Biografi Kunto Aji, Penyanyi Sendu Bersuara Merdu

Nama Kunto Aji pasti sudah tidak asing lagi didengar oleh penikmat musik tanah air. Lagu-lagunya sudah diputar di seluruh radio dan media elektronik lainnya. Dia membuktikan bahwa penyanyi indie mampu diterima oleh masyarakat karena karya-karyanya yang indah.

Mari kita simak perjalanan hidupnya melalui biografi berikut ini.

Biografi Kunto Aji Penyanyi Sendu Bersuara Merdu

Nama Lengkap (beserta gelar) Kunto Aji Wibisono
Kebangsaan Indonesia
Tempat Lahir Yogyakarta
Tanggal Lahir 4 Januari 1987
Pendidikan Terakhir Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta
Profesi Utama Penyanyi
Prestasi / Pencapaian Breakhthrough Artist of The Year pada NET. Indonesian Choice Awards 2015

1. Sekilas tentang Kunto Aji

Perjalanan hidup penyanyi asal Yogyakarta ini sangat menarik. Kunto Aji Wibisono atau yang sekarang dikenal dengan nama Kunto Aji adalah seorang penyanyi solo bergenre musik pop. Dia lahir di Yogyakarta pada 4 Januari 1987. Hobinya adalah bermain game, menonton film, dan mengakses internet. Idolanya di dunia musik adalah Chrisye.

Kunto Aji saat ini sudah mempunyai istri yang bernama Dewi Syariati. Ada hal yang menarik pada saat dia mengenal Sang Istri. Dewi berasal dari Balikpapan yang kala itu pindah sekolah ke SMA Negeri 9 Yogyakarta. Kunto Aji yang pada saat itu seorang Ketua OSIS dan pembawaannya ceria serta humoris mampu menaklukan hati Dewi. Mereka berhubungan selama 10 tahun.

Mereka juga harus melewati fase LDR (Long Distance Relationship) dalam 10 tahun perjalanan cinta mereka,.  Dewi yang melanjutkan sekolah di Rotterdam dan Aji berada di Jakarta. Akhirnya pada 6 Desember 2015 mereka melangsungkan pernikahannya.

Mereka sudah dikarunai seorang putra yang namanya sangat unik. Nama anaknya berasal dari bahasa jawa yaitu Badha Banyugeni. Dirinya bersama sang istri sangat peduli dengan tumbuh kembang Badha. Banyak hal yang diajarkan mereka kepada buah hatinya agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang pintar.

Terlihat keseruan kehidupan mereka dan tumbuh kembang Badha di instagramnya “@kuntoajiw” maupun instagram milik Dewi “@peonyandherself”.

2. Riwayat Pendidikan

Kunto Aji dari lahir sampai kuliah di Yogyakarta. Dia bersekolah di SMA Negeri 9 Yogyakarta dan telah menyelesaikan program studi S1 di Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta pada Maret 2008.

Dia memilih akuntansi karena passion dia di bidang bisnis dan dia memang sangat tertarik dengan dunia bisnis. Dia juga bercerita jika ada kesempatan dirinya ingin melanjutkan sekolah S2 dengan mengambil bisnis sesuai dengan passion dia di luar dunia musik.

3. Perjalanan Karier Kunto Aji

Perjalanan karier Kunto Aji tidaklah mudah sebelum menjadi penyanyi populer yang dikenal banyak orang saat ini. Dia memulai karier musik berawal dari mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol ke lima pada tahun 2008. Dia bertahan cukup lama di Indonesian Idol sampai di posisi empat besar. Inilah awal mula dia terjun di industri musik tanah air ini.

Setelah berakhirnya dia di ajang pencarian bakat tersebut, dia sempat ditelantarkan dan mendapatkan penolakan dari label musik yang menjanjikan untuk merilis singlenya.

Hal ini dikarenakan pihak label menilai karyanya kurang mampu merangkul seluruh selera pasar dan kurang dapat diterima oleh masyarakat.

