Biografi Fiersa Besari, Musisi Muda yang Hobi Menulis

4. Kisah Cinta

Lelaki yang telah berbahagia pada 14 Juli 2019 karena telah resmi mempersunting pujaan hatinya bernama Aqia Nurfadla ternyata memiliki segelintir kisah cinta yang tak banyak diketahui banyak orang. Sebelum resmi menikah, keduanya telah menjalani hubungan selama bertahun-tahun dengan berbagai kisah suka serta duka bersama.

Aqia pertama kali mengetahui pria kelahiran 3 Maret ini melalui Twitter. Suatu saat karena didorong oleh rasa penasaran, Aqia memutuskan untuk datang saat Fiersa manggung di sebuah kafe di Bandung. Pada saat itu pun mereka berdua berfoto sebagai penulis dan penggemar.

Tak lama berselang, pria yang kerap disapa ‘Bung’ memutuskan untuk berkelana keliling Indonesia. Namun petualangan yang ia lakukan tidak memecah komunikasinya. Mereka tetap berkomunikasi melalui telepon genggam berbulan-bulan lamanya. Seiring berjalannya komunikasi yang mereka lakukan, keduanya mengaku memiliki perasaan khusus yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Sepulang dari berkelana, akhirnya ‘Bung’ dapat bertemu kembali dengan wanita yang telah lama berkomunikasi dengannya. Kala itu, ia memiliki studio musik yang sangat kerap didatangi oleh Aqia bersama teman-temannya dan pada saat itu mereka masih memiliki kekasih masing-masing.

Titik balik dari kisah cinta mereka saat ‘Bung’ terkena penyakit hepatitis hingga membuatnya dirawat di rumah sakit. Saat ia sakit, Aqia dengan setia menemani serta merawatnya hingga ia dapat melewati masa-masa kritisnya tersebut. Termasuk membantunya dalam menghilangkan panu yang ia dapatkan setelah pulang dari petualangan keliling Indonesia.

Bahkan saat nama Fiersa Besari dikenal luas oleh khalayak publik, wanita yang telah mendampinginya saat masa-masa sulit menjadi sosok yang jarang diketahui publik. Namun beberapa kali Aqia kerap tampil di unggahan video ‘Bung’, barulah penggemar serta pengikut setia Fiersa Besari mengetahui bahwa idolanya telah memiliki tambatan hati.

Si ‘Bung’ mulai terbuka dengan kehidupan percintaannya ke publik saat setelah dengan resmi melamar Aqia. Setelah melamar Aqia, keduanya mengalami berbagai drama percintaan dan sempat untuk memutuskan berpisah. Perpisahan itu akhirnya membawa mereka mengerti apa arti dari kehilangan, sehingga mereka mantap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

5. Karier

Fiersa Besari mengawali kariernya menjadi seorang musisi dan dikenal sebagai musisi indie yang berasal dari Bandung. Ia mulai aktif bermusik sejak bergabung dengan band indie post rock Climacteric sebagai vokalis. Band tersebut berhasil meriliskan album bertajuk ’11:11′ pada tahun 2012 kemudian berlanjut merilis dua album berikutnya yaitu ‘Tempat Aku Pulang’ dan ‘Konspirasi Alam Semesta’.

Pria kelahiran Bandung ini, aktif menulis setelah melakukan penjelajahan selama delapan bulan. Waktu delapan bulan tersebut ia gunakan untuk menjelajah kota kelahirannya, Bandung kemudian melanjutkan petualangannya hingga Titik Nol di Pulau Sabang, Sumatera.

Penjelajahan yang ia lakukan tidak hanya berhenti pada daerah tersebut saja, ia juga melanjutkan perjalanannya ke Sulawesi sampai Jayapura di Tanah Papua. Sejak ia mencoba mencari jati diri serta arti dari perjalanan yang dilalui, Fiersa tak lagi aktif menjadi musisi indie yang telah membawanya eksis dalam berkarier.

Perjalanan delapan bulan yang telah dilalui, aktivitas membaca buku, mencatat serta menulis, dan mengobrol dengan orang-orang sekitar menjadi kegiatan wajib sehari-hari yang ia lalukan. Kata-kata yang ia tulis mampu menghipnotis para pembacanya hingga kemudian ia menerbitkan tulisan pertamanya ‘Garis Waktu’ dalam bentuk sebuah buku pada tahun 2016.

Sejak buku ‘Garis Waktu’ yang telah ia tulis diterbitkan oleh MediaKita (Agromedia Group), akhirnya dia mantap berkiprah menjadi seorang penulis. Menitih karir sebagi seorang penulis yang saat ini digandrungi oleh kaum muda adalah capain yang tidak mudah baginya.

Sebelumnya setelah lulus kuliah, ia memilih untuk bekerja di kantor. Namun karena tidak merasa nyaman di lingkungannya, kemudian ia mulai putar haluan terjun ke dunia sastra hingga saat ini. Berawal dari sanalah ia membuat sebuah mahakarya yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.