Biografi Fiersa Besari, Musisi Muda yang Hobi Menulis

6. Karya Fiersa Besari

‘Bung’ yang sebelumnya jatuh cinta pada musik, membuatnya membangun studio komersil pada tahun 2009. Di studio tersebutlah ia merekam seluruh karya-karyanya. Pada mulanya, ia hanya menyebarkan karyanya di sosial media Soundcloud namun akhirnya berlanjut hingga merajai Youtube.

Pada tahun 2012, Bung membuat dan merilis albumnya yang berjudul ’11:11’ yang akhirnya sangat laku dipasaran. Tahun berikutnya yaitu 2013, ia kembali menerbitkan albumnya ‘Tempat Aku Pulang’. Album tersebut berisi perpisahan dalam perjalanannya berkeliling Indonesia untuk menemukan jati dirinya.

Fiersa juga memutuskan untuk menutup studionya dan hengkang dari bisnis tersebut. Kembalinya ‘Bung’ dengan merilis beberapa mini album pada 2013 membuatnya semakin lebih kritis dalam berkarya.

Kemudian pada tahun 2014, ‘Tempat Aku Pulang’ telah berhasil dilengkapi dengan jumlah 14 lagu di dalam albumnya. Launching album yang ia lakukan di sebuah kafe di Bandung membuatnya berhasil menjual sekitar 600 dari 1000 keping CD yang telah dicetak. Album yang laku dipasaran tersebut membuat ‘Bung’ dan manajemennya meningkatkan promosi melalui sosial media, seperti iTunes.

Bukan hanya dalam bentuk seni musik, Fiersa juga bergerak dalam bidang penulis sastra yang kini telah membesarkan namanya. Pada September 2016 hingga saat ini, Fiersa telah berhasil menerbitkan 5 buku yang melejit masuk kedalam best seller, meliputi ‘Garis Waktu’ (2016), ‘Konspirasi Alam Semesta’ (2017),  ‘Catatan Juang’ (2018), ‘Arah Langkah’ (2018), dan Albuk ‘11:11’ (2018).

Buku ‘Garis Waktu’ berhasil terjual hingga mencapai sepuluh ribu eksemplar. Seiring berjalannya waktu, ia menerbitkan kembali karyanya pada tahun 2019 yang bertajuk ‘Tapak Jejak’ yang merupakan sekuel dari ‘Arah Langkah’.

7. Raihan Penghargaan Fiersa Besari

Penulis muda Indonesia ini selain memiliki banyak karya yang melejit, ia juga mendapatkan penghargaan dari berbagai macam pihak. Bakatnya dalam bidang literasi sangat banyak memberikan pandangan seseorang hingga berpengaruh positif pada pembaca setianya.

Tingginya peminat tulisannya, membuat Fiersa mendapatkan penghargaan tersebut. Baru saja ia mendapatkan penghargaan dari IKAPI Awards 2019 sebagai pemenang untuk kategori Rookie of the Year.

Kategori tersebut merupakan kategori baru yang diadakan pada penghargaan tahun ini. Penghargaan tersebut ia dapatkan semata bukan hanya karena ia tekenal di kalangan pemuda Indonesia, namun karena enam karya Fiersa Besari yang telah terbit dan salah satunya adalah album buku ’11:11’.

Album buku ’11:11’ tersebutlah yang kemudian membawa pria keturunan Sunda mendapatkan penghargaan di IKAPI Awards 2019 berkat keunikannya dalam menggabungkan album musik dengan karya tulis.

Album buku ’11:11’ merupakan proyek lama digarap dan dihadirkan dalam bentuk medium yang berbeda. Ketika ia telah mendapatkan dukungan suara dari pihak penerbit dan gerbang pada dunia buku, maka tulisan-tulisan yang telah ia buat dulu dan belum dikenal oleh berbagai khalayak, dikenalkan kembali ke publik melalui bukunya tersebut.

Selain itu, buku terbarunya ‘Tapak Jejak’ yang baru saja terbit pada 17 Agustus 2019 juga mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari penikmat dan pembaca setianya. Melalui hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Fiersa berhak serta layak mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya yang banyak menginspirasi kebanyakan orang.

Fiersa Besari adalah seorang lelaki sederhana yang lahir di salah satu kota kecil di Bandung yang sangat menyukai serta menggemari dunia Sastra Indonesia. Ia memanfaatkan kegalauan dan kesedihannya menjadi sebuah karya dengan kosa kata yang indah dan bermakna. Kritikan dan keunikan yang berada di dalam seluruh karyanya membuat ia diterima berbagai lapisan masyarakat terutama pemuda Indonesia. Kini karya-karyanya telah banyak diapresiasi serta digandrungi.