Prosa Baru: Pengertian, Karakteristik, dan Jenisnya

Berdasarkan pada penitikberatan ceritanya, jenis-jenis roman yaitu sebagai berikut.

  • Roman percintaan, roman ini mengangkat cerita tema percintaan. Contohnya yaitu “Gadis Empat Zaman” karya Salkha.
  • Roman hiburan, roman ini ditulis untuk tujuan menghibur pembacanya.
  • Roman anak dan remaja, roman ini ditujukan untuk kalangan anak dan remaja. Contohnya yaitu “Si Dul Anak Jakarta” karya Aman.
  • Roman pendidikan, roman ini menitikberatkan pada perkembangan pendidikan. Contoh roman pendidikan adalah “Salah Asuh” karya Abdul Muis.
  • Roman kriminal dan detektif adalah roman yang menitikberatkan cerita seorang penjahat yang menjadi fokus utama dan cerita teka-teki yang diselesaikan oleh tokoh detektif tersebut. Contoh dari roman ini adalah “Cincin Stempel” karya Adi Soma.
  • Roman petualangan, roman ini menceritakan petualangan seorang tokoh dalam menyelamatkan suatu hal atau seseorang. Contoh roman ini adalah “Surapati” karya Abdul Muis.
  • Roman psikologi adalah roman yang menceritakan keadaan batin toko. Contohnya roman psikologis yaitu“Atheis” karya Achadiat Karta Mihaja.

3.3 Cerita Pendek

Cerita pendek merupakan karya sastra yang menceritakan kisah suatu tokoh lengkap dengan konflik serta solusinya.

Sesuai dengan namanya, cerita pendek ditulis secara lebih padat dan ringkas.

Cerita pendek yang sering disebut cerpen ini umumnya hanya mengisahkan satu tokoh saja di mana terdapat puncak masalah beserta penyelesaiannya.

Cerpen pada umumnya berisi cerita fiktif yang dapat diambil dari kehidupan sehari-hari, terdiri kurang dari 10.000 kata, serta hanya memuat satu alur saja.

Pada umumnya, cerpen menggunakan kata-kata atau bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.

Meskipun begitu, cerpen dapat meninggalkan kesan serta pesan yang mendalam bagi para pembaca.

Sebuah cerpen memiliki strukturnya tersendiri.

Struktur tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Abstrak, yaitu ringkasan cerita dari sebuah cerpen untuk gambaran awal. Seperti dalam novel, abstrak dalam cerpen juga bersifat opsional.
  • Orientasi, yaitu semua hal yang berhubungan dengan latar waktu, tempat, suasana yang terdapat dalam cerita.
  • Komplikasi, yaitu urutan kejadian yang dihubungan dengan sebab-akibat.
  • Evaluasi, yaitu pemecahan suatu konflik mengarah pada suatu titik tertentu.
  • Resolusi, yaitu solusi permasalahan konflik yang dihadapi oleh tokoh utama dalam cerpen.
  • Koda, yaitu bagian akhir dari cerita dalam cerpen. Biasanya dalam koda terdapat nilai morel cerpen bagi pembaca.

Dalam cerpen juga terdapat unsur-unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik cerpen tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Tema, yaitu ide atau gagasan utama yang akan disampaikan dalam cerpen.
  • Alur, yaitu jalan cerita yang ada dalam cerpen.
  • Latar, yaitu gambaran yang terjadi dalam cerpen berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana kejadian.
  • Tokoh, yaitu para pelaku yang terdapat dalam cerpen.
  • Penokohan, yaitu pemberian sifat atau watak para tokoh dalam cerpen.
  • Sudut pandang, yaitu cara pandang penulis cerpen melihat peristiwa yang terdapat dalam cerpen.
  • Gaya bahasa, yaitu cara penulis cerpen menggambarkan cerita seperti penggunaan majas, peribahasa atau diksi tertentu.
  • Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis cerpen.

Sedangkan, unsur ekstrinsik cerpen antara sebagai berikut.