Gurindam: Sejarah, Ciri-ciri, dan Contoh

6. Gurindam Berdasarkan Isinya

Berdasarkan isinya, gurindam dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis yaitu gurindam nasihat, agama, sindiran, pendidikan, dan cinta.

Berikut beberapa contoh karya sastra lama ini:

6.1 Gurindam Nasihat

Gelar ilmu tandalah cendikiawan
Lebih indah kalau diamalkan

Amalkan ilmu untuk maslahat
Niscaya hidup berlimpah rahmat

Hendaklah kebersihan menjadi ajar
Mulailah dari terbit fajar

Carilah kawan sebanyak-banyaknya
Belajarlah dari kekurangan dan kelebihannya

Bersikaplah sopan dan santun dengan sesama
Agar terhindar daru syakwasangka

Jadikanlah silaturahim sebagai adat
Niscaya hidup tinggu martabat

Tebarlah senyum dan salam bila berjumpa
Tentu Assalamualaikum sebagai doa

Haruslah pemimpin memberi teladan
Agarlah hidup menjadi anutan

Dengan tentangga selalu hormat
Itulah akhlak mulia bermasyarakat

Jadikanlah iri untuk motivasi
Menyadarkan diri untuk berarti

6.2 Gurindam Agama

Bilalah hidup berlumur dosa
Maka istighfarlah, taubatan nasuha

Indahnya hidup dengan berserah
Agarlah jiwa dan badan diberi marwah

Janganlah lupa dengan istighfar
Agar dunia  akhirat lapang dan lebar

Puji dan syukurlah pada illahi
Agar disayang hidup dan mati

Nikmat dan berkah sudah berlimpah
Layaklah ulah, semakna Alhamdulillah

Bila ikrar diucap dengan syahadat
Tumbuhlah iman menuju selamat

Allah yang satu, tidak sekutu
Tak ada ragu islamlah agamaku

Bila iman islam karena Allah
Godaan dunia tak akan goyah

Sesungguhnya islam penuh tuntutan
Firman-firman Tuhan dalam Al Quran

Tuntutlah ilmu dunia akhirat
Anjuran islam, agar hidup selamat

6.3 Gurindam Sindiran

Rasa malu ada pada pelajar
Pastilah selalu giat belajar

Bila rasa malu sudah menjadi budaya
Pastilah korupsi  tak akan merajalela

Bila rasa malu ada pada abdi Negara
Pastilah memperbaiki kinerja

Jika hendak mengenal diri
Segeralah bersihkan hati

Jika niat tulus membangun negeri
Tidaklah mungkin melakukan korupsi

Barang siapa tidaklah bersyukur
Bolehlah dikata orang yang kufur

Bilalah pemimpin punya rasa malu
Pangkat jabatan tidaklah perlu

Untuk berdisiplin tidaklah susah
Kalau niat di hati sudah terarah

Bilalah iri menjadi dengki
Alamat hidup tak terkendali

Barang siapa melepas mata dengan birahi
Pastilah mata keranjang, tercela diri

6.4 Gurindam Pendidikan

Jadikanlah rumah sebagai pustaka
Niscaya penghuninya rajin membaca

Barang siapa menulis ilmu yang didapat
Maka mewariskanlah dia sebuah manfaat

Gelar ilmu tandalah cendikiawan
Lebih indah kalau diamalkan

Hendaklah disipln bagian ajar
Agar murid menjadi terpelajar

Menulis itu mudah dan indah
Kalaulah niatnya semata ibadah

Hendaklah membaca untuk menulis
Itulah jihad seorang penulis

Carilah ilmu sampai ke negeri Cina
Itulah petuah hadis harus dicerna

Gelar ilmu bukan sekadar pajangan
Itulah amanah untuk dipertanggungjawabkan

Tidaklah pengarang buku berpayah-payah
Tinggal membacanya sangatlah mudah

Rasa malu ada pada guru
Selalu bergiat menambah ilmu

6.5 Gurindam Cinta

Mekarlah bunga mawar merahku
Pertanda aku cinta padamu

Hati gundah mengingat dirimu
Hati gundah rindu ingin bertemu

Jika tak bisa menahan rindu
Mari kita bertemu melepas rindu

Hatiku hancur seperti teriris pisau
Melihatmu bersamanya hatiku risau

Jika malam ku datang padamu
Aku siap untuk melamarmu

Jagalah cinta yang ku beri untukmu
Agar kepercayaan terjaga selalu

Walau kau jauh di mata ini
Tapi kau selalu dekat di hati

Malam minggu terasa kelabu
Tanpa adanya kehadiranmu

Sungguh senang mengenal dirimu
Hatiku mantap untuk meminangmu

Jujur dan percaya kunci terjaganya hubungan
Agar terus melangkah sampai perlaminan

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang gurindam beserta contoh agar Anda dapat lebih memahaminya.

Tertarikkah Anda membuat karya sastra sejenis gurindam? Bukan hanya gurindam, masih banyak karya sastra lama lain yang memiliki kekhasan yang perlu kita lestarikan.

Sejatinya karya sastra lama ini merupakan identitas kita sebagai jati diri bangsa Indonesia. Mari bersama-sama menjaga kebudayaan bangsa kita!