Pengertian Alur Cerita, Tahapan, dan Jenis-Jenisnya

“Hampir semua orang yang pernah belajar bahasa Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan pengertian alur cerita.”

Walaupun sudah tidak asing, tetapi ada banyak orang pula yang lupa atau bahkan belum tahu mengenai pengertian alur cerita dan apa saja tahapan serta jenisnya.

Alur adalah salah satu unsur penting dalam cerita, oleh karena itu jangan tunda untuk baca artikel ini ya!

Pengertian Alur Cerita

Pengertian Alur Cerita

Alur cerita adalah salah satu unsur instrinsik dalam cerita yang berupa jalannya serangkaian peristiwa.

Jadi, alur ini berguna untuk mengatur jalannya sebuah cerita dan jika penulis tidak menentukannya dari awal maka ceritanya pun akan membingungkan dan menjadi kurang menarik untuk dibaca.

Adapun beberapa pengertian alur cerita menurut para ahli, antara lain:

1. Andri Wicaksono

Alur cerita adalah konstruksi yang dibuat terkait dengan sebuah deretan peristiwa secara kronologis dan logis serta saling berkaitan atau dialami para tokohnya.

2. Aminudin

Alur cerita adalah rangkaian yang dibuat melalui tahapan-tahapan peristiwa sehingga menghasilkan jalinan suatu cerita yang dihadirkan para pelaku dalam sebuah cerita.

3. Foster

Alur cerita adalah serangkaian kejadian dalam peristiwa cerita pendek atau novel fiksi yang diatur dalam waktu dan berdasar pada hukum sebab akibat.

Tahapan Alur Cerita

Setidaknya terdapat 5 tahapan alur cerita dan berikut adalah penjelasannya:

1. Tahap Orientasi atau Pengenalan

Tahap ini menjadi tahap paling awal dari jalannya cerita yaitu dengan memperkenalkan tokoh, suasana, dan tempat terlebih dahulu.

Bukankah pepatah sudah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang?

Oleh karena itu, sebelum membaca ceritanya alangkah baiknya mengetahui siapa tokoh yang berperan terlebih dahulu.

2. Tahap Muncul Konflik

Setelah perkenalan, penyebab konflik pun akan muncul.

Konflik biasanya terjadi karena pertentangan antar tokoh atau karena masalah-masalah lainnya.

Tahapan ini akan menjadikan pembaca lebih penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

3. Tahap Klimaks atau Puncak Konflik

Kemudian, tahap klimaks atau puncak konflik akan muncul dan biasanya menjadi bagian paling ditunggu-tunggu oleh pembaca.

Tahapan ini bisa menciptakan suasana tegang dan menjadikan pembaca ingin tahu bagaimana penyelesaiannya.

4. Tahap Antiklimaks atau Konflik Mereda

Semua konflik tidak selalu berada di puncaknya, mereka juga akan menurun atau terselesaikan.

Pada tahap ini, konflik yang awalnya memanas perlahan akan semakin mereda.

5. Tahap Resolusi atau Penyelesaian

Terakhir ada tahap resolusi atau penyelesaian yang berarti konflik selesai dan cerita pun berakhir.

Pada tahap ini, penulis biasanya juga menyertakan amanat mengenai pelajaran apa yang bisa diambil dari cerita.

Jenis-Jenis Alur Cerita

Terdapat beberapa jenis alur cerita yang umum digunakan, yaitu:

1. Alur Maju

Alur maju ini menyajikan cerita yang lebih kronologis ke masa depan.

Jadi, cerita yang menggunakan alur ini akan disajikan sejak dahulu kala dan berjalan menuju kemudian.

Cerita dengan alur maju banyak digunakan khususnya bagi penulis pemula karena memang lebih mudah dibuat dan dicerna bagi pembaca.

2. Alur Mundur

Selain alur maju, ada juga alur mundur yang berarti cerita disajikan dari masa depan ke masa lalu.

Cerita dengan alur mundur ini akan diawali dengan penyelesaian lalu berjalan mundur menuju penyebab konflik.

Alur ini memang cukup susah untuk diaplikasikan ke dalam cerita.

Namun, cerita yang menggunakan alur ini terkesan unik dan cerdas.

3. Alur Campuran atau Maju Mundur

Ada juga gabungan antara alur maju dan mundur yaitu alur campuran.

Cerita yang menggunakan alur ini akan diawali dengan klimaks lalu kembali ke masa lampau dan diakhiri dengan penyelesaian atau resolusi.

 

Penjelasan di atas bisa membantu Anda untuk membuat atau mengarang cerita yang lebih baik lagi karena telah mengetahui apa pengertian alur cerita, tahapan, dan jenis-jenisnya.

Terima kasih sudah membaca artikel kami.