Biografi Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia

Beberapa dari Anda pasti sudah familiar dengan nama Tri Rismaharini.

Beliau adalah mantan walikota Surabaya yang dinilai berhasil dan banyak disayangi masyarakatnya.

Saat ini Tri Risma atau biasa dipanggil Bu Risma menjabat sebabagai Menteri Sosial Republik Indonesia.

Penasaran dengan biografi atau kisah hidup salah satu tokoh inspiratif ini.

Kalau ingin tahu yuk baca sampai selesai!

Biografi Tri Rismaharini

Nama LengkapTri Rismaharini
KebangsaanIndonesia
Tempat LahirKediri
Tanggal Lahir20 November 1961
Profesi UtamaPolitikus dan Insinyur
Prestasi
  • Masuk dalam 10 Wanita Paling Inspiratif dan Ideal Mother Awards pada tahun 2013.
  • Mendapatkan penghargaan Innovative City of the Future di London pada tahun 2014.
  • Mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award pada tahun 2015.
  • Mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Tongmyong University, Busan, Korea Selatan dan Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.
  • Dan lain sebagainya.

Tri Rismaharini lahir di Kediri pada tanggal 20 November 1961, menjadi anak ketiga dari lima bersaudara.

Ayahnya bernama Mochammad Chuzaini dan ibunya bernama Siti Mudjiatun.

Risma lahir di keluarga sederhana yang mana ayahnya merupakan seorang PNS di kantor pajak.

Untuk mencukupi kebutuhan lima orang anaknya, sang ayah harus semangat dan terus berusaha.

Hal tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagi Risma.

Masa kecil Risma, dihabiskan di Kediri dan karena terdapat beberapa hal yang terjadi sehingga mengharuskan ia bersama keluarganya pindah ke Surabaya.

Pendidikan Tri Rismaharini

Saat sekolah dasar, Tri Rismaharini bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Kediri.

Setelah lulus pada tahun 1973, ia melanjutkan pendidikannya di SMPN 10 Surabaya dan lulus pada tahun 1976.

Pendidikan SMA, Risma tempuh di SMAN 5 Surabaya.

Saat remaja, Risma mengidap penyakit asma yang menjadikan ia tidak mempunyai cukup waktu untuk bermain dengan teman-temannya karena dilarang oleh kedua orang tua.

Untuk mengatasi masalah tersebut akhirnya saat SMA, ia mengikuti ekatrakurikuler cabang olahraga lari.

Ternyata, aktivitas tersebut memberikan manfaat bagi Risma.

Tidak hanya untuk melawan penyakit asma, tetapi juga memperoleh prestasi gemilang seperti menjadi pelari unggulan Kota Surabaya.

Maka dari itu, Risma seringkali mendapatkan dispensasi dari sekolah agar bisa masuk lebih siang dari biasanya karena harus berlatih lari saat pagi hari.

Tri Rismaharini melanjutkan studinya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya jurusan arsitektur dan lulus pada tahun 1987.

Kemudian ia pun menempuh pendidikan magisternya di kampus yang sama yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan jurusan Manajemen Pembangunan Kota.

Karier Tri Rismaharini

Setelah lulus kuliah, Risma pun bekerja sebagai PNS.

Saat berusia 36 tahun, ia menjadi Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya dan kemudian menjadi Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang serta Kepala Cabang dinas Pertamanan.