Gurindam: Sejarah, Ciri-ciri, dan Contoh

2. Fungsi dan Nilai

Fungsi dari karya sastra lama ini sendiri digunakan dengan tujuan pendidikan sekaligus hiburan. Karya sastra ini merupakan dokumentasi gambaran masyarakat yang memiliki kreativitas dan estetika.

Puisi lama ini digunakan oleh intelektual masyarakat Melayu lama dalam menangani perihal kehidupan di dunia. Karya sastra ini juga dapat digunakan sebagai media komunikasi antar masyarakat terutama dalam majelis-majelis formal.

Puisi Melayu lama ini memiliki nilai-nilai moral yang terkandung yang dapat dipetik dan diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.

Secara umum  nilai-nilai yang terkandung dalam puisi lama ini adalah sebagai berikut:

  • Nilai moral kehidupan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: kesederhanaan, ketakwaan, kearifan, kejujuran, kewaspadaan hidup, berbuat baik, koreksi diri, dan keberanian hidup
  • Nilai moral kehidupan manusia dengan orang lain yang meliputi: kebersamaan hidup, kesetiaan pada sesama manusia, sikap saling tolong menolong, dan penghormatan/ penghargaan kepada orang lain
  • Nilai moral kehidupan kepada tuhan sang pencipta yang meliputi: istiqomah dan kepercayaan kepada tuhan

3. Struktur dan Ciri-ciri Gurindam

Setiap karya sastra memiliki kekhasan masing-masing yang membedakan dengan karya sastra lainnya. Berikut merupakan struktur dan ciri-ciri yang melekat pada gurindam:

  • Tiap baitnya terdiri dari dua baris
  • Tiap baris (larik) memiliki jumlah kata antara 10 – 14 kata
  • Tiap baris (larik) memiliki hubungan sebab akibat
  • Tiap baris (larik) bersajak atau memiliki pola rima A-A, B-B, C-C, dan seterusya
  • Baris (larik) kedua merupakan isi atau maksud gurindam
  • Gurindam berisi nasihat-nasihat, kata-kata mutiara, dan filosofi hidup

4. Perbedaan Gurindam dan Pantun

Masih banyak orang yang keliru beranggapan bahwa gurindam dan pantun itu sama. Berikut beberapa perbedaan antara gurindam dan pantun:

  • Pantun terdiri dari 4 baris, sedangkan gurindam terdiri dari 2 baris
  • Rima pantun berpola a-b-a-b, sedangkan rima gurindam berpola a-a-b-b-c-c, dst.
  • Pada gurindam, baris pertama berisikan masalah, persoalan, atau permulaan. Dan baris kedua berupa akibat, jawaban, atau solusi dari baris pertama
  • Pada pantun, baris pertama dan kedua berupa sampiran, dan baris ketiga dan keempat berupa isi
  • Antar baris gurindam tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan satu sama lain.

5. Gurindam Berdasarkan Barisnya

Berdasarkan barisnya jenis-jenis gurindam dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu gurindam berangkai, berkait, serangkap dua baris, serangkap empat baris, dan bebas.

Berikut sedikit penjelasan dan beserta contohnya:

5.1 Gurindam Berangkai

Gurindam berangkai merupakan jenis gurindam yang memiliki bentuk kata yang sama dari setiap baris pertama baitnya. Berikut beberapa contohnya:

Jika dirimu ingin pintar
Maka dirimu haruslah rajin belajar
Jika dirimu sedang belajar
Maka dirimu haruslah sabar

Temukan apa yang dimaksud kebaikan
Temukan apa yang dimaksud keburukan
Dunia ini memang tak bersahabat
Jika kamu tak menjunjung tinggi martabat

Tentukan pilihan menurut hatimu
Tentukan pilihan menurut kehendakmu
Memang takdir ada di tangan Tuhan
Berusaha sendiri juga pilihan

Ketika bunga enggan merekah
Ketika bunga enggan memerah
Kabar hati engkau sedang gundah
Pasti dia yang akan engkau pilah

Bukalah pintu ruang hatimu
Bukalah pintu ruang cintamu
Sungguh hati ini menunggu jawabanmu
Jawaban yang dapat mengubah hidupku

Berpegang teguh pada pendirian
Berpegang teguh pada keimanan
Barang siapa yang percaya terhadap Tuhan
Suatu saat akan mendapatkan imbalan

Hati gundah mengingat dirimu
Hati gundah rindu ingin bertemu
Walau terpisah jarak dan waktu
Cinta kita selalu berseru

Orang beriman pasti pandai memberi
Orang beriman pasti pandai mengaji
Percayalah pahala balasannya
Jika engkau menjalankan perintahnya