Kalimat Efektif: Pengertian, Tujuan, Syarat, dan Contoh

Ilmu pengetahuan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan.

3.2 Kekoherenan

Kepaduan dalam kalimat adalah hubungan timbal balik yang benar di antara unsur pembentuk kalimat, yaitu antara subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

Kelima unsur tersebut harus memiliki hubungan yang harmonis dalam sebuah kesatuan kalimat.

Kekoherenan adalah bentuk dari hubungan harmonis unsur penyusun kalimat tersebut.

Misalnya, unsur keterangan, meskipun dalam kalimat  bersifat dapat dipindahtempatkan, pada beberapa konteks kalimat, keterangan tidak dapat ditempatkan di antara predikat dan objek atau di antara predikat dan pelengkap.

Demikian pula halnya apabila kata tugas ditempatkan di depan sebuah kata atau konstituen yang dianggap pokok kalimat, akan menyebabkan pokok kalimat itu berubah fungsinya menjadi keterangan, sehingga kalimat itu menjadi tidak memiliki subjek.

Contoh kalimat yang tidak koheren

Orang yang terbiasa tinggal di daerah berhawa panas, akan merasa tersiksa jika berada pagi hari di Pangalengan, Bandung.

Kata berada selalu diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat. Kalimat di atas tidak tepat karena setelahnya diikuti dengan keterangan waktu. Kalimat di atas seharusnya

Orang yang terbiasa tinggal di daerah panas, akan merasa tersiksa jika pagi hari berada di Pangalengan, Bandung.

3.3 Kesejajaran (Keparalelan)

Kesejajaran adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama jenis katanya, pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai dalam sebuah kalimat.

Kesejajaran yaitu penyamaan jenis atau bentuk kata yang digunakan dalam kalimat, misalnya dalam sebuah rincian, jika unsur pertama menggunakan verba, unsur-unsur rincian lainnya harus menggunakan verba.

Jika unsur pertama berbentuk pasif, maka unsur berikutnya pun berbentuk pasif.

Contoh kalimat yang tidak memenuhi syarat paralel

Untuk meningkatkan hasil produksinya, biasanya petani melakukan pemupukan dan menyemprotkan pestisida terhadap hama tanaman.

Karena kata unsur pertama yaitu pemupukan memiliki awalan pe-, maka unsur berikutnya harus menggunakan awalan pe- sehingga akan memenuhi syarat kesejajaran. Kalimat diatas menjadi efektif jika menjadi

Untuk meningkatkan hasil produksinya, biasanya petani melakukan pemupukan dan penyemprotan pestisida terhadap hama tanaman.

3.4 Ketepatan Pilihan Kata (Diksi)

Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras dengan penggunaannya dalam menyampaikan sebuah gagasan yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata, sehingga didapatkan informasi yang sesuai dengan yang diinginkan.

Ketepatan dan kesesuaian kata sangat berpengaruh pada keefektifan kalimat.

Pemilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea atau wacana.

Kecocokan dalam pemilihan kata harus diperhatikan agar informasi dapat tepat sasaran.

Selain itu, perlu diperhatikan adanya kata umum dan kata khusus atau istilah yang mengacu pada bidang ilmu tertentu.

Misalnya pakan untuk makanan ternak, limbah untuk menyatakan sisa buangan pabrik, dan laik untuk menyatakan layak pada kendaraan.

Satu pemikiran pada “Kalimat Efektif: Pengertian, Tujuan, Syarat, dan Contoh”

Komentar ditutup.