Biografi Ahok, Mantan Gubernur Jakarta yang Beretnis Tionghoa

“Basuki Cahaya Purnama atau lebih akrab disapa Ahok adalah salah satu tokoh politik Indonesia yang banyak dibicarakan karena kontrovesi dan prestasinya.”

Ia menjadi politisi yang mempunyai darah keturunan etnis minoritas yaitu Tionghoa.

Terlepas dari itu, yuk berkenalan lebih lanjut dengan tokoh inspiratif ini agar kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah hidupnya yang luar biasa!

Biografi Ahok BTP

Nama Lengkap Basuki Tjahaja Purnama (EYD: Basuki Cahaya Purnama)
Kebangsaan Indonesia
Tempat Lahir Manggar, Belitung Timur
Tanggal Lahir 29 Juni 1966
Profesi Utama Pengusaha, Insinyur, dan Politikus
Prestasi atau Penghargaan
  • Memperoleh penghargaan Indonesia Green Award pada tahun 2016 karena usahanya memperbanyak RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Jakarta.
  • Mendapatkan Gus Dur Awards pada tahun 2016 sebagai Pejuang Anti Korupsi.
  • Berhasil masuk ke dalam Daftar Global reThinkers pada tahun 2017.
  • Dan masih banyak lagi

Ahok adalah seorang politisi yang namanya mulai dikenal banyak orang ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Joko Widodo pada masa jabatan 2012 hingga 2014.

Kemudian ia pun maju sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Djarot Saiful Hidayat dengan masa jabatan 2014 hingga 2017.

Tidak hanya itu saja, ternyata pada tahun 2003 Ahok  juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bupati Belitung Timur pada tahun 2005.

Kehidupan Awal

Ahok adalah anak pertama dari pasangan Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw).

Ia mempunyai 4 adik yang bernama Basuri Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra, Harry Basuki, dan Basu Panca Fransetio.

Ahok lahir dan besar di Belitung Timur sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Jakarta.

Di ibu kota, ia diurus oleh Misribu Andi Baso Amier binti Acca yang merupakan seorang wanita dari Bugis dan beragama Islam.

Nama Ahok sendiri diberikan oleh sang ayah yang ingin anaknya menjadi orang sukses.

Bukan Ahok, melainkan Banhok yang jika dipisah menjadi Ban dan Hok.

Arti Ban adalah puluhan ribu, sementara Hok adalah belajar.

Pendidikan

Setelah lulus SMA, Ahok melanjutkan studinya di Fakultas Teknik Universitas Trisakti mengambil jurusan Teknik Geologi.

Ia pun berhasil lulus dan memperoleh gelar Insinyur pada tahun 1990.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan master di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya dan berhasil mendapatkan gelar Master Manajemen pada tahun 1994.

Perjalanan Karier

Pada tahun 1989, Ahok mendirikan CV Panda yang bekerja di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Pada tahun 1992, ia menjabat sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada tetapi memutuskan untuk berhenti pada tahun 1995.

Setelah itu, Ahok pun mendirikan pabrik pengolahan pasir kuarsa di kampung halamannya.

Pabrik ini menjadi yang pertama di Pulau Belitung serta sudah menggunakan teknologi dari Amerika dan Jerman.

Pada tahun 2004, ia bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru atau Partai PIB dan menjabat sebagai ketua DPC Kabupaten Belitung Timur.

Pada tahun yang sama, Ahok mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan berhasil menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur untuk periode 2004-2009.

Namun pada tahun 2005, ia maju pada Pilkada Kabupaten Belitung Timur untuk menjadi Bupati.

Hasilnya, Ahok berhasil terpilih bersama wakilnya yaitu Khairul Effendi.

Pada tahun 2006, ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena akan maju dalam Pilgub Bangka Belitung.

Namun, di Pilgub tersebut ia dikalahkan oleh Eko Maulana Ali.

Pada tahun 2009, Ahok terpilih menjadi salah satu anggota DPR RI perwakilan Bangka Belitung.

Tidak berhenti di situ saja, pada tahun 2012 ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Joko Widodo sebagai Gubernurnya.

Setelah itu, pada tahun 2015 Ahok dilantik menjadi Gubernur untuk menggantikan Joko Widodo yang maju sebagai Presiden.

Selama menjadi gubernur ia berhasil mengerjakan banyak sekali hal untuk memajukan DKI Jakarta seperti pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, penerapan e-budgeting, pembangunan Jalan Raya Kuningan, mengadakan Transjakarta gratis bagi warga rusun, dan lain sebagainya.

Tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi Ahok juga pernah menciptakan beberapa kontroversi hingga merasakan dinginnya jeruji besi.

Bahkan ia mengaku pernah hampir mati karena merasakan stres, tetapi di balik itu Ahok masih bisa berkarya yaitu dengan menulis buku.

Pada tahun 2019, ia dipilih oleh Presiden untuk menjadi Komisaris Utama Pertamina walaupun itu ditentang banyak pihak.

 

Apakah Anda sudah mulai berpikir dan merencanakan ingin menjadi orang yang lebih baik lagi terlebih setelah membaca biografi Ahok ini?

Jika iya, yuk kuatkan lagi niat Anda dengan membaca beberapa biografi tokoh inspiratif lainnya di FA Bahasa!

Terima kasih dan sampai jumpa!