Penggunaan Tanda Baca Garis Miring yang Benar dan Contohnya

Tanda baca adalah sebuah simbol yang sangat penting dalam sebuah kalimat.

Ada beberapa macam tanda baca dengan fungsi yang berbeda salah satunya adalah garis miring.

Garis miring ini disimbolkan dengan (/).

Penggunaan Tanda Baca Garis Miring

 

Jika ingin tahu cara penggunaan dan fungsinya, ada baiknya untuk menyimak sedikit penjelasan yang ada di bawah ini.

Menurut EYD (Ejaan yang Disempurnakan), garis miring digunakan dalam 2 fungsi, yaitu:

1. Tanda garis miring digunakan di dalam:

1.1 Nomor Surat

Nomor surat adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam pembuatan surat resmi.

Nomor surat dalam surat resmi berperan untuk menandakan bahwa surat telah dibuat sesuai dengan urutan dari surat sebelumnya.

Nomor surat sendiri terdiri dari beberapa macam antara lain:

  • Nomor urut surat
  • Nomor pokok surat resmi lembaga
  • Nama lembaga
  • Bulan pembuatan surat
  • Tahun pembuatan surat

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan garis miring untuk menuliskan nomor surat:

  • 14/TK-AN/2009/X/2018
  • 9/PK/1999
  • 7/KKG/Gugus I PPT/18/2017
  • Nomor: 50/C/TK.AKA/XI/2019
  • 08/III/SM/2013
  • Nomor: 19/KUD-GD/BH/III/VI/2014
  • Nomor: 422.2/18/415-105.7.23/2015
  • 10/PR/2018
  • 34/A.Org/P. Cam/IGTKI-PGRI/II/2017
  • 1009/KT/KRD-NJM/III/1980

1.2 Nomor dalam Alamat

Dalam penulisan alamat pasti ada nomor dan hal ini sangatlah penting karena digunakan untuk mengetahui alamat yang dituju serta sebagai penjelas supaya tidak tersesat atau barang tidak tertukar saat dikirimkan oleh kurir.

Berikut ini contoh penggunaan garis miring dalam nomor yang ada di alamat:

  • Jalan Mawar II/12
  • Jalan Mohammad Hatta III/34
  • Persatuan IX/20 Ngantru
  • Lowing XII/12
  • Jalan Selorejo I/15/ Surabaya
  • Kotak Pos No. 123/ SBY Malang
  • Pemasangan iklan VIII/ 123456 Batu-Malang

1.3 Menandakan Tahun Ajaran

Selanjutnya penggunaan garis miring menurut EYD adalah sebagai penanda tahun ajaran dan juga untuk mengetahui tahun berapa proposal dibuat, makalah, dan sejenisnya.

Berikut ini adalah contohnya:

  • Tahun ajaran 2019/2020
  • Tahun anggaran 2015/2016

2. Tanda garis miring digunakan sebagai pengganti kata “tiap”, “atau”, dan “per”

2.1 Penggunaan tanda miring sebagai pengganti kata “tiap”

Contoh:

  • Harganya Rp 3000/lembar (dibaca: harganya Rp 3000 tiap lembar)
  • Harga jeruk tersebut Rp 15.000/kg (dibaca: harga jeruk tersebut Rp 15.000 tiap kg)

2.2 Penggunaan tanda miring sebagai pengganti kata “atau”

Contoh:

  • Barang ini dibayar tunai/cicil? (dibaca : barang ini dibayar tunai atau cicil?)
  • Bagi orang tua/wali murid SDN Kaumrejo (dibaca: bagi orang tua atau wali murid SDN Kaumrejo)
  • Mahasiswa/mahasiswi Universitas Gadjah Mada (dibaca: mahasiswa atau mahasiswi Universitas Gadjah Mada)
  • Tas ini perlu diangkat/dijinjing (dibaca: Tas ini perlu diangkat atau dijinjing)

2.3 Penggunaan tanda miring sebagai pengganti kata “per”

Contoh:

  • Mobil itu melaju dengan kecepatan 20 m/s (dibaca: mobil itu melaju dengan kecepatan 20 meter per sekon)
  • Modem milik Ina mempunyai kecepatan sampai 7,2 Mb/s (dibaca: modem milik Ina mempunyai kecepatan sampai 7,2 Mb per sekon)

 

Dengan membaca artikel kali ini, berarti Anda sudah mengetahui fungsi dan bagaimana cara penggunaan tanda baca garis miring yang benar sesuai EYD beserta contohnya.

Semoga bisa dijadikan sebagai referensi untuk lebih memahaminya dan bisa bermanfaat untuk kita semua.

Terima kasih sudah membaca!

Belajar Investasi dan Asuransi yuk di FA Finance agar cerdas finansial.