Biografi BJ Habibie, Presiden Ketiga dan Bapak Teknologi Indonesia

Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie adalah salah satu orang penting dan terkenal akan prestasinya baik itu di Indonesia maupun di luar negeri.

Seperti yang diketahui semua masyarakat Indonesia bahwa BJ Habibie adalah presiden ke-3 yang juga merupakan seorang ilmuwan penerbangan.

Ingin tahu bagaimana kisah hidupnya?

Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Biografi BJ Habibie

 

 

Nama LengkapBacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie)
KebangsaanIndonesia
Tempat LahirParepare, Sulawesi Selatan
Tanggal Lahir25 Juni 1936
Profesi UtamaPolitikus dan ahli teknologi
Prestasi atau Penghargaan
  • Mendapatkan penghargaan Grand Cruz Del Merito Aeronavtico Condistinctivo Blanco, Spanyol pada tahun 1980
  • Mendapatkan penghargaan Satya Lencana Widya Sistha dari Departemen Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia pada tahun 1982
  • Mendapatkan penghargaan Grand Cross of The Aeronatical Merit dari Republik Chili pada tahun 1985
  • Masuk dalam Daftar 10 Tokoh Terkemuka Bidang Penerbangan oleh Majalah Aviation International News, Amerika Serikat pada tahun 1986
  • Masuk dalam Daftar 21 Tokoh Berjasa Bidang Teknologi Penerbangan dan Angkasa Luar oleh Majalah Aviation Week & Space Technology pada tahun 1994
  • Dan masih ada banyak prestasi atau penghargaan lainnya.

BJ Habibie adalah anak keempat dari delapan bersaudara buah hasil Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo.

Ayah B.J Habibie adalah seorang ahli pertanian yang berasal dari Gorontalo, sedangkan ibunya adalah putri dari dokter spesialis mata dari Yogyakarta.

Pendidikan

Pada tahun 1954, BJ Habibie menempuh pendidikan SMA di SMA Kristen Dago.

Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung atau ITB, tetapi hanya bertahan beberapa bulan saja kemudian mengikuti teman-temannya untuk bersekolah di Jerman.

Pada tahun 1955 sampai 1965, BJ Habibie bersekolah di RWTH Aachen, Jerman Barat jurusan teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang.

Pada tahun 1960, ia mendapatkan gelar diploma insinyur dan gelar doktor insinyur predikat summa cum laude pada tahun 1965.

Karier

Setelah lulus kuliah, BJ Habibie bekerja di sebuah perusahaan penerbangan di Hamburg, Jerman Barat yaitu Messerschmitt-Bölkow-Blohm.

Pada tahun 1973, ia pulang ke Indonesia untuk memenuhi permintaan Presiden Soeharto.

Setelah itu pun, BJ Habibie diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978 hingga 1998.

Saat menjabat sebagai menteri, BJ Habibie juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Cendekiawan Muslim se-Indonesia atau ICMI pada tahun 1990.

Pada tanggal 14 Maret 1998, ia diangkat menjadi Wakil Presiden untuk mendampingi Presiden Soeharto.

Namun setelah beberapa bulan menjabat terjadilah permasalahan politik yang tidak bisa dihindari.

Hal tersebut menjadikan Presiden Soeharto mundur dan akhirnya digantikan oleh BJ Habibie.

Saat menjabat sebagai presiden, ia pun harus menanggung atau menghadapi kondisi negara yang sedang panas-panasnya yaitu pada masa orde baru yang mana ada banyak kerusuhan dan disintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.