Puisi: Pengertian, Unsur, Jenis, dan Contoh Lengkap

“Puisi adalah karya sastra yang berusaha memainkan kata sehingga tercipta tulisan yang estetis dengan makna yang dalam.”

Ungkapan perasaan seseorang dapat diekspresikan melalui sebuah tulisan. Karena sifatnya tertulis, makna yang ditimbulkan dari sebuah tulisan tersebut akan memiliki penafsiran berbeda dari masing-masing pembacanya. Bahasa yang digunakan dalam menulis sebuah curahan perasaan biasanya memiliki kekhasan, sehingga perasaan dan imajinasi pembaca juga ikut terbawa ke dalam suasana tulisan. Pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk karya sastra yang disebut puisi.

Puisi adalah karya sastra yang penuh dengan estetis bahasa

1. Pengertian

Karya sastra ini terlahir dari perasaan seorang penyair yang ditulis dengan maksud tertentu dan dapat menimbulkan berbagai penafsiran dari pembacanya.

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang berusaha memainkan kata-kata dan mengedepankan keestetisan.

Jika kita telusuri, dalam KBBI, terdapat beberapa pengertian mengenai karya sastra ini.

Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, juga penyusunan larik dan bait.

Sedangkan, pengertian puisi lainnya adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang dalam pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Menurut Pradopo (2002), puisi merupakan karya estetis yang memiliki makna serta memiliki arti di dalamnya, karya tersebut bukan hanya sekadar kata yang kosong tanpa makna.

Selain itu, karya ini memiliki pesan tersendiri yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada penerima pesan dan karya ini juga disusun dengan menggunakan bahasa yang khas serta dalam penempatan antar kata disusun sedemikian rupa dengan penyepadanan bunyi.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, beberapa ahli seperti Suharianto (2009), Jabrohim (2003), dan Waluyo (2003) mendefinisikan karya sastra ini sebagai rangkaian kata yang di dalamnya terdapat ungkapkan pikiran, ide, serta perasaan penyair yang disusun dengan baik dan indah berbentuk kata melalui tulisan sehingga pembaca mampu memahami dan menikmati apa yang diungkapkan penyair di dalam isinya.

Dari definsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa karya sastra ini lebih menonjolkan keindahan dan keestetisan bahasanya.

Sehingga, pembaca puisi akan lebih menghayati setiap rangkaian kata yang ditulis oleh penyair, karena biasanya bahasa dalam sebuah puisi bersifat mentah dan masih perlu untuk ditafsirkan lebih lanjut.

Bahkan, satu buah karya sastra ini bisa dimaknai berbeda-beda oleh setiap pembacanya.

Meskipun puisi adalah karya sastra yang berusaha memainkan rangkaian kata, kata yang dipilih bukanlah kata yang sembarangan.

Diksi atau pemilihan kata yang digunakan juga harus memiliki padanan bunyi yang sama dan menimbulkan imaji.

2. Unsur-Unsur Puisi

Karya sastra ini dibangun oleh beberapa unsur.

Unsur tersebut sering disebut sebagai struktur atau pembangun puisi.

Karya sastra ini memiliki dua struktur, yaitu struktur fisik dan struktur batin.

Suroto (1989) mengungkapkan bahwa unsur intrinsik dalam sebuah puisi terdiri dari musikalitas (rima dan bunyi), pesan atau amanat, perlambangan, tema, korespondensi, diksi, dan gaya bahasa.

Lebih rincinya, Pradopo (2010) membagi unsur pembangun puisi ke dalam dua struktur, yaitu struktur fisik yang terdiri dari tipografi, diksi, pencitraan, kata konkret, majas, dan bunyi yang dapat menghasilkan ritma dan rima.

Sedangkan, struktur batin terdiri dari tema, nada dan suasana, perasaan, dan amanat.