Biografi Susi Pudjiastuti, Sang Ibu Nelayan Indonesia

Beberapa dari Anda mungkin sudah familiar dengan nama Susi Pudjiastuti.

Ya! Beliau adalah mantan menteri kelautan dan perikanan Indonesia yang terkenal dengan “tenggelamkan!”.

Mungkin beberapa dari Anda juga masih belum terlalu mengenal, kalau ingin kenalan yuk baca biografi ini sampai selesai!

Biografi Susi Pudjiastuti

Nama Lengkap Susi Pudjiastuti
Kebangsaan Indonesia
Tempat Lahir Pangandaran
Tanggal Lahir 15 Januari 1965
Profesi Utama Pejabat dan Wirausahawan
Prestasi
  • Menjadi pelopor dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat pada tahun 2004.
  • Mendapatkan penghargaan Young Entrepreneur of the Year dari Ernstand Young Indonesia pada tahun 2005.
  • Mendapatkan penghargaan Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter pada tahun 2005.
  • Mendapatkan Penghargaan Metro TV Award for Economics pada tahun 2006.
  • Mendapatkan penghargaan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.
  • Mendapatkan penghargaan Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy 2011 dari APEC.
  • Mendapatkan penghargaan Leaders for a Living Planet Award dari WWF pada tahun 2016.
  • Masuk dalam The BBC 100 Woman pada tahun 2017.
  • Mendapatkan penghargaan Seafood Champion Award pada acara Seaweb Seafood Summit 2017.
  • Mendapatkan penghargaan Excellence in National Stewardship dari Benchley Ocean Award pada tahun 2017.
  • Dan masih banyak lagi.

Masa Kecil Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada tanggal 15 Januari 1965.

Ayah Susi bernama Haji Ahmad Karlan sedangkan ibunya Hajjah Suwuh Lasminah yang keduanya sama-sama berasal dari Jawa Tengah, tetapi tinggal di Pangandaran.

Susi lahir dari keluarga yang mempunyai usaha ternak.

Mereka memperjualkan ternak dari Jawa Tengah untuk dibawa dan didagangkan di Jawa Barat.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMP Susi Pudjiastuti melanjutkan ke SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Namun pendidikan tersebut harus berhenti sampai kelas 2 SMA saja disebabkan sekolah mengeluarkannya akibat Susi aktif dalam kegiatan Golput.

Selain itu Susi juga merasa tidak terlalu cocok dengan sistem yang digunakan di sekolahnya.

KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA