Peribahasa: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

“Peribahasa adalah bentuk gaya bahasa, ungkapan, atau kiasan yang mempunyai suatu makna tertentu. Kalimatnya singkat dan padat serta berbicara mengenai beberapa hal, mulai dari nasihat hingga perumpamaan.”

Sebagian besar dari Anda pasti sudah tahu beberapa peribahasa yang populer dan banyak digunakan, seperti tong kosong nyaring bunyinya, hingga berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian.

Namun, tahukah Anda apa pengertian dan jenis-jenisnya.

Apabila masih belum tahu, yuk segera jadi “lubuk akal tepian ilmu” dengan cara kuliti informasi di bawah ini hingga bersih!

peribahasa

Pengertian Peribahasa

Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti peribahasa adalah suatu kelompok kata maupun kalimat yang mempunyai makna tertentu dan berisi kalimat ringkas, nasihat, perbandingan, serta tingkah laku manusia.

Jadi, peribahasa ini banyak digunakan atau diselipkan ketika sedang menasihati, menyindir, dan membandingkan seseorang.

Peribahasa juga bisa dikatakan seperti ungkapan yang disampaikan secara tidak langsung.

Selain itu, ia pun berguna untuk memperindah bahasa percakapan.

Jenis Peribahasa

Peribahasa bisa dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

Bidal

Berisi ungkapan mengenai peringatan, ejekan, sindiran, maupun nasihat.

Jenis ini mempunyai arti lugas, rima, dan irama.

Contoh:

  • Hidup segan mati tak mau (hidup yang melarat, miskin, atau sakit-sakitan).
  • Ombak yang kecil jangan diabaikan (jangan memandang remeh hal kecil karena bisa menimbulkan bahasa).
  • Ada ubi ada talas, ada budi ada balas (setiap perlakuan baik selalu ada balasan yang baik dan begitu pula dengan perbuatan jahat yang akan ada balasan jahat).

Ibarat atau Tamsil

Berbentuk kalimat kiasan yang seringkali menggunakan kata “ibarat”.

Tujuannya adalah guna membandingkan suatu hal.

Contoh:

  • Tua-tua keladi semakin tua semakin menjadi (semakin tua kelakuannya semakin baik atau semakin buruk).
  • Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang (ketika punya uang ia akan dicintai, tetapi jika itu berkurang maka tidak lagi dihiraukan).
  • Bagaikan burung di dalam sangkar (seseorang yang hidupnya merasa dikekang).

Pepatah

Mengandung nasihat atau pelajaran yang datang dari orang tua.

Contoh:

  • Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit (usaha sedikit apapun jika konsisten maka akan membuahkan hasil).
  • Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang kita kemudian (agar bisa sukses maka harus mau bekerja keras).
  • Bagai kejatuhan bulan (mendapatkan sesuatu yang sangat menyenangkan).

Perumpamaan

Berisi kata-kata yang bisa diungkapkan dalam suatu kondisi atau mengenai tingkah laku seseorang.

Contoh:

  • Bagai harimau menyembunyikan kuku (orang yang tidak mau menyombongkan kelebihannya).
  • Bagai pinang dibelah dua (dua hal yang sangat mirip).
  • Tong kosong nyaring bunyinya (orang yang banyak berbicara biasanya malas bekerja).

Semboyan

Sekumpulan kata, frase, atau kalimat yang digunakan untuk pedoman maupun prinsip.

Contoh:

  • Hemat pangkal kaya (orang yang berhemat bisa menjadi kaya).
  • Bersih pangkal sehat (lingkungan yang sehat bisa menyehatkan).
  • Rajin pangkal pandai (rajin belajar bisa membuat orang lebih pandai).

Ungkapan

Berisi tentang kondisi atau kelakuan seseorang yang dinyatakan dengan pepatah.

Contoh:

  • Panjang tangan (orang yang suka mencuri).
  • Besar kepala (susah dinasihati).
  • Kabar angin (hanya gosip).

 

Arti dari peribahasa “lubuk akal tepian ilmu” adalah seseorang yang mempunyai banyak ilmu pengetahuan.

Jadi, jika ingin menjadi demikian, yuk perdalam ilmu dan wawasan Anda dengan membaca beberapa artikel menarik lainnya di FA Bahasa!

 

Referensi:

Gramedia.com. Peribahasa: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contoh-contohnya. [Internet]. Terdapat pada: https://www.gramedia.com/literasi/peribahasa/

Dosenbahasa.com. 23 Contoh Peribahasa Tamsil atau Ibarat dalam Bahasa Indonesia. [Internet]. Terdapat pada: https://dosenbahasa.com/contoh-peribahasa-tamsil-atau-ibarat