Biografi Aa Gym, Sang Dai Kondang Asal Kota Kembang

Nama Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat di Bandung atau bahkan di seluruh Indonesia.

Aa Gym adalah seorang dai kondang yang juga merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Daarut Tauhid.

Ingin tahu kisah hidup sang dai?

Baca biografi ini sampai habis ya!

Biografi Aa Gym
Biografi Aa Gym
Nama LengkapAbdullah Gymnastiar atau Aa Gym
KebangsaanIndonesia
Tempat LahirBandung, Jawa Barat
Tanggal Lahir29 Januari 1962
Profesi UtamaPendakwah, Penulis Buku, Penyanyi, dan Pengusaha
Prestasi
  • Penghargaan Siaran Ceramah Bulan Ramadhan Terbaik oleh Majelis Ulama Indonesia dengan Komisi Penyiaran Indonesia pada tahun 2017.
  • Penghargaan Tokoh Inspiratif oleh Bintang Group.
  • Dan banyak penghargaan lainnya.

Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah yang terkenal dengan gaya berdakwah teatrikal (berkenaan dengan teater atau sandiwara) dan pesan-pesannya yang sederhana.

Pendakwah yang lahir di Bandung pada tanggal 29 Januari 1962 ini juga terkenal dengan pendidikan Manajemen Qolbu dan seorang pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid.

Aa Gym adalah anak tertua dari empat bersaudara.

Adik-adiknya yaitu Abdurrahman Yuri, Agung Gunmartin, dan Fathimah Genstreed.

Orang tuanya adalah seorang Letkol H. Engkus Kuswara dan Ny. Hj. Yeti Rohayati.

Sebagai anak pertama dalam keluarga yang disiplin, menjadikan Aa Gym bisa menjadi sosok yang ulet dalam bekerja dan bisa melakukan banyak hal seperti menjual koran sampai menjadi supir angkutan umum untuk membiayai kuliahnya di teknik elektro.

Saat kuliah, dengan menjadi pendebat Aa Gym mengasah kemampuannya untuk tampil di depan publik sehingga bisa menjadi seorang pendakwah sampai saat ini.

Pada tahun 1980, Aa Gym mulai mempelajari Ilmu Laduni (ilmu yang datang langsung dari Allah atau tanpa tahap belajar) dengan bimbingan ajengan Jujun Junaedi di Garut.

Pada tahun 1982, ia diangkat menjadi Komandan Resimen Mahasiswa di Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani.

Pada tahun 1987 bersama teman-teman dari lembaga KMIW atau Keluarga Mahasiswa Islam Nusantara, ia mulai merintis usaha dengan memproduksi kaos, stiker, peralatan tulis kantor, dan gantungan kunci yang bertuliskan slogan-slogan religius.

Pada tahun 1990, masih bersama KMIW ia mendirikan koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhid di rumah orang tuanya untuk menunjang dakwahnya.

Pada tahun 1991, ada salah satu jamaah yang membeli tanah untuk dijadikan sebagai kantor yayasan, taman kanak-kanak, rumah pemimpin pondok, ruang produksi, taman pendidikan Al-Quran, dan lain sebagainya.

Pada tahun 1999, Pondok Pesantren Daarut Tauhid mempunyai Radio Ummat, mendirikan PT MQs, CV House and Building, PT Tabloid MQ, Radio Bening Hati, sebuah gedung serba guna, dan Asrama Daarul Muthmainnah 2000.

Pada saat itu, kekayaan atau aset Aa Gym diperkirakan mencapai 6 miliar rupiah.

Pada tahun 2000-an, Aa Gym mulai berdakwah di TV Nasional dan mulai mengisi program Hikmah Fajar di RCTI.

Pada tahun 2001, di bawah program Hikmah Fajar ia mempunyai program mandiri juga yang bertajuk Manajemen Qolbu.

Dengan mengisi program ini popularitas Aa Gym pun semakin melejit dan hal ini sangat berpengaruh untuk usaha penerbitnya yang saat itu jumlahnya sebanyak 15 dan sudah menerbitkan sekitar 32 CD dakwah dan buku.

Selain berpengaruh untuk usahanya, hal tersebut juga berpengaruh pada karier berdakwahnya yang bisa mencapai 1200 undangan dalam setiap bulannya dengan bayaran mencapai 100.000 USD saat bulan Ramadhan tiba.