Prosa Baru: Pengertian, Karakteristik, dan Jenisnya

  • Nilai yang terkandung pada cerpen, yaitu nilai-nilai kehidupan seperti nilai moral, budaya, agama dan sosial.
  • Latar belakang masyarakat, yaitu segala yang mempengaruhi alur cerita seperti kondisi sosial, ekonomi, politik dan ideologi yang terdapat di masyarakat.
  • Latar belakang penulis, yaitu segala hal yang berhubungan dengan pemikiran, pemahaman, motivasi penulis dalam membuat cerpen tersebut seperti kondisi psikologis, biografi penulis dan aliran sastra yang dianut oleh penulis.

3.4 Riwayat atau Biografi

Riwayat merupakan karya sastra yang berisi pengalaman hidup seseorang yang dituliskan oleh orang lain.

Riwayat disebut juga biografi.

Biografi berisi informasi berdasarkan fakta yang disajikan dalam bentuk narasi yang memuat pengalaman suatu tokoh yang dapat menginspirasi para pembacanya.

Dalam biografi harus memuat elemen penting.

Adapun struktur teks biografi adalah sebagai berikut.

Orientasi, yaitu gambaran awal yang menceritakan suatu tokoh atau pengenalan tokoh secara umum.

Peristiwa dan masalah, yaitu menceritakan peristiwa yang pernah dialami tokoh selama hidupnya beserta permasalahan yang dihadapi oleh tokoh tersebut.

Pada bagian ini, penulis dapat menceritakan semua hal-hal yang menarik, mengesankan, mengharukan dan mengagumkan dari tokoh tersebut.

Reorientasi, yaitu bagian penutup yang berisi tentang sudut pandang penulis terhadap tokoh tersebut. Reorientasi ini bersifat opsional, dapat dicantumkan ataupun tidak.

Selain biografi, dalam riwayat hidup dikenal juga istilah yang disebut sebagai otobiografi.

Otobiografi merupakan penulisan riwayat hidup sendiri yang bertujuan untuk mengenalkan diri sendiri kepada orang lain secara mendetail, dan untuk memotivasi para pembaca dengan perjalanan hidupnya yang menginspiratif.

Otobiografi pada umumnya berisi pengalaman hidup tokoh dari mulai tokoh mengalami masa sulit sampai tokoh mencapai keberhasilannya, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga dari kejadian tersebut.

Secara umum struktur teks otobiografi sama dengan biografi.

3.5 Esai

Esai merupakan karya sastra yang ditulis berdasarkan opini penulis dengan tema bebas sesuai dengan keinginan penulis.

Esai dapat bersifat formal maupun informal.

Esai yang bersifat formal digunakan untuk menulis karangan ilmiah dan menggunakan ketentuan-ketentuan tertentu dalam penulisannya, sedangkan esai yang bersifat informal menggunakan bahasa percakapan sehari-hari, seolah-olah berbicara secara langsung dengan pembaca.

Esai mempunyai beberapa tipe, di antaranya sebagai berikut.

  • Esai deskriptif, yaitu esai yang ditulis dengan menggambarkan suatu objek sesuai keinginan penulis.
  • Esai ini dapat mendeskripsikan suatu benda atau objek apapun seperti sekolah, tempat wisata dan lain sebagainya.
  • Esai ekspositori, yaitu esai yang menjelaskan suatu subjek lengkap dengan penjelasan tentang proses, identifikasi hubungan sebab-akibat, membandingkan dua hal yang berbeda, serta mengklasifikasikan atau mendefinisikan suatu hal.
  • Esai naratif, yaitu esai yang ditulis untuk menggambarkan suatu gagasan atau ide dilengkapi dengan suatu emosi dari penulisnya.
  • Esai dokumenter, yaitu esai yang ditulis untuk memberikan informasi berdasarkan penelitian yang sudah penulis lakukan.

3.6 Kritik

Kritik merupakan salah karya sastra yang ditulis untuk memberikan suatu ulasan atau pandangan penulis terhadap sebuah karya maupun hasil kerja seseorang.

Kritik juga dapat didefinisikan sebagai suatu celaan atau kecaman terhadap suatu keadaan atau perilaku yang menyimpang.

Namun dalam mengkritik suatu hal diperlukan etika penyampaian opini yang benar, sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang yang dikritiknya.

Berikut adalah cara mengkritik yang baik dan benar.

Kritik yang disampaikan harus bersifat membangun, bukan semata-mata hanya mencela keburukan dari seseorang atau karya tersebut.

Kritik yang disampaikan harus memuat juga bukti-bukti yang nyata dan kuat sehingga dapat meyakinkan orang tersebut akan kesalahannya.

Penyampaian kritik harus mudah dipahami dan harus menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan seseorang yang dikritik, tanpa mengurangi esensi dan maksud dari kritik yang diberikan.