Pada tahun 2014 Kunto Aji akhirnya memberanikan diri untuk merilis singlenya dengan label sendiri dengan ilmu yang didapatnya di Indonesian Idol. Dia memutuskan untuk berkarier lewat jalur independen dan ingin membuktikan bahwa dengan label sendiri pun dia bisa diterima oleh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, ternyata single tersebut dapat diterima oleh masyarakat dan membawa namanya semakin dikenal di industri musik.

Pandangan yang beranggapan bahwa kaya indie yang masih segmented berhasil dipatahkan oleh Kunto Aji melalui single “Terlalu Lama Sediri”. Dia mampu membuktikan bahwa karyanya mampu menembus pasar dan diterima di telinga pendengarnya sampai saat ini. Dia bangga dengan dirinya sendiri, meski berjalan independen dia tetap dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Perjalanan mengenalkan lagu “Terlalu Lama Sendiri” tidaklah cepat dan instan. Banyak sekali tantangan untuk memperkenalkan lagu tersebut kepada publik. Dirinya harus mendistribusikan lagu tersebut sendiri dengan menampilkannya dari satu panggung ke panggung lainnya. Memang bukan kemauan dirinya tidak menggandeng label musik dalam perilisan singlenya tapi karena keadaan yang memaksa dirinya untuk menempuh jalur independen.

Akhirnya dengan tekad kuat dan kerja keras yang telah dia lakukan lagu “Terlalu Lama Sendiri” sudah diputar dan memuncaki chart radio-radio. Setelah dirasa sukses dengan single pertamanya, akhirnya dia memutuskan untuk membuat single kedua yang berjudul “Pengingat”. Pada single inilah dia menggandeng basist berbakat Indonesia, Barry Likumahuwa.

Pada tahun 2010, Kunto Aji pun ikut terjun ke dunia perfilman tanah air. Dia bermain film komedi Indonesia yang berjudul “Senggol Bacok”. Film ini disutradarai oleh Iqbal Rais yang dirilis pada 4 November 2019. Di dalam film “Senggol Bacok” ini dia memerankan tokoh Disko, yaitu seorang pengamen bersuara emas yang menjadi teman tokoh utama yaitu Galang. Film ini dibintangi oleh Al Fathir Muchtar sebagai Galang, Kinaryosih sebagai Laras, dan Ringgo Agus Rahman sebagai Donny.

Setelah berhasil memerankan tokoh Galang dengan apik, nama Kunto Aji semakin diperhitungkan dalam industri musik. Suaranya yang merdu ditambah karya-karyanya yang bagus membuatnya mempunyai value di mata masyarakat. Sampai saat ini dia sudah memiliki dua album yang sukses dijual di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu dia bergabung dengan label musik Juni Records untuk merilis album keduanya karena dia yakin bahwa berjalan bersama-sama akan membuahkan hasil yang lebih baik.

4. Diskografi Kunto Aji

Diskografi merupakan daftar lagu-lagu seorang penyanyi atau pemusik. Konto Aji sudah memiliki dua album selama debutnya di industri musik sampai saat ini.

Album pertama dirilis pada 17 Desember 2015 yang berjudul “Generation Y”. Album ini bergenre Pop terdiri dari 9 lagu yaitu:

  • Terlalu Lama Sendiri
  • Pengingat (ft. Barry Likumahuwa)
  • Suara
  • Mercusuar
  • Akhir Bulan
  • Gema
  • Buka Buka Buka
  • Amatiran
  • Ekspektasi

Pada album pertama ini lagu utamanya yaitu Terlalu Lama Sendiri dan Pengingat. Label musik yang merilis album ini yaitu Uppercut Production Organic Records.

Album kedua dirilis pada 14 September 2018 yang berjudul “Mantra Mantra”. Album ini juga bergenre Pop yang terdiri dari 9 lagu yaitu:

  • Sulung
  • Pilu Membiru
  • Rancang Rencana
  • Topik Semalam
  • Jakarta Jakarta
  • Rehat
  • Saudade
  • Konon Katanya
  • Bungsu

Pada album keduanya ini banyak produser yang ikut membantu dalam produksi lagu-lagunya yaitu Ankadiov, Petra Sihombing, Anugrah Swastadi, dan Stefano. Pada album pertama ini lagu utamanya yaitu Konon Katanya dan Topik Semalam. Label musik yang merilis album ini yaitu Juni Records.

Ada cerita tersendiri dalam album yang berjudul “Mantra Mantra” ini. Di dalam album ini Kunto Aji mengangkat tema kesehatan mental yang berfokus kepada Overthinking.

Dia menggunakan nada-nada dengan frekuensi yang 369 Hz yang menurut penelitian frekuensi ini dapat membuat pendengar merasa lebih baik, lebih semangat, dan optimis. Selain itu dengan nada berfrekuensi 369 Hz membuat pendengar dapat mengeluarkan racun dan pikiran-pikiran yang negatif yang ada dalam tubuh.

5. Kolaborasi

Setelah sukses dengan single pertamanya yaitu “Terlalu Lama Sendiri”, akhirnya Kunto Aji merilis single keduanya yang berjudul “Pengingat”. Pada single keduanya ini dia tidak sendirian, dia mengajak kolaborasi dengan bassist yang sangat berbakat di Indonesia yaitu Barry Likumahuwa.

Banyak musisi yang tertarik dengan lagu-lagu milik Kunto. Salah satunya yaitu Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) yang merilis single hasil daur ulang dari lagu Kunto Aji yaitu Terlalu Lama Sendiri.  Lagu tersebut diaransemen dan diubah liriknya dengan judul “To Long To Be Alone”.

Pada album keduanya yaitu Mantra Mantra, Kunto Aji berkolaborasi dengan produser-produser ternama tanah air. Dia berkolaborasi dengan Ankadiov yang menjadi produser lagu “Rancang Rencana, Sulung, Pilu Membiru dan Topik Semalam”, Petra Sihombing yang menjadi produser lagu “Rehat dan Jakarta Jakarta”, Anugrah Swastadi yang menjadi produser lagu “Konon Katanya”, dan Bramasto yang menjadi produser lagu “Sausade”. Campur tangan para produser ternama ini membuat album Mantra Mantra mempunyai warna baru untuk musiknya.

Pada lagu “Rehat” yang berada dalam album keduanya, Kunto Aji berkolaborasi dengan NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) untuk pembuatan video klip lagu tersebut. Di dalam lagu “Rehat” ini Kunto Aji bercerita tentang pentingnya self awareness, bahwa sosok yang paling bisa kita percayai dan selalu support kita adalah diri kita sendiri.

Padahal kita sudah mampu mencapai suatu titik dalam hidup ini karena bantuan diri kita sendiri, namun mungkin beberapa orang belum menyadari dan lupa berterima kasih pada dirinya sendiri. Hal inilah yang membuat Kunto Aji ingin amplifikasi self awareness di video klip “Rehat” ini.

Kunto Aji melakukan kolaborasi dengan NKCTHI karena dia ingin mengamplifikasikan apa yang ada di lirik dengan video yang relatable dengan lirik. Ada lebih dari 1.200 video yang berhasil dikumpulkan untuk mendukung pembuatan video klip lagu ini. Akhirnya video klip tersebut rampung dan sesuai dengan keinginannya untuk memvisualisasikan lagu “Rehat” dengan indah.

6. Penghargaan

Selama berkecimpung di industri musik tanah air ini, Konto Aji sudah mendapatkan banyak penghargaan. Penghargaan yang telah diterimanya yaitu pada tahun 2015 dalam acara NET. Indonesian Choice Awards. Dia masuk ke dalam beberapa nominasi yaitu Song of the Year dengan lagu Terlalu Lama Sendiri, Male Singer of the Year, dan Breakhthrough Artist of the Year.

Pada tahun 2016, Kunto Aji pun mendapat penghargaan Lagu Terbaik Indonesia pada Anugerah Planet Musik Award di SIngapura. Pada tahun 2019 ini pun dia masuk dalam nominasi Penyanyi Pria Solo Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia.

Itulah perjalanan hidup Kunto Aji yang saat ini sudah besar namanya dan menjadi penyanyi populer di Indonesia. Kepopuleran harus dibayar mahal dengan kerja keras dan karya-karya yang bagus. Perjalanan hidup yang tidak mudah sampai di titik ini butuh pengorbanan dan tekad yang kuat.

 

Editor:

Mega Dinda Larasati