KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA