Biografi Andi Hakim Nasution, Sang Revolusioner Pendidikan Tinggi

Tahukah Anda, siapakah yang menginisiasi sistem PMDK (Penelusuran Minat dan Bakat) dan USMI (Ujian Seleksi Masuk Institut) yang saat ini digunakan oleh mayoritas perguruan tinggi di Indonesia untuk penerimaan mahasiswa baru? Tahukah Anda, siapakah rektor legendaris Institut Pertanian Bogor? Ya, itulah Andi Hakim Nasution.

Andi Hakim Nasution merupakan salah satu tokoh yang sangat berjasa di bidang pendidikan dan pertanian Indonesia.

Apakah Anda penasaran dengan kisah inspiratifnya? Simak artikel berikut untuk mendapatkan inspirasi yang Anda cari.

Biografi Andi Hakim Nasution

Nama Lengkap (Beserta Gelar)Prof. Dr. Andi Hakim Nasution
KebangsaanIndonesia
Tempat LahirJakarta
Tanggal Lahir30 Maret 1932
Pendidikan TerakhirS3 di North Carolina State University, USA.
Profesi UtamaGuru Besar Statistika dan Genetika Kuantitatif IPB University
Prestasi / Pencapaian

Memperoleh gelar Doctor of Phylosophy di bidang Statistika Percobaan (Experimental Science) dari North Carolina State University, USA tanpa melalui jenjang master.

Menjabat sebagai rektor IPB selama dua periode (1978-1987).

Tulisan hasil karyanya seringkali dimuat di media massa maupun berkala ilmiah, seperti International Rice Newsletters, Biometrics, serta Harian Kompas.

Memperoleh gelar Guru Besar (Profesor) Statistika dan Genetika Kuantitatif pada tahun 1972.

Menjabat sebagai sekretaris sekaligus dosen di Akademi Pertanian Ciawi (1958-1965).

Menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian IPB (1966-1969).

Menjabat sebagai Direktur Pendidikan Sarjana IPB (1971).

Menjabat sebagai Dekan Sekolah Pasca Sarjana IPB University (1975).

Menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung (sekarang menjadi Telkom University) pada tahun 1998 hingga 2001.

Penggagas berdirinya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB.

Penggagas Sistem Panduan Bakat dalam penerimaan mahasiswa baru IPB University (USMI) yang selanjutnya dijadikan sebagai acuan Pola Penerimaan Mahasiswa Perintis II yang digunakan bersama ITB, UI, dan UGM sebagai pola perekrutan mahasiswa baru. Pola Perintis II kemudian dikembangkan menjadi PMDK.

1. Profil Singkat Andi Hakim Nasution

Andi Hakim Nasution merupakan salah satu tokoh pendidikan yang namanya sangat dikenal di dunia pendidikan tanah air, terutama di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Andi Hakim Nasution adalah seorang Guru Besar Statistika dan Genetika Kuantitatif IPB sekaligus rektor IPB selama dua periode yaitu periode 1978 hingga 1987. Karena jasanya yang sangat besar bagi IPB, namanya pun didaulat sebagai nama salah satu gedung ikonik milik IPB, yaitu Gedung Andi Hakim Nasution (AHN).

Andi Hakim dilahirkan di Jakarta, tepat pada tanggal 30 Maret 1932. Ia adalah putra dari seorang dokter hewan, Anwar Nasution Gelar Mangaraja Pidoli, yang menekuni profesinya di Kota Hujan, Bogor. Hal tersebut mengharuskan Andi Hakim menghabiskan masa mudanya di Bogor.

Penulis buku Teori Statistika ini memiliki seorang istri yang setia mendampinginya bernama Amini Soekadi Nasution. Ikatan sucinya bersama Amini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Andini Nauli, Marlina Dumasari, dan Nizwar Hidayat.

Pegiat pendidikan ini juga pernah mendulang berbagai prestasi yang membanggakan. Salah satunya adalah ia berhasil mengantongi penghargaan sebagai Doctor of Phylosophy di bidang Statistika Percobaan (Experimental Science) dari North Carolina State University, USA tanpa melalui jenjang master.

Tak hanya itu, tulisan-tulisannya sudah banyak yang dimuat di media massa dan berkala ilmiah yang cukup terpandang di kancah nasional maupun internasional, seperti Harian Kompas, International Newsletters, dan Biometrics.

Andi Hakim Nasution dikenal dengan kegigihannya dalam mengembangkan ilmu biologi dan matematika. Hal tersebut terlihat jelas ketika Ia mulai menggagas berdirinya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.

Minatnya yang sangat besar terhadap ilmu-ilmu eksak, membuatnya terdorong untuk menulis buku-buku panduan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) untuk tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sebagian besar guru dan pengajar MIPA di Indonesia masih menggunakan buku panduan hasil karya ayah Andini Nauli tersebut.

Bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang pernah bertatap muka dengannya di bangku kuliah, Andi Hakim termasuk dosen yang jarang senyum dan terkenal killer. Ia pun pernah mengakuinya bahwa Ia sengaja melakukan itu sebagai taktik dalam mengajar untuk mendidik mahasiswanya.

Namun di sisi lain, Andi Hakim Nasution juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan welas asih. Kesederhanaannya terlihat pada saat Ia menerima jabatan sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB. Ia beranggapan bahwa jabatan sebagai dekan tidak lebih rendah dibandingkan sebagi rektor.

Sifat welas asih Andi tampak jelas terlihat ketika ia memperjuangkan kesempatan anak-anak yang berasal dari daerah-daerah terpencil di Indonesia untuk mendapatkan hak yang sama menimba ilmu di IPB.

Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia dapat dikatakan baik jika semua orang di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan, tak peduli dari manapun asal mereka karena mereka tetaplah bagian dari Bangsa Indonesia.