Definisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Syarat, dan Contoh Lengkap

  1. Harus menyatakan ciri-ciri secara hakiki dari apa yang akan dijabarkan atau dideskripsikan, yaitu menunjukkan pengertian atau pemaknaan umum yang meliputinya beserta ciri pembedanya yang khas atau penting.
  2. Harus merupakan suatu kesetaraan arti dengan hal yang diberi makna, maksudnya lingkup artian tidak terlampau sempit dan tidak terlampau luas.
  3. Harus menghindarkan pernyataan yang memuat syarat yang diberi makna, artinya tidak boleh berputar-putar, tidak boleh berbelit-belit baik secara langsung atau tidak langsung pada subyek yang didefinisikan.
  4. Harus sedapat mungkin dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif, yaitu sebisa mungkin dihindari dari pernyataan negatif. Adapun yang dimaksudkan negatif di sini bukanlah kontennya melainkan konteks dalam perumusannya.
  5. Harus dinyatakan secara tepat, singkat, dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur, ambigu, tidak boleh menggunakan bahasa kiasan. Sebab, maksud membuatnya dari suatu istilah adalah untuk memberi penjelasan serta menghilangkan makna ganda, maka dengan dipakainya istilah-istilah yang kabur atau ambigu dapat menghalangi maksud tersebut.

5. Jenis-Jenis Definisi

Bicara tentang jenis-jenisnya, para ahli merumuskan banyak klasifikasi. Jika Anda membuka Wikipedia Ensiklopedia Bebas, Anda akan menemukan ada lima jenis. Pada beberapa buku menurut ahli lain juga disebutkan tiga jenis yakni sinonim, etimologi, dan formal.

Klasifikasi yang paling sering digunakan adalah yang dirumuskan oleh Alex Lanur, Poespoprodjo, dan Nicholas Rescher. Secara garis besar, hal tersebut dibagi menjadi dua sebagai berikut:

5.1 Definisi Nominal

Definisi nominal adalah jenis yang memberikan sebuah arti yang baru pada kata yang sudah lama ada dan ini merupakan suatu cara untuk menjelaskan sesuatu dengan menguraikan arti katanya.

Adapun mengenai definisi nominal dapat dinyatakan dalam tiga cara, yaitu:

  1. Definisi etimologi: dengan melihat asal-usul kata dari pengertian asli sampai yang ada saat ini.
  2. Definisi etimologi dilengkapi keterangan: tentang bagaimana sebuah makna telah digunakan dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Definisi sinonim: mengartikan sebuah kata dengan padanan katanya.

5.2 Definisi Riil

Definisi riil adalah proses atau hasil menyatakan makna kata dengan merincikan unsur-unsur konsepnya.

Terkait hal ini dapat dinyatakan dalam lima cara, yaitu:

  1. Definisi hakiki: suatu pengertian yang hanya mengandung unsur pokok, pengertian yang abstrak yang sangat perlu untuk memahami suatu istilah tertentu dan untuk membedakannya dari istilah yang lain sehingga sifat dari sebuah istilah tersebut tidak termasuk dalam hakikat sesuatu itu.
  2. Definisi deskriptif: menggunakan ciri khas atau karakteristik khusus yang selalu dan tetap terdapat pada suatu benda.
  3. Definisi final: menunjukkan sebuah tujuan atau maksud tertentu.
  4. Definisi kausalitas: menunjukkan adanya sebab akibat yang kemudian dituangkan dalam sebuah kalimat.
  5. Loaded definition: tidak menjelaskan arti atau makna dari suatu kata secara mudah atau sederhana, namun dalam memberikan pemaknaan ditambahkan suatu pernyataan yang mengevaluasi, menilai, atau menimbang pernyataan sebelumnya.

6. Contoh

Berikut adalah contoh dari masing-masing jenis.

6.1 Contoh Definisi Nominal

Contoh definisi etimologi:

Sosiologi berasal dari kata socius yang berarti kawan, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

Contoh definisi sinonim: