Belva Devara, Pengusaha Muda Indonesia yang Berprestasi

Indonesia mempunyai seorang pengusaha dan aktivis muda yang berprestasi.

Prestasinya tidak hanya tingkat nasional tetapi tingkat internasional lho.

Pengusaha ini dikenal sebagai pendiri dan direktur utama dari Ruangguru yang merupakan perusahaan startup teknologi yang bergerak di bidang pendidikan.

Ingin tahu siapa dan bagaimana kisah hidupnya?

Baca sampai selesai yuk!

Biografi Belva Devara
Biografi Belva Devara
Nama LengkapAdamas Belva Syah Devara
KebangsaanIndonesia
Tempat LahirJakarta
Tanggal Lahir30 Mei 1990
Profesi UtamaPengusaha dan Aktivis
Prestasi dan Penghargaan
  • Medali Bhagaskara Adi Tanggap tahun 2007
  • Lee Kuan Yew Gold Medal tahun 2011
  • Accenture Gold Medal tahun 2011
  • Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal tahun 2011
  • Young Leader for Indonesia tahun 2011
  • Bubu Awards tahun 2015
  • Wirausahawan Paling Menjanjikan di ASEAN tahun 2016
  • GSMA Innovation Fund Grantee tahun 2017
  • Australian DFAT MIT SOLVE Grantee tahun 2017
  • Atlanssian Foundation MIT SOLVE Grantee 2017
  • Terdaftar Forbes 30 under 30 tahun 2017
  • Terdaftar ASEAN 40 under 40 oleh ASEAN Advisory tahun 2018
  • Terdaftar Prestige Magazine 40 under 40 The Vanguards tahun 2018
  • Dan lain-lain

Adamas Belva Syah Devara atau lebih akrab disapa Belva Devara adalah seorang pengusaha muda asal Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 Mei 1990.

Di usia yang bisa dibilang masih muda ini Belva sudah berhasil mendirikan sebuah perusahaan startup teknologi yang bergerak di bidang pendidikan yaitu Ruangguru.

Dibalik kesuksesannya saat ini terdapat keluarga yang selalu membantu dan mendoakannya.

Keluarga Belva terdiri dari ayah, ibu, dan 2 orang adik.

Belva Devara adalah anak pertama dari 3 bersaudara.

Ibunya bernama Murni Hercahyani dan ayahnya bernama Tri Harsono.

Pendidikan Belva Devara

Pada tahun 2001-2004 Belva Devara menempuh pendidikan menengah pertamanya di SMP Islam Al Azhar 8.

Pada tahun 2004-2007 Belva melanjutkan pendidikannya di SMA Presiden, yaitu sekolah semi militer bertaraf internasional yang ada di Cikarang, Bekasi.

Selama SMA Belva selalu berhasil mendapatkan juara 1 di berbagai kompetisi seperti olimpiade ilmiah, debat bahasa inggris, pidato, dan lain-lain.

Di SMA Presiden, Belva juga dikenal sebagai seseorang yang aktif dalam berorganisasi sehingga ia juga pernah menjabat sebagai Ketua OSIS.

Prestasi-prestasi tersebut menjadikan Belva memperoleh beasiswa penuh sehingga untuk biaya pendidikan selama SMA ia tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.

Pada tahun 2007, Belva bersama dengan 8 siswa Indonesia lainnya memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah Singapura untuk bisa melanjutkan studi ke NTU (Nanyang Technological University).

NTU merupakan salah satu institut teknik terbaik di Asia dan masuk dalam urutan atas di dunia.

Di NTU, Belva juga berhasil diterima dalam program double degree atau gelar ganda yaitu program studi Ilmu Komputer dan Bisnis.

Sama seperti saat sekolah, selama kuliah Belva juga tetap berprestasi baik itu di bidang akademis maupun non akademis.

Belva juga berhasil masuk dalam Double Dean’s List yang merupakan penghargaan akademik yang berguna untuk mengesahkan tingkat beasiswa tertinggi oleh mahasiswa.

Dalam hal ini Belva masuk dalam 5% mahasiswa yang mempunyai prestasi tertinggi di program gelar ganda tersebut.

Lulus dari NTU, Belva tidak hanya mendapatkan dua gelar sarjananya tetapi ia juga memperolah 3 penghargaan paling bergengsi sekaligus yaitu Lee Kuan Yew Gold Medal, Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal, dan Accenture Gold Medal.