Ciri, Tujuan serta Perbedaan antara Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

Daftar pustaka dan catatan kaki merupakan salah satu hal yang sangat penting terutama dalam penulisan karangan ilmiah.

Keduanya seringkali dianggap sama padahal tidak karena mereka mempunyai ciri, tujuan, dan bentuk yang berbeda.

Ingin tahu apa saja ciri, tujuan, dan perbedaannya?

Baca artikel ini sampai habis yuk!

Perbedaan Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

 

1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah suatu susunan atau daftar tulisan yang ada di akhir karya ilmiah seperti makalah, jurnal, dan lain sebagainya.

Daftar pustaka berisi nama penulis, judul, nama penerbit, identitas penerbit, dan tahun terbit karya yang diacu.

Berikut ini adalah ciri-ciri daftar pustaka:

  • Bagian judul dan subjudul tulisan yang dikutip harus dicetak miring;
  • Ukuran tulisannya sama dengan tulisan yang lainnya; dan
  • Jika daftar pustaka lebih dari satu sumber maka harus ditulis berdasarkan abjad nama penulisnya.

Ada juga tujuan dan manfaat daftar pustaka antara lain:

  • Tujuan utama daftar pustaka adalah untuk menunjukkan bahwa suatu tulisan atau karangan tidak bisa dibuat hanya dengan hasil pemikiran seorang penulisnya saja, tetapi juga butuh banyak rujukan dari berbagai pemikiran lain.
  • Manfaat daftar pustaka untuk mengarahkan atau memberitahukan pembaca tulisan bahwa ada beberapa rujukan lain yang terkait dengan pembahasan tersebut.
  • Daftar pustaka ini sama dengan referensi yang berguna untuk membantu pembaca jika ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai topik tertentu pada tulisan tersebut.

2. Catatan Kaki

Catatan kaki adalah sebuah keterangan yang biasanya ditambahkan di bawah tulisan utama.

Tidak hanya ada di dalam karangan ilmiah, tetapi juga ada di beberapa jenis karangan non ilmiah seperti novel, esai, dan cerpen.

Berikut ini adalah ciri catatan kaki, antara lain:

  • Letaknya ada di bagian bawah tulisan utama;
  • Tulisannya berukuran lebih kecil daripada teks yang lain;
  • Unsur-unsurnya sama seperti daftar pustaka yaitu nama penulis, judul, nama penerbit, identitas penerbit, dan tahun terbit; dan
  • Di samping kirinya terdapat nomor yang berukuran lebih kecil daripada tulisan lainnya seperti (¹), (²), (³), dan seterusnya.

Ada juga beberapa tujuan utama dan manfaat catatan kaki, antara lain:

  • Catatan kaki bertujuan untuk memberikan penjelasan atau keterangan mengenai sumber dari sebuah kutipan agar bisa dimengerti pembaca tulisan tersebut dan menghargai sumber kutipan.
  • Manfaat catatan kaki adalah untuk memberitahu para pembaca bahwa ada referensi lain yang membicarakan topik tersebut.

Perbedaan Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

Dari pembahasan di atas pasti Anda sudah menemukan beberapa perbedaan di antara keduanya, berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya mengenai apa saja perbedaan daftar pustaka dan catatan kaki:

1. Letak Penulisan

Hal menonjol yang membedakan antara daftar pustaka dengan catatan kaki adalah letak penulisannya.

Daftar pustaka ditulis di bagian belakang karangan, sedangkan catatan kaki terletak di bagian paling bawah suatu halaman atau karangan.

Daftar pustaka hanya terdapat pada karya ilmiah seperti makalah jurnal dan lain sebagainya, sedangkan catatan kaki ada di karya non ilmiah seperti esai, novel, dan cerpen.

2. Ukuran Huruf

Ukuran huruf antara daftar pustaka dan catatan kaki pun berbeda.

Daftar pustaka dituliskan dengan ukuran huruf sama dengan tulisan yang lain, sedangkan catatan kaki ukuran tulisannya lebih kecil daripada tulisan yang lainnya.

3. Nama Penulis

Di dalam daftar pustaka nama penulis atau pengarang yang jumlahnya hanya satu orang, nama belakangnya harus ditulis terlebih dahulu kemudian diikuti nama depannya, sedangkan catatan kaki ditulis seperti biasanya yaitu nama depannya terlebih dahulu kemudian diikuti nama belakangnya.

4. Nomor

Daftar pustaka tidak mempunyai nomor kecil di samping kiri seperti yang ada pada catatan kaki.

 

Itu dia ciri, tujuan, dan perbedaan antara daftar pustaka dan catatan kaki.

Mudah bukan membedakannya?

Semoga ilmunya bermanfaat ya.