Gurindam: Sejarah, Ciri-ciri, dan Contoh

5.2 Gurindam Berkait

Gurindam berkait merupakan jenis gurindam yang memiliki hubungan antara bait pertama dengan bait berikutnya dan bait seterusnya. Berikut beberapa contohnya:

Hendaklah bersabar dalam ikhtiar
Agar jelas apa yang dikejar
Meskipun usaha telah maksimal
Bukan berarti tak pernah gagal

Barang siapa mengucapkan demi Allah
Berhati-hatilah menerima amanah
Amanah itu perlu dijaga
Agar semua orang tetap percaya

Siapa tidak ingin sesat dunia akhirat
Maka cepatlah bertaubat sebelum kiamat
Tetapi siapa lekas bertaubat sebelum kiamat
Maka didapatkanlah itu yang namanya selamat

Amalkan ilmu untuk maslahat
Niscaya hidup berlimpah rahmat
Untuk apa ilmu yang banyak
Jika tak sampai ke khalayak

Sadarlah diri terhadap dengki
Agar terhindar dari caci maki
Hidup memang harus saling mengerti
Agar tidak menyesal di kemudian hari

Barang siapa mendidik anak dengan sabar
Akanlah tumbuh kembangnya menjadi benar
Sikap anak dibentuk orang tua
Jika terdidik dengan benar mendapat pahala

Hidup itu saling menghargai
Bukan malah mengharap puji-pujian
Jika ingin memiliki teman banyak di kemudian hari
Haruslah kita selalu menepati janji

5.3 Gurindam Serangkap 2 Baris

Gurindam serankap dua baris merupakan gurindam yang terdiri dari dua baris. Berikut beberapa contohnya:

Bila ikrar diucap dengan syahadat
Tumbuhlah iman menuju selamat

Rasa malu ada pada pelajar
Pastilah selalu giat belajar

Tebarlah senyum dan salam bila berjumpa
Tentu Assalamualaikum sebagai doa

Nikmat dan berkah sudah berlimpah
Layaklah ulah, semakna Alhamdulillah

Hendaklah membaca untuk menulis
Itulah jihad seorang penulis

Indahnya hidup dengan berserah
Agarlah jiwa dan badan diberi marwah

Janganlah lupa dengan istighfar
Agar dunia akhirat lapang dan lebar

Islam kenalkan Tuhan tak bersekutu
Berserahlah hanya kepada Allah yang satu

Hukum salat adalah wajib
Lima kali sehari haruslah tertib

Sucilah jiwa, sucilah badan
Bila zakat telah dikeluarkan

5.4 Gurindam Serangkap 4 Baris

Gurindam serangkap empat baris merupakan gurindam yang terdiri dari 4 baris. Berikut beberapa contohnya:

Jika dirimu ingin pintar
Maka dirimu haruslah rajin belajar
Jika dirimu sedang belajar
Maka dirimu haruslah sabar

Bukalah pintu ruang hatimu
Bukalah pintu ruang cintamu
Sungguh hati ini menunggu jawabanmu
Jawaban yang dapat mengubah hidupku

Hati gundah mengingat dirimu
Hati gundah rindu ingin bertemu
Walau terpisah jarak dan waktu
Cinta kita selalu berseru

Amalkan ilmu untuk maslahat
Niscaya hidup berlimpah rahmat
Untuk apa ilmu yang banyak
Jika tak sampai ke khalayak

Sadarlah diri terhadap dengki
Agar terhindar dari caci maki
Hidup memang harus saling mengerti
Agar tidak menyesal di kemudian hari

5.5 Gurindam Bebas

Gurindam bebas merupakan gurindam yang tidak terikat aturan barisnya. Berikut beberapa contohnya:

Ketika dengan orang tua jangan pernah melawan
Kalau tidak ingin hidupmu berantakan
Jagalah hati dan jagalah lisan
Agar kamu tidak hidup dalam penyesalan
Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati
Itulah cara menunjukan bakti
Teruslah menyakiti diri sendiri
Kelak kamu akan mati dengan berdiri

Jika mata tetap terjaga
Hilanglah semua rasa dahaga
Apabila kuping tertutup dengan handuk
Hilanglah semua bentuk maksiat
Jika tangan tidak terikat dengan rapat
Hilanglah semua akal sehatnya
Jika kaki tidak menapak
Larilah semua orang dengan serentak

Jika rasa dengki telah merasuki hati
Tidak akan pernah hilang hingga nanti
Jika kelakuan baik berbudi
Hidup akan menjadi indah tidak akan rugi
Jika hidup berbuat baik
Tanda dirinya memiliki hati cantik