Kalimat Efektif: Pengertian, Tujuan, Syarat, dan Contoh

Tsunami itu datang dengan tiba-tiba akibatnya puluhan ribu penduduk meninggal.

Kalimat di atas adalah contoh pemilihan diksi yang kurang tepat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata meninggal bersinonim dengan tewas, gugur, mati, dan mangkat.

Namun penggunaan kata tersebut tidak dapat selalu sama.

Misalknya kata gugur lebih tepat digunakan bagi seorang pahlawan yang gugur dalam melaksanakan tugasnya.

Tewas dalam KBBI memiliki arti mati dalam perang atau bencana.

Tewas diterapkan pada suatu keadaan yang tidak menyenangkan misalnya tewas pada kecelakaan.

Contoh diksi yang tepat pada kalimat di atas adalah

Tsunami itu datang dengan tiba-tiba akibatnya puluhan ribu penduduk tewas.

3.5 Kehematan

Kalimat efektif adalah kalimat yang hemat, tidak berlebihan, namun strukturnya tetap benar sehingga kalimat tersebut padat dan berisi.

Kehematan dalam kalimat efektif mengandung arti tidak memakai kata-kata mubazir atau tidak menjamakkan kata yang sebenarnya sudah menunjukkan makna jamak.

Berikut contoh dari kalimat yang tidak hemat:

Biopori adalah merupakan lubang resapan air yang ditunjukkan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air.

Kesalahan yang terdapat pada kalimat di atas yaitu terdapat kata adalah dan merupakan yang memiliki arti sama atau dapat digunakan salah satunya saja.

Kalimat diatas seharusnya menjadi

Biopori adalah lubang resapan air yang ditunjukkan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air.

Atau

Biopori merupakan lubang resapan air yang ditunjukkan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air.

Terdapat dua cara untuk memenuhi unsur kehematan, yaitu menghindari kata-kata mubazir dan hindari hiponim.

Hiponim merupakan kata yang memiliki arti hierarkis atau kata-kata yang terwakili maknanya oleh kata yang lebih umum. Contoh kalimat yang mengandung hiponim

  • Laju inflasi naik ke atas menjadi 11%
  • Binatang kucing dan anjing sering dijadikan binatang peliharaan.

Setelah kata naik seharusnya tidak perlu ditambahkan kata ke atas. Begitu juga dengan kata binatang sebelum kata kucing dan anjing. Kalimat tersebut jika memenuhi syarat kehematan menjadi

  • Laju inflasi naik menjadi 11%
  • Anjing dan kucing sering dijadikan binatang peliharaan.

3.6 Kelogisan

Kelogisan dapat diartikan sebagai masuk akal.

Kalimat logis adalah kalimat yang dapat diterima sesuai dengan penalaran.

Suatu kalimat dapat dikatakan lemah maknanya jika tidak logis meskipun sudah benar struktur, pemakaian tanda baca, kata maupun frasanya.

Contoh kalimat yang tidak sesuai dengan penalaran

Pembuangan tempat sampah di mana-mana dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan kampus.

Kalimat di atas tidak dapat diterima oleh penalaran. Cara untuk menjaga kebersihan lingkungan kampus adalah dengan menyediakan tempat sampah bukan dengan membuang tempat sampah.

Kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi

Penyediaan tempat sampah di mana-mana bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan kampus.

Satu pemikiran pada “Kalimat Efektif: Pengertian, Tujuan, Syarat, dan Contoh”

Komentar ditutup